(Pembahasan Markus 6:5).
Yesus datang ke kampung halaman-Nya (Mark 6), mungkin saja bertujuan agar orang orang di sana bertobat ketika mendengar firman Tuhan (Yohanes 1:46), Sekalipun itu berbahaya (Lukas 4).
Hari sabat Yesus berbicara karena itu adalah waktu yang tepat yaitu saat mereka berkumpul, hari lain tidak ada, itu sebabnya dikatakan jemaat yang besar takjub.
Dalam Lukas 4:17 ditulis bahwa Yesus menggunakan kitab Yesaya PL,
Ada pemikiran bahwa perjanjian lama (PL) tidak berlaku lagi, hanya Perjanjian Baru (PB) yang berlaku, pandangan itu sepertinya kurang tepat.
Kitab Perjanjian Baru nanti baru dituliskan sebagai surat-surat yang tersebar di tangan orang-orang atau gereja tertentu.
Seperti Lukas dan Kisah Para Rasul , dituliskan oleh Dr. Lukas dan dikirimkan kepada temannya, Teofilus, seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan Roma di zamannya yang rupanya menaruh simpati kepada Yesus Kristus.
Injil yang pertama dituliskan adalah Markus, oleh Yohanes Markus, keponakan dari Barnabas.
Dituliskan lebih dari 20 tahun sesudah Yesus naik ke sorga. (antara tahun 55-65 TM).
Tesalonika dituliskan sekitar tahun 51 TM, 20 tahun sesudah Yesus naik ke sorga.
Jadi setiap kali Yesus berbicara atau berkhotbah, Ia menggunakan PL. Ketika Ia dicobai, Ia katakan ada tertulis.
Demikian juga ketika murid-Nya mengajar pada waktu itu. Tidak ada alasan mengatakan bahwa PL tidak berlaku.
Ada dua keheranan yang terjadi kepada orang banyak ketika itu ,
Hikmat-Nya. darimana hikmat-Nya, padahal selama di kampung ia tidak memperoleh pendidikan apa apa.
Perbuatannya yang ajaib (mujizat) yang Dia lakukan dengan tangannya sendiri.)
Mereka tidak bisa menyangkal bahwa Yesus memang berhikmat.
Tapi disaat mereka takjub ada pertentangan dalam diri mereka masing-masing,
“tidak ingin percaya tapi hikmat Nya memang luar biasa, ingin percaya tapi mereka tidak mau karena merasa Ia bukan siapa-siapa.”
Orang-orang meremehkan Dia dan membangun prasangka mereka sendiri tentang Yesus, sehingga semua hikmat dan mujizat yang Ia lakukan tidak diperhitungkan oleh mereka,
dalam kitab Matius mereka mencela Yesus dengan berkata Dia ini anak tukang kayu, dan pedagang kayu itulah ayah-Nya,
memang sebelum memulai pelayanan-Nya Yesus bekerja dalam usaha orang tuanya Yusuf, tukang kayu, sebagai bukti Ia harus merendahkan dirinya, dan tidak memiliki reputasi.
Kondisi seorang hamba ini harus Ia lalui sebelum Ia menjadi penginjil. Ia ingin mengajari kita untuk mejadi rendah hati, membenci kemalasan, dan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang dapat kita lakukan dalam dunia ini.
Tidak ada yang lebih merusak bagi orang muda dari pada tidak memiliki kegiatan yang bermanfaat.
Bagi orang Yahudi, orang muda yang dipersiapkan menjadi seorang sarjana maka sejak kecil ia sudah dibekali dengan beberapa keterampilan untuk mengisi waktunya dan untuk suatu hari kelak bisa membiayai dirinya sendiri,
sehingga tidak heran bahwa paulus yang adalah orang dihargai pada masanya murid Gamaliel, ternyata bisa membuat tenda, karena sudah dibekali dengan keterampilan.
Celaan lain yang orang banyak berikan kepada-Nya adalah mengenai keluarganya, Ia adalah anak maria, saudara laki laki dan perempuannya ada bersama kita, dan kita tau siapa mereka.
Jadi walaupn mereka heran dgn pengajarannya, tapi mereka serasa disakiti oleh identitas pribadi-Nya.
