x

6 Alasan Mengapa Gereja Kecil Lebih Sulit untuk Bertumbuh

waktu baca 4 menit
Rabu, 23 Jun 2021 01:20 492 Jandri Tumangger

Coba perhatikan apakah alasan alasan berikut ini juga berlaku di gereja kecil di sekitar Anda?

Gereja-gereja besar merasa lebih mudah untuk memasukkan orang-orang baru, karena semakin besar kerumunan semakin kecil pengaruh yang dimiliki setiap orang.

Sebaliknya, semakin kecil suatu gereja, semakin sulit untuk memasukkan orang baru.

Dinamika yang sama berlaku juga untuk gereja-gereja yang lebih tua dan lebih mapan. Inilah alasannya.

1. Setiap orang yang datang ke dalam hidupmu mengubah hidupmu.

Semakin sedikit orang yang Anda kenal, semakin besar dampak yang dimiliki setiap orang terhadap anda.

Semakin lama Anda mengenal teman Anda saat ini, semakin sulit bagi teman baru untuk menemukan tempat yang cocok untuk mereka dalam diri Anda.

2.Dengan cara yang sama, setiap orang yang datang ke gereja mengubah gereja itu.

Semakin kecil gereja, semakin besar dampak yang dimiliki setiap orang. Semakin lama gereja berdiri, semakin sulit bagi orang baru untuk mengetahui di mana mereka cocok.

Inilah sebabnya mengapa gereja-gereja kecil memiliki reputasi resisten terhadap perubahan. Reputasi yang harus kita ubah.

Sudah menjadi sifat kelompok yang lebih kecil untuk merasa lebih sulit untuk memasukkan orang baru.

Sayangnya, beberapa gereja membuatnya lebih sulit daripada yang seharusnya dengan menolak (bahkan) perubahan terkecil yang secara alami muncul dari menyambut orang baru.

3. Setiap orang yang datang ke gereja kita, akan membawa perubahan.

Tentu kita tidak boleh mengubah teologi dasar. Tetapi kita perlu menyadari bahwa setiap orang yang datang ke gereja kita pasti akan membawa sedikit perubahan.

Apakah dia orang percaya yang dewasa, orang yang tidak percaya, atau yang sedang mencari kebenaran.

Orang percaya yang dewasa akan mengubah kita dalam beberapa hal – tentu dengan kebijaksanaan yang dimilikinya sebagai seorang yang dewasa dalam kebenaran.

Seorang yang sedang berusaha menemukan kebenaran akan mengubah kita dengan cara lain – mungkin mengubah kita agar menjadi lebih sabar dan penuh kasih.

Baca juga: Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan

JADILAH SEMPURNA: Sebuah Panggilan dalam Kejadian 17:1.

4 Keistimewaan Kejadian Pasal 1

11 Golongan Ini Disebut Bodoh dalam Alkitab

4 Cara Menyikapi Penolakan

3 Cara Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.

4 Cara Agar Siap Menghadapi Perpisahan.

5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama

4. Semua orang akan mengubah kita.

Gereja kami mempelajari ini beberapa tahun yang lalu ketika sekelompok mahasiswa mulai hadir.

Mereka membawa energi baru, yang disambut semua orang, tetapi mereka juga membawa ide-ide baru, lagu-lagu baru, dan kekacauan baru, yang tidak semua orang senang.

Dan mereka tidak cukup berkontribusi secara finansial untuk membayar perubahan (bagaimanapun juga, mereka masih kuliah).

Ditambah lagi, kami tahu bahwa, setelah masuk dan “mengacaukan” segalanya, mereka akan pergi dalam empat tahun tanpa jaminan bahwa kelompok lain akan menggantikan mereka.

Kami senang dengan kedatangan mereka, tetapi saya mulai melihat beberapa perlawanan, jadi saya berbicara dengan pimpinan gereja kami tentang hal itu.

Para pemimpin kami mengakui bahwa perubahan itu tidak mudah, tetapi kami merasa itu perlu. Jadi kami membicarakannya dengan jemaat juga.

Tuhan memberkati mereka, mereka melihat bahwa nilai memiliki mahasiswa jauh melebihi perubahan yang diperlukan.

Kami mengambil lompatan dan menyambut mereka dengan tangan terbuka. Dan kami benar.

Berkat-berkat itu jauh lebih besar daripada tantangan-tantangan nya (Dan kelompok pertama itu telah digantikan oleh orang baru dari tahun ke tahun, omong-omong.)

Para mahasiswa itu mengubah gereja kami. Dengan cara yang diharapkan dan tidak terduga. Dan mereka terus mengubah kita. Untuk lebih baik.

5. Tentu ini tidak mudah, tapi itu baik.

Setiap gereja mengatakan mereka ingin menjangkau orang baru. Tetapi jika gereja Anda tidak mau diubah oleh orang-orang tidak percaya yang datang ke gereja Anda, mereka tidak akan datang.

Jika gereja Anda tidak mau diubah oleh orang-orang yang sedang mencari kebenaran yang datang ke gereja Anda, mereka tidak akan datang.

Gereja-gereja besar merasa lebih mudah untuk memasukkan orang-orang baru karena semakin besar kerumunan, semakin kecil pengaruh yang dimiliki setiap orang.

Tetapi di gereja-gereja kecil, itu jauh lebih sulit karena semakin kecil gereja, semakin besar dampak yang dimiliki setiap orang.

Jadi bagaimana agar gereja kecil menjadi lebih dapat berterima menyambut pendatang baru?

6. Kita harus memiliki niat untuk itu. Kita harus fokus pada keramahan.

Efesus 4:32 “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (ditambahkan).

Tidak hanya dengan satu sama lain, tetapi dengan orang-orang baru. Bagian dari itu adalah bersedia membiarkan mereka mengubah kita.

Para pemimpin gereja perlu mendidik jemaat tentang pentingnya menjadi gereja yang ramah – dan kita perlu memimpin dengan memberi contoh.

Gereja perlu berpegang teguh pada dan memperkuat kebenaran Firman Tuhan yang kekal dan tidak dapat diubah.

Itulah yang membuat kita menjadi gereja. Mengubah metode tidak sama dengan mengubah teologi inti.

Tetapi kita harus terbuka terhadap ide, suara, dan kebiasaan baru yang akan dibawa oleh orang-orang baru.

Kita tidak dapat mengharapkan Kristus menggunakan gereja kita untuk mengubah mereka tanpa membiarkan Kristus menggunakan mereka untuk mengubah kita.

dialihabahasakan dari CermonCentral.com

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x