Dunia memberikan banyak alasan untuk tidak memercayai oknum yang tidak terlihat yang kita panggil dengan sebutan Tuhan.
Tetapi masing masing pribadi memiliki jauh lebih banyak alasan untuk mempercayai Dia yang tidak kelihatan, karena mereka secara pribadi merasakan penyertaan Tuhan.
Berapa lama orang yang di samping mu akan bersama mu? Sejauh mana kalian dapat berjalan bersama?
Tidakkah kau tahu bahwa semua yang ada di bumi ini dapat lenyap dalam sekejap? hanya seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu menghilang.
Mereka yang baru saja bertemu dan berbicara dengan mu bisa saja pergi meninggalkan mu tanpa pesan.
Mereka yang bersamamu dapat saja berjanji akan selalu bersama mu, tetapi mereka tidak dapat memastikan nya.
Matius 28:20 “Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Baca juga: 4 Penghalang Sehingga Doa Tidak Dijawab
Selama ini dalam hidupmu berapa kali rencanamu gagal? Sesuatu yang sudah kau persiapkan dan rencanakan dengan sangat hati hati pun masih saja pupus.
Dalam kegagalanmu jangan menyesali diri, jangan berfikir bahwa kamu tidak layak untuk mendapatkan apa yang terbaik.
Tidak demikian, justru terkadang Tuhan menggagalkan rencana mu karena Ia tahu itu akan melukai mu. Tuhan memiliki rencana untuk mu.
Yeremia 29:11 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Baca juga: Maut Menunggu
Dunia ini medan peperangan, terkadang peperangan itu sangat berat strategi perangnya pun beragam dan mematikan, tetaplah tenang.
Tuhan akan berperang untukmu percayalah pada-Nya. Hiduplah dalam ketetapan-Nya. Latih dirimu untuk tidak menyerah dan jaga pikiranmu agar tidak lemah.
Nantikan waktu Tuhan, kemenanganmu datang segera. Tunjukkan pada dunia bahwa kamu siap untuk menghadapi kerasnya dunia.
Keluaran 14:14 “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”
Baca juga: TUHAN MENYESAL
Di sekitar mu mungkin ada orang yang kamu pikir paling mengenal mu. Coba tanyakan kepadanya sejauh apa ia bisa menjelaskan tentang mu.
Setelah itu kau akan menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada yang begitu mengenal mu selain Tuhan yang menjadikan mu yang bahkan lebih mengenal mu dibanding dirimu sendiri.
Yesaya 43:1 Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.
Baca juga: SORGA DAN PEREMPUAN
Pernahkah kamu coba untuk melihat hari depan mu akan seperti apa? Lalu kau temukan kah jawabannya? Atau justru ketika mencoba memikirkan nya rasa cemas lah yang memenuhi pikiranmu? ya, rasa takut dan khawatir menguasai mu.
Jelas saja, kamu tidak dapat mengetahui sesuatu yang ada di hari esok bahkan sesuatu yang hanya satu langkah di depanmu sekalipun. Hanya Tuhan yang tahu.
Mazmur 139:16 “Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya”
Baca juga: Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.
Di manakah tempat paling aman di muka bumi ini? Semua memiliki batas ketahanan, semua dapat hancur karena pembuatnya adalah tangan yang lemah.
Kapal besar nan megah tidak dapat menahan ombak selamanya, bangunan modern dengan teknologi mutakhir tidak selamanya dapat menahan guncangan gempa bumi.
Lalu kamu berfikir bahwa masih ada tempat yang aman di dunia ini sehingga kamu akan menaruh harapan mu di sini? Hanya kuasa Tuhan yang dapat menjaga mu.
“Mazmur 62:6-8 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nya lah harapan ku. Hanya Dialah gunung batu ku dan keselamatanku, kota benteng ku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatan ku, tempat perlindungan ku ialah Allah.”
2 tahun lalu
[…] Keyakinan yang Mengubah: Alasan Mengapa Kita Harus Memercayai Tuhan […]