Berdasarkan Alkitab kita mengetahui asal usul kehidupan manusia di dunia ini dan itulah yang diyakini oleh kekristenan.
Berdasarkan Kejadian 1:26-31 Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya, memberkati mereka, lalu berfirman kepada mereka untuk ber keturunan dan menguasai seluruh yang ada di dalam taman, lalu Tuhan mendeklarasikan bahwa semua amat baik.
Sebuah perintah diberikan kepada manusia itu agar buah pohon yang ada di tengah tengah taman itu tidak boleh dimakan, jika perintah ini dilanggar mereka akan mati.
Di dalam Alkitab kita mengenal dua jenis kematian yang akan terjadi kepada manusia.
Ayat ini berbicara mengenai kematian karena usia atau kondisi seseorang, bisa saja karena penyakit atau bencana yang menimpa.
Untuk jenis kematian ini masih akan terjadi kebangkitan, bisa untuk menerima hidup kekal atau kebinasaan kekal (Yohanes 5:29)
Baca juga: Hal Baik dari Kematian?
Ayat ini berbicara mengenai kematian kekal, kematian yang diakibatkan oleh api neraka. Tidak ada lagi kebangkitan bagi siapa saja yang binasa oleh karena api neraka.
Hingga saat ini, walaupun manusia adalah ciptaan dengan tingkat intelektual yang paling tinggi, bahkan dengan kepintaran nya telah menyebabkan perkembangan yang pesat dalam dunia teknologi, namun mereka tidak memiliki cara untuk mengatasi kematian.
Baca juga: Kemana Arwah Orang Mati?
Seorang penulis drama Yunani Kuno Bernama Sophocles mengatakan:
“Dari semua keajaiban besar, tidak ada yang lebih besar dari manusia. Hanya untuk kematian dia tidak dapat menemukan obatnya”
Pada tahun 1962 Seorang ahli fisika bernama Robert C. W. Ettinger dalam bukunya The Prospect of Immortality membuat gagasan mengenai Krionika (Cryonics).
Baca juga: Ini Dosa Pertama dan Terakhir Disebut di Alkitab
Ia mengatakan bahwa manusia bisa dibekukan dan diawetkan hingga nanti “dibangkitkan” kembali.
Tujuan hal tersebut adalah membuat pembusukan fisik berhenti, dengan harapan bahwa prosedur ilmiah di masa depan dapat menghidupkan mereka kembali.
Atau secara gamblang nya, menjanjikan “kehidupan kedua”. Penemu gagasan ini mengatakan bahwa “Cryonics is an ambulance to the future”.
Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang ini telah berdiri di Rusia sejak tahun 2003 dengan nama KrioRus.
Baca juga: Aku Melihat Yesus
KrioRus memaparkan mereka akan menaruh jasad atau otak pasien mereka ke dalam tong berisi nitrogen cair, dilansir dari Reuters.
Jasad atau otak dari pasien akan dibekukan dalam suhu -320.8°F atau sekitar -196 °C.
Metode pembekuan ini digunakan untuk mengawetkan dan menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan.
Dengan catatan kriopreservasi manusia hanya dapat dilakukan setelah kematian yang sah.
Biaya yang dibutuhkan dalam metode pembekuan otak ini adalah Rp. 196 juta, sedangkan untuk pembekuan jasad penuh mencapai Rp. 498 juta.
Baca juga: Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 1)
Bagi sebagian orang ini termasuk biaya yang murah, apalagi dengan mengeluarkan biaya sejumlah ini mereka dapat menghidupkan kembali orang yang mereka kasihi.
KrioRus mengklaim sebanyak 600 orang telah menandatangai kontrak dengan mereka untuk mengikuti proyek besar ini, menunggu untuk “dibangkitkan kembali” di masa depan.
Sebagaimana hal nya yang biasa terjadi bahwa setiap ide dan gagasan pasti menuai pro dan kontra, demikian juga terjadi terhadap proyek krionika ini.
Baca juga: Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 2)
Kepala Komisi Pseudoscience Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Evgeny Alexandrov menggambarkan krionika sebagai usaha komersial yang eksklusif yang tidak memiliki dasar ilmiah, dilansir dari Reuters.
