Di dalam Lukas 16, Yesus bercerita mengenai dua orang dengan kehidupan yang sangat kontras.
Demikian ceritanya: Ada seorang pria kaya yang hidupnya sangat mewah. Seorang pengemis bernama Lazarus sering berada di depan rumah orang kaya itu.
Lazarus berharap bisa mendapat sisa makanan yang jatuh dari meja pria itu. Belakangan, Lazarus meninggal dan para malaikat membawanya ke sisi Abraham.
Orang kaya itu juga meninggal dan dikuburkan. Dalam cerita Yesus, kedua pria itu digambarkan seperti masih hidup setelah meninggal.
Orang kaya itu disiksa dalam api yang berkobar dan dia meminta agar Abraham menyuruh Lazarus mencelupkan ujung jari ke air dan menyejukkan lidahnya.
Abraham tidak mau melakukannya. Dia mengatakan bahwa kehidupan kedua pria itu sudah berbeda dan sekarang ada jurang besar yang tidak bisa di diseberangi antara orang kaya itu dan Lazarus.
Tidak. Ini adalah sebuah perumpamaan yang Yesus gunakan untuk mengajar. Walau demikian tetap saja ada dua pandangan yang berbeda sehubungan dengan pertanyaan ini.
Sekelompok orang percaya bahwa ini adalah kisah nyata, mereka beranggapan bahwa demikianlah adanya suasana neraka dan sorga ketika seseorang mati.
Kelompok lain menerima kisah ini sebagai sebuah perumpamaan Yesus, dan tidak setuju kalau perumpamaan ini berbicara mengenai sorga dan neraka secara harafiah.
Berikut ini 4 alasan yang menunjukkan bahwa kisah orang kaya dan Lazarus ini adalah sebuah perumpamaan.
Alasan pertama mengapa kisah ini adalah sebuah perumpamaan, kisah ini adalah rangkaian dari kisah yang sebelumnya, dan berada diantara perumpamaan yang lain.
Jika kita perhatikan, di kitab Lukas 15 Yesus bercerita mengenai perumpamaan domba yang hilang, dirham yang hilang dan anak yang hilang.
Kemudian di Lukas 16:1-9 Yesus bercerita mengenai perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur.
Lalu di Lukas 16:10-18 Yesus memberi nasihat agar setia dalam perkara yang kecil, hingga tiba di Lukas 16:19-31 Yesus bercerita mengenai orang kaya dan Lazarus.
Jadi kisah ini adalah sebuah perumpamaan yang Yesus gunakan untuk mengajar orang farisi (pemimpin spiritual Yahudi).
Alasan kedua mengapa kisah ini adalah sebuah perumpamaan, ungkapan bahwa Lazarus di bawa ke pangkuan Abraham.
Selain di dalam Ayat ini, kita tidak menemukan di bagian lain Alkitab yang mengatakan bahwa Abraham sudah bangkit dan berada di sorga.
Abraham belum berada di sorga, jadi dengan mengakui bahwa ini ada kisah nyata maka kita sedang membenturkan bagian ini dengan bagian lain di dalam Alkitab.
Lagipula mengapa Lazarus harus menuju pangkuan Abraham, bukan pangkuan Tuhan. Bukankah semua akan kembali kepada Tuhan sang pemilik alam semesta dan sorga?
Alasan ketiga mengapa kisah ini adalah sebuah perumpamaan, Alkitab dengan jelas memberi informasi mengenai keadaan orang mati.
Di dalam Pengkhotbah 9:5 jelas bahwa mereka yang mati tidak tahu apa apa dan tidak dapat melakukan apa apa.
Dengan demikian apa yang terjadi dalam kisah orang kaya dan Lazarus tidak sejalan dengan penjelasan Alkitab yang lebih banyak mengenai keadaan orang mati.
Alasan keempat mengapa kisah ini adalah sebuah perumpamaan, Alkitab dengan jelas memberi informasi mengenai keadaan neraka.
Kita tentu sudah mengetahui bahwa menurut Alkitab neraka itu belum ada saat ini, itu akan ada kelak ketika Tuhan akan membinasakan iblis dan orang orang jahat dengan api,
dan ketika neraka itu ada maka mereka yang berada di sana akan binasa, tidak ada komunikasi yang terjadi di neraka, lebih lengkap mengenai hal ini dapat kita temukan di dalam wahyu 20.
Lalu apa yang Yesus ingin sampaikan melalui perumpamaan orang kaya dan Lazarus ini?
Pertama, mereka harus mengerti bahwa kekayaan tidak menjamin seseorang masuk sorga, dengan kata lain status pengakuan sosial di masa sekarang bukanlah kriteria kehidupan untuk kehidupan di masa depan.
Oleh sebab itu harus dikelola dengan bijaksana dan sedapat mungkin menjadi berkat bagi orang lain.
Kedua, setiap orang harus menuruti apa yang benar menurut firman Tuhan, dan itu lahir dari kerelaan hati, bukan dipaksa oleh peristiwa supranatural (bangkitnya orang mati) yang membuatnya menjadi percaya.
Orang kaya itu menggambarkan para pemimpin agama Yahudi ”yang cinta uang” (Lukas 16;14). Mereka mendengar berita yang Yesus sampaikan, tapi mereka menolaknya.
Mereka memandang rendah orang yang berkekurangan, bahkan tidak berniat menolong mereka dengan hartanya.
Lazarus menggambarkan rakyat jelata yang mau menerima berita Yesus. Mereka dibenci oleh para pemimpin agama Yahudi namun memperoleh kasih karunia Tuhan.
Jangan lupa untuk membagikan Postingan ini, sehingga semakin banyak yang terberkati.
Tidak ada komentar