Ayat inti: Galatia 5:22, Ayat responsoria: Yohanes 14:26-28
Istilah Ibrani SHALOM artinya; Kesempurnaan, Kebaikan, Kesejahteraan dan Damai.
Biasanya diucapkan dengan kalimat “Shalom Aleichem” dan di balas dengan mengucapkan “Aleichem Shalom.”
Yohanes 14:27, “Damai sejahtera Ku-tinggalkan bagimu.
Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu”.
Selain makanan, keadaan atau situasi damai adalah apa yang manusia butuhkan untuk dapat menikmati hidup, Apakah dunia dapat memberikannya?
Dalam pemahaman anda, mungkinkah dunia di mana kita hidup ini, yang di dalamnya banyak kesusahan, kekecewaan, kepalsuan, pengkhianatan,
kekhawatiran, kekurangan, pertentangan, ancaman, perpecahan, dan kemunafikan dapat memberikan kedamaian yang anda butuhkan? Sepertinya tidak.
Banyak diantara kita masih dapat bersyukur, di tempat di mana kita tinggal tidak terjadi peperangan, kita tidak mendengar suara gencatan senjata,
tidak dihantui perasaan takut kalau kalau tempat tinggal kita akan meledak seketika, kita masih bisa tidur lelap tanpa harus khawatir akan tertimbun reruntuhan bangunan karena hantaman misil.
Dalam situasi sepertinya ini, makanan yang dimasak dengan enak pun tidak dapat dinikmati.
Jika dunia tidak dapat memberikannya, lalu dari mana kita dapat memperolehnya?
kita perlu lebih dalam memaknai kata kata Yesus dalam Yohanes 14:27 ini, Yesus dapat memberikan sesuatu yang lain, berbeda dari yang dunia tawarkan.
Jika dibaca dalam terjemahan Bahasa inggris, demikian isi ayat nya “I give you peace, the kind of peace that only I can give.
It isn’t like the peace that this world can give. So don’t be worried or afraid.”
Sesuatu yang hanya Tuhan saja dapat memberikannya.
Wow, bukankah ini sangat menarik, mengesankan sekali.
Ketika saya memiliki kesempatan untuk memperoleh sesuatu yang hanya dapat diperoleh dari Yesus, tidak ada sumber lain yang dapat memberikannya untuk anda.
Apakah itu? Ya, sesuatu yang dibutuhkan oleh hampir semua orang di dunia ini, Kedamaian.
Mungkin dunia dapat menawarkan kedamaian versi nya, tapi apakah itu yang kita inginkan?
Jika anda tidak memperoleh nya berarti anda tidak dapat menikmati kedamaian itu.
Berbeda dengan damai yang Yesus tawarkan. Anda tetap merasa cukup dengan apa yang tersedia (karena Roh kudus yang mengerjakannya untuk anda). –
kita dimampukan untuk Bersyukur, I Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”
Damai yang Yesus tawarkan tetap dapat anda nikmati walau kita dicemooh ( karena Roh Kudus mengerjakannya di dalam anda). –
kita dimampukan untuk Sabar, Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Damai yang Yesus tawarkan tetap dapat Anda nikmati walau kita ditegur oleh orang lain karena kesalahan kita, (Roh kudus yang mengerjakannya bagi anda)
– kita dimampukan untuk Rendah hati, Yakobus 4:10 “Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
Damai yang Yesus tawarkan tetap dapat anda nikmati walau walau hanya sebagai diakon atau koster, (Roh kudus yang mengerjakannya bagi anda)
– kita dimampukan untuk Melayani, I Petrus 4:10 “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
Damai yang Yesus tawarkan tetap dapat Anda nikmati walau kita ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi yang lebih dahulu beristirahat, (Roh kudus mengerjakannya di dalam Anda),
– kita dimampukan untuk Berpengharapan, Titus 2:13 “dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juru selamat kita Yesus Kristus.”
1. Mazmur 119:165 – Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka
2. Roma 2:10 – tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani
3. Efesus 6:15 – kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
1. Yesaya 48:22 “Tidak ada damai sejahtera bagi orang-orang fasik!” firman TUHAN.
“Wong dosa padha ora tau nemu katentreman,” mengkono pangandikané Allah.“ (Jawa)
1. Roma 12:18 “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”
2. Roma 14:19 “Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.”
3. I Korintus 7:15 “Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.”
4. I Korintus 14:33 “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.”
5. Markus 9:50 “Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya?
Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”
6. Efesus 4:3 “Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:”
7. I Tesalonika 5:13 “dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.”
8. Ibrani 12:14 “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.”
9. Filipi 4:7 “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Salam aman, iman, amin.
4 tahun lalu
[…] Buah Roh Ialah; Damai Sejahtera […]