“Ini adalah sebuah fantasi berspekulasi tentang harapan orang-orang akan bangkit dari kematian dan mimpi dalam kehidupan abadi.” kata Alexandrov.
Tampaknya bagi sebagaian besar pengusaha bisnis ini begitu menjanjikan, paling sedikit sejauh ini sudah ada empat perusahaan besar yang bergerak di bidang ini.
Yakni KrioRus, perusahaan krionika di Rusia, Shandong Yinfeng Life Science Research Institute, Jinan di China, Cryonics Institute di Michigan, dan Alcor – Life Extension Foundation.
Baca juga: 6 Alasan Kita Harus Mempercayai Tuhan.
Dan menariknya tidak ada satupun dari perusahaan ini yang berani memberi kepastian bahwa proyek besar ini akan berhasil.
Semua masih berharap bahwa ditahun tahun mendatang ilmu pengetahuan akan menemukan cara membangkitkan orang mati.
Alkitab yang dari satu sisi juga adalah sebuah buku, memberikan pandangan berbeda namun lebih memberikan jaminan mengenai kebangkitan orang mati.
Baca juga: 6 Alasan Mengapa Berdoa Dalam Nama Yesus.
Di dalam Yohanes 11:25 menuliskan:
“Akulah yang memberi hidup dan membangkitkan orang mati,” kata Yesus kepada Marta. “Orang yang percaya kepada-Ku akan hidup, walaupun ia sudah mati.” (BIS)
Mungkin Anda akan berkata,
“Tampaknya apa yang Alkitab sampaikan sama dengan ide dari perusahaan kriorus yang sedang dikembangkan saat ini. Keduanya akan terjadi diwaktu yang akan datang, tidak dapat dilakukan saat ini juga terhadap orang mati. Jika apa yang disampaikan oleh Alkitab adalah sesuatu yang harus diterima dengan keyakinan, saya pikir sama saja dengan apa
yang disampaikan oleh perusahaan kriorus. Melihat kemajuan ilmu pengetahuan saat ini sepertinya itu lebih mungkin.”
Untuk memahami Yohanes 11:25 kita perlu mengetahui latar belakang ucapan itu disampaikan.
Yohanes 11 adalah kisah mengenai kebangkitan Lazarus yang sudah empat hari terbaring di dalam kubur.
Baca juga: 6 Alasan Mengapa Gereja Kecil Lebih Sulit untuk Bertumbuh
Sebelumnya di ayat satu dikatakan bahwa Lazarus sakit dan kemudian ia mati dan dikuburkan.
Yesus yang mendengar berita itu berkata, Lazarus hanya tidur dan ia akan bangun.
Tidak ada yang memahami ungkapan Yesus itu, sampai mereka semua melihat bahwa Lazarus yang sudah empat hari berada di dalam kubur dipanggil oleh Yesus dan ia bangkit dari kematian.
Tentu apa yang disampaikan oleh Alkitab sangat berbeda dengan proyek yang direncanakan oleh Kriorus.
Baca juga: 4 Alasan Kisah Orang Kaya dan Lazarus Tidak Harafiah
Sementara Kriorus masih berharap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan agar kelak ditemukan cara untuk membangkitkan orang mati, namun Alkitab sudah menyampaikan kisah yang nyata pernah terjadi, di lakukan oleh Yesus.
Yesus yang adalah Tuhan, Ia juga pencipta, kita tentu beriman kepada-Nya yang akan mampu membangkitkan orang mati sebagaimana Ia mampu untuk menciptakan.
Jika proyek kriorus berharap bahwa ilmu pengetahuan akan menemukan solusi atas kematian, Alkitab sudah lebih dahulu memberikan solusi untuk setiap persoalan yang ada.
Baca juga: 3 Alasan Orang Kristen tidak Makan Babi
Ketika Adam dan Hawa memakan buah pohon larangan, mereka menjadi berdosa dan seharusnya mati.
Tuhan datang mencari dan memberikan solusi bahwa akan ada korban yang akan menebus mereka.
Ketika kejahatan manusia di bumi semakin besar, Tuhan akan membinasakan mereka semua, namun Nuh mendapat perhatian dan keselamatan dari Tuhan.