Lalu yang ada, mereka kecewa dan menolak-Nya, di ayat itu Yesus berkata, memang nabi tidak diterima di tempat asalnya,
logika nya adalah, mungkin orang2 ditempatnya sudah mengetahui kelakuan masa lalu orang itu, jadi ketika dia berbicara firman Tuhan mereka seolah olah berkata, sudah jo, kita so tau ngana pe kartu.
Namun yang terjadi dalam masalah ini bukan karena masa lalu Yesus yang jelek, tetapi karena memang tidak ada sesuatu pun yang baik di Nazaret (Yohanes 1:46)
Ayat 5, Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun disana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit.
Ayat ini rancu, kalau sudah “tidak ada satupun” mengapa ada kata “kecuali”, tidak ada ya tidak ada saja, tapi ada kecuali.
Ayat ini lebih jelas kalau dibaca dalam alkitab firman Allah yang hidup mengatakan,
“tidak ada MUJIZAT BESAR yang Yesus buat di sana,” Mari kita lihat kembali ke atas, ketika mereka mendengar Yesus berkotbah, mereka kagum, tapi mereka mulai meneliti siapa Yesus itu,
mencoba mencari kelemahannya, dan setelah tahu bahwa Yesus juga berasal dari Nazareth,
mereka menutup diri, menutup hati, sehingga firman itu tidak mereka terima, dan tidak ada pertobatan atau MUJIZAT BESAR yang di maksud.
Ada hal yang ingin saya sampaikan, bahwa jangan memutuskan mengikut Yesus hanya karena anda pernah menyaksikan seseorang melakukan perbuatan ajaib (supra natural), kesembuhan yang ajaib atau hal ajaib lainnya dalam nama Yesus,.
Buku pelajaran sekolah sabat triwulan III tanggal 21 Agustus 2013: “ tanda-tanda spektakuler dan keajaiban-keajaiban yang mengagumkan TIDAK AKAN PERNAH bisa menggantikan pemahaman dan kemudian mengikuti firman Tuhan, penurutan kepada Allah adalah yang terutama, tanda2 dan keajaiban2, jika ada dan ketika mereka muncul, adalah sekedar tambahan”.
Dan kita harus sadari Mujizat besar yang sesungguhnya adl ‘PERTOBATAN”.
Mari kita lihat contoh orang yang sudah mengalami Mujizat besar (pertobatan) dalam Lukas pasal 19, kepadanya Yesus katakan, pada hari ini, telah terjadi keselamatan dalam rumah ini.
Apa hal yang dilakukan oleh Zakheus sehingga Yesus berkata demikian? Lukas 19: 8, reaksi Zakheus yang mengejutkan, ketika ia mendengar Yesus berkata hendak menumpang di rumahnya,
“Tuhan, setengah hartaku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada yang kuperas akan ku kembalikan empat kali lipat”.
Saudara, dalam peraturan kitab Perjanjian Lama, seseorang yang mengambil milik orang lain, Hukum Taurat menuntut untuk mengembalikannya sejumlah yang diambil + seperlima dari nilai yang hilang seperti dalam (Imamat 6:5).
Artinya harus mengembalikan 120%. Namun Zakheus mengembalikan bukan 120%, tetapi 400%. Bukan hanya itu, setengah hartanya pribadi juga diberikan kepada orang miskin.
Saudara2, ada orang mau membuka pntu rumahnya utk menerima peribadahan, tapi tidak membuka pintu hatinya, tapi zakheus, Ia membuka pintu rumahnya dan membuka pintu hatinya,
sehingga pekabaran Yesus masuk dan zakheus bertobat, namun orang orang Nazaret tadi, menutup hatinya sehingga tidak ada pertobatan..
dalam Alkitab bversi Firman Allah Yang Hidup (FAYH) Lukas 19:9, dikatakan, Ayat 9, 10 ’ pada hari ini keselamatan telah datang ke dalam rumah ini,
orang ini adalah salah seorang anak Abraham yang telah hilang, dan aku Mesias telah datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Apakah kita adalah anak Abraham yang hilang namun telah ditemukan karena sudah bertobat, atau kita anak Abraham yang hilang dan tidak ditemukan karena tidak mau bertobat?
Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar semakin banyak orang yang terberkati.
Tuhan memberkati kita.
5 tahun lalu
[…] Inilah Alasan Mengapa Yesus Tidak Dapat Melakukan Mujizat […]