x

Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 2)

waktu baca 8 menit
Sabtu, 18 Feb 2023 19:30 583 Jandri Tumangger

10. Thomas

Rasul Thomas, juga dikenal sebagai “Thomas yang ragu”.  Memiliki tradisi yang cukup lugas seputar kematiannya.

Kisah Thomas mengatakan dia menjadi martir di Mylapore India, di mana dia ditikam dengan tombak.

Tradisi Kristen Suriah menetapkan Thomas mati syahid di Mylapore, India pada tanggal 3 Juli 72 M, dia dibunuh dengan tombak.

Kalender gerejawi awal berbunyi: “3 Juli, St. Thomas yang ditusuk dengan tombak di ‘India’.”

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.

11. Yudas

Saudara dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

Tradisi lain mengatakan, secara tradisional diyakini bahwa Yudas mati syahid di Suriah dalam perjalanan misionaris nya bersama Simon orang Zelot.

Tetapi tidak jelas seberapa akurat tradisi ini karena berasal dari kisah yang ditemukan dalam Kisah Simon dan Yudas, sebuah teks penuh cerita legendaris yang dipertanyakan.

Baca juga: 4 Cara menyikapi penolakan

Menurut The Golden Legend, Simon dan Jude memerintahkan setan untuk keluar dari berhala dan menghancurkan nya.

Kemudian para pemimpin agama membunuh Simon dan Yudas:

“Dan ketika para uskup melihat ini, mereka berlari ke arah para rasul dan membantai mereka sampai mati. Dan pada jam yang sama, cuaca cerah yang tepat, datang guntur dan kilat yang begitu hebat sehingga kuil itu tersambar menjadi tiga, dan kedua pemikat itu berubah menjadi bara oleh sambaran guntur. Dan raja menelanjangi tubuh para rasul di kotanya, dan membuat sebuah gereja yang luar biasa megah untuk menghormati mereka.”

Dalam seni, Yudas sering digambarkan sedang memegang kapak untuk mewakili tradisi ini.

12. Filipus

Pada dasarnya, kita tidak tahu bagaimana Filipus meninggal.  Tapi ada banyak kemungkinan. Satu catatan mengatakan dia meninggal karena sebab alami.

Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda

Yang lain mengatakan dia dipenggal, atau dirajam sampai mati atau disalib terbalik.  Apa yang kita ketahui adalah bahwa dia meninggal sekitar abad pertama, mungkin sekitar tahun 80 Masehi.

Sebagian besar tradisi paling awal tampaknya menunjukkan dia menjadi martir di kota Yunani kuno Hierapolis.

Polycrates dari Efesus menulis dalam sebuah surat kepada Paus Victor, “Saya berbicara tentang Filipus, salah satu dari dua belas rasul, yang dimakamkan di Hierapolis. . .”

Baca juga: Pengangkatan Rahasia

13. Matias

Matias bukanlah salah satu anggota asli dari dua belas rasul.

Para rasul lainnya memilih dia untuk menggantikan Yudas Iskariot setelah Yesus naik ke surga, sementara mereka menunggu Roh Kudus dalam Kisah Para Rasul 1:12–26.

Matias adalah rasul yang paling tidak dikenal, jadi tidak mengherankan jika kita tidak dapat memastikan dengan pasti apa yang dia lakukan atau bagaimana dia meninggal.

Beberapa tradisi mengklaim dia dilempari batu pada akhir pelayanannya kepada kanibal di Aethiopia (Georgia).

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Orang Kristen Harus Melayani Di Luar Gereja

Traidis lainnya mengatakan bahwa dia dilempari batu oleh orang Yahudi di Yerusalem dan kemudian dipenggal.

Hippolytus dari Roma mencatat bahwa dia meninggal di Yerusalem karena usia tua.

14. Paulus

Paulus bukan salah satu dari dua belas murid, tetapi dia adalah satu-satunya orang yang secara universal dianggap sebagai rasul.

Secara khusus, dia adalah rasul bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi (Roma 11:3).

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Gereja Kecil Lebih Sulit untuk Bertumbuh

Kematiannya tidak dicatat dalam Alkitab, tetapi itu adalah salah satu martir yang terdokumentasi dengan baik di gereja mula-mula.

Banyak bapa gereja mula-mula menulis bahwa dia dipenggal oleh kaisar Nero, yang berarti itu terjadi sebelum tahun 68 Masehi.

Clement dari Roma memberikan catatan paling awal tentang kematian Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, di mana dia menyebutkan bahwa Paulus dan Petrus menjadi martir.

Baca juga: 4 Penghalang Sehingga Doa Tidak Dijawab

Disiksa dengan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67.

Rasul Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaan di penjara.  Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.

Menjadi pertanyaan, Apa yang membuat para rasul berani menanggung resiko harus bertaruh nyawa Apa yang membuat mereka berani untuk menjalani kehidupan di bawah bayang bayang penyiksaan?

Baca juga: 20 Ayat Alkitab, Kapan Harus Menutup Mulut (Diam).

Kekuatan Harapan

Saya teringat pengalaman sekitar sepuluh tahun yang lalu ketika mengenal seseorang yang istimewa bagi saya kala itu.

Kami bertemu di kota perantauan, kota yang sudah sejak lama ingin saya kunjungi karena indahnya cerita orang mengenai kota itu.