Solusi bagi Nuh dan keluarganya dan untuk siapa saja yang bersedia adalah bahtera yang dibangun atas petunjuk Tuhan.
Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Yesus Tidak Dapat Melakukan Mujizat
Abraham, ketika imannya diuji, anak satu satunya yang ia miliki diminta untuk di korbankan sebagai korban bakaran.
Ketika ia mengangkat tangannya untuk menyembelih anak itu, ia mendengar bahwa Tuhan menyediakan seekor domba disekitar di mana ia berada, sehingga keberadaan domba itu sebagai solusi atas pergumulan nya.
Lalu kemudian, sekarang ini masalah yang selalu ada di sekitar kita adalah kematian.
Kematian memisahkan seseorang dari yang mereka kasihi. Meninggalkan kesedihan karena perpisahan yang panjang.
Baca juga: TUHAN MENYESAL
Namun untuk kematian juga Tuhan memiliki solusi, Ia berkata “Akulah yang membangkitkan dan yang memberi hidup.”
Mengapa Yesus mengatakan bahwa Akulah yang memberi hidup?
1 Korintus 15:54 menulis:
“Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.”
Kebangkitan Yesus dari kematian menjamin keselamatan bagi setiap orang yang beriman kepada-Nya.
Baca juga: Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.
1 Korintus 15: 45-47 memberikan petunjuk kepada kita bahwa kedatangan Yesus sebagai manusia untuk tujuan menghidupkan:
“Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.”
Lebih lanjut ayat 57 menulis: “Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.”
Baca juga: Seberapa Besar Tuhan?
Yesus harus turun ke dunia orang mati, Ia harus menyerahkan nyawa-Nya (Matisu 27:50) agar Ia dapat mengalahkan kematian dengan cara bangkit dari kematian.
Kisah mengenai kebangkitan Yesus dari kematian ditulis dalam Yohanes 20.
Ketika pagi pagi benar Maria Magdalena pergi ke kubur Yesus, ia menemukan bahwa kubur itu sudah terbuka, dan mayat Yesus tidak ada di sana.
Simon Petrus turut bersama Maria Magdalena ke kubur Yesus dan melihat bahwa kubur itu sudah kosong.
Baca juga: Nama Tuhan
1 Yohanes 20:6 menulis:
“Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.”
Tradisi orang Yahudi saat itu: bahwa kain yang tertata (dalam keadaan rapi) ada kaitan dengan hubungan seorang tuan dan pelayan.
Saat sang pelayan mempersiapkan meja makan tuannya, ia memastikan bahwa meja tersebut dijadikan persis seperti apa yang tuannya kehendaki.
Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda
Ia akan menyiapkan perkakas makan dengan lengkap, menunggu tuannya makan tanpa terlihat, hingga sang tuan berdiri dari kursinya, membersihkan jari, mulut, janggutnya dengan kain yang akan asal digumpal dan dilempar ke atas meja: itu berarti waktunya si pelayan untuk membersihkan meja.
Di zaman itu, kain yang tergumpal berarti “sudah selesai makan.” Namun, bilamana sang tuan beranjak dari meja makan, dengan lap terlipat (dalam keadaan rapi) dan berada di samping piring, sang pelayan tidak akan berani menyentuh meja tersebut karena lap yang tertata berarti “sang tuan AKAN KEMBALI.”
Yesus sudah bangkit dari kematian, dengan demikian kematian (maut) yang adalah upah dosa (Roma 6:23) sudah dikalahkan.
Baca juga: Mengarang lagu bersama Tuhan, kisah nyata lagu Yesus sahabat terindah
Barang siapa yang percaya kepada-Ku ia akan bangkit walaupun ia sudah mati (Yoh 11:25). Karena Tuhan akan membangkitkannya kelak.
Yesus sudah bangkit, Ia sudah kembali ke sorga. Akan tetapi Ia akan kembali menjemput semua umat yang percaya kepada-Nya.
Yang sakit akan disembuhkan, yang mati akan dibangkitkan dan kita semua akan diubahkan agar mengenakan yang tidak dapat binasa (1 Kor 15:52) dan akan hidup dalam kekekalan.
Tidak ada komentar