Akhirnya pilihan hidup membawa saya ke kota itu. Hebatnya bukan hanya sekedar berkunjung namun menetap di sana untuk kurang lebih satu setengah tahun lamanya.

Baca juga: 2 Perayaan Ulang Tahun Berujung Malapetaka. Bagaimana Merayakan Ulang Tahun?

Pertemuan dan komunikasi yang intens membuat kami merasa semakin dekat hingga memutuskan untuk berpacaran.

Akan tetapi tepat seperti pepatah katakan untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.

Kurang dari satu tahun kami bersama situasi dan kondisi membuat kami berpisah. Walau masih dengan perasaan sayang, namun sebagai pria sejati saya harus rela melepas.

Saya menerima keadaan itu dengan harapan mungkin ada waktu yang baik di hari mendatang untuk kami bersama lagi.

Baca juga: 30 Ayat Alkitab Ulang Tahun

Tiba pada bulan Januari, saya berulang tahun. Tepat di malam ke dua tahun yang baru itu saya menerima pesan darinya mengucapkan selamat ulang tahun disertai dengan doa terbaik dari nya.

Pada pesan kesekian  yang ia kirim malam itu, ia mengatakan bahwa ia menyesali perpisahan itu.

Dapatkah Anda bayangkan, ini seperti seseorang yang dahaga menemukan air jernih di tengah padang gurun yang panas.

Ketika berpisah dengan nya, saya menjalani hidup seperti mendaki gunung yang terjal berat dan melelahkan, dan ketika membaca pesan ini seperti menemukan sabana yang luas dengan aliran air jernih di jalur pendakian gunung yang terjal tersebut.

Baca juga: 40 Penulis Alkitab dan Tahun Penulisan

Dengan perasaan senang saya berbicara dalam hati, “Asa masih ada”.

Ada harapan untuk kembali bersama. Jika pria digambarkan identik dengan pemburu, maka naluri pemburu itu kembali bergejolak dalam diri saya ketika itu.

Saya memutuskan untuk menemui nya keesokan harinya. Melangkah dengan harapan yang ada saya memutuskan untuk mampir di sebuah toko yang menjual bunga mawar segar.

Baca juga: 666

Saya beli setangkai mawar merah menaruhnya di dalam tas agar jadi kejutan dan ada kesan dramatis ketika dikeluarkan perlahan.

Saya bukan pria yang romantis, hal seperti ini seumur umur tidak pernah saya lakukan sebelumnya, tetapi karena ada secercah harapan saya bersedia melakukannya.

Ketika saya menemuinya dan menyampaikan isi hati saya, apa yang terjadi kemudian tidak seperti yang Anda pikirkan.

Yang ingin saya sampaikan di sini adalah kekuatan Harapan. Ya, harapan lah yang membuat kita mampu melakukan apapun demi orang yang kita sayangi.

Baca juga: Apakah Bait Suci Yahudi Masih Ada?

Melakukan hal yang kita pikir kita tidak akan mau melakukannya, bahkan melakukan hal yang mungkin akan mencelakakan diri kita sendiri.

Itu juga alasan yang membuat para murid Yesus bertahan. Mereka memiliki harapan dari janji Yesus yang mereka ikuti selama ini.

Sebuah buku berjudul Kerinduan Segala Zaman halaman 305 menulis:

“Tetapi perkataan Yesus kepada mereka penuh harapan. Ia mengetahui bahwa mereka akan diserang oleh musuh dan bahwa tipu daya setan paling berhasil terhadap mereka yang tertekan oleh kesukaran.”

Harapan itu berasal dari janji Tuhan di dalam pernyataan-Nya menjelang Ia naik ke surga.

Baca juga: Sang Bait Suci

Yohanes 14:1-3 : “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Kisah Para Rasul 1:10,11: “Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Baca juga: SORGA DAN PEREMPUAN

Dua ayat ini hanya sebagian kecil dari petunjuk yang memberitahu kita bahwa para murid ternyata menaruh pengharapan terhadap Yesus yang sudah memanggil mereka untuk melayani bersama-Nya.

Selama tiga setengah tahun kebersamaan dengan Yesus ada kalanya mereka lupa apa yang harus mereka tiru dari Yesus, namun di sisi lain para murid ternyata memiliki sesuatu yang positif dalam diri mereka yaitu “pengharapan”.

Yesaya memberikan gambaran yang jelas mengenai pengaruh dari harapan.

Yesaya 57:10 ”Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: “Tidak ada harapan!” Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah”.

Baca juga: Sorga

Harapan membuat kita mendapat kekuatan baru, kita tidak akan menjadi lemah. Demikian lah yang dialami oleh para murid Yesus.

Pengharapan membuat para murid lebih sungguh sungguh melayani, membuat mereka lebih berkomitmen, bahkan membuat mereka lebih layak disebut sebagai murid daripada ketika Yesus masih ada bersama dengan mereka.

Kematian bukanlah hal yang menakutkan bagi para murid, karena harapan yang mereka miliki lebih besar dari rasa takut mereka.

Baca juga: 5 Kisah Cinta Pada Pandangan Pertama di Alkitab

Dan pengharapan pulalah yang membuat rasul Paulus berani berkata dalam Filipi 1:21 “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”

Mereka memahami bahwa kematian sekalipun tidak akan memisahkan mereka dari kasih Tuhan, kelak ketika Ia kembali maka mereka yang sudah mati akan dibangkitkan kembali untuk menerima hidup kekal.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x