Dalam budaya modern seperti sekarang ini merayakan ulang tahun seolah menjadi sebuah keharusan.
Bagaimana tidak, berbagai upaya dan kreasi dilakukan untuk merayakan momen peringatan kelahiran tersebut.
Mulai dari perayaan paling sederhana ketika seseorang memberi kejutan kepada sahabatnya di malam hari, ia datang membawa sebuah donut dengan sebuah lilin kecil di atasnya lalu menyanyikan lagu selamat ulang tahun bagi sahabatnya tersebut, hingga perayaan ulang tahun yang mengesankan dan mengagumkan mewahnya dengan kue yang besar dan indah.
Jamuan makan yang melimpah, dirayakan dengan biaya yang sangat mahal, sebagian orang meyakini, semakin meriah sebuah perayaan ulang tahun maka semakin bermaknalah pertambahan usia mereka.
Sebaliknya, seolah menjadi sebuah kengerian bagi seseorang ketika tidak ada seorangpun yang mengingat mengucapkan selamat di hari ulang tahunnya.
Ada banyak alasan mengapa seseorang merayakan ulang tahun, namun menurut saya alasan orang dewasa yang paling sederhana untuk dipahami adalah karena setiap orang menyadari bahwa kita semua mengalami pencapaian, oleh sebab itu perlu ada sarana untuk menandai pencapaian khusus tersebut.
Bagaimana seharusnya ulang tahun itu dirayakan?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut saya akan menyampaikan 2 peristiwa ulang tahun di dalam Alkitab dan bagaimana itu dirayakan, agar kita dapat mengambil pelajaran dari kedua kisah tersebut.
Baca juga: Bisikan dari Keabadian: Mendengarkan Suara Tuhan
Pengampunan dari Atas: Penyesalan dan Penebusan Tuhan
Tertulis dalam Keabadian: Kekuatan Nama Sejati Tuhan
Tahukah anda, di dalam Alkitab terdapat dua perayaan ulang tahun yang pada akhirnya menimbulkan malapetaka.
Perayaan ulang tahun pertama adalah ulang tahun Raja Firaun yang berkuasa di Mesir pada zaman Yusuf (Kejadian 40).
Tentu kita mengetahui cerita mengenai Yusuf yang dijual oleh saudara-saudara nya hingga akhir nya ia berada di Mesir, di rumah Potifar. Di rumah Potifar ia selalu berhasil dalam pekerjaan nya karena Tuhan menyertainya.
Yusuf yang manis sikapnya dan elok parasnya (Kejadian 39:6) tersebut disukai oleh istri Potifar hingga setiap hari ia menggoda Yusuf untuk tidur dengannya, akan tetapi Yusuf bukan orang biasa yang mudah tergoda untuk melakukan dosa, ia mengerti bagaimana menjaga dirinya dan tetap berkenan di hadapan Tuhan yang ia sembah.
Sikap Yusuf ini tidak disenangi oleh istri Potifar yang sudah dikuasai oleh nafsu jahat dalam dirinya, sehingga ia memfitnah Yusuf dan memaksa Potifar untuk memenjarakannya.
Sementara itu, setelah beberapa lama peristiwa ini berlalu, di dalam istana, juru minum dan juru roti raja membuat kesalahan terhadap Firaun yang menyebabkan mereka ditahan di dalam penjara yang sama dengan Yusuf ditahan .
Pada satu kali mereka berdua bermimpi namun tidak memahami makna mimpi tersebut, dan itu membuat mereka bersusah hati. Yusuf datang kepada mereka dan meminta agar mimpi tersebut diceritakan kepada nya, kemudian meyakinkan mereka bahwa Tuhan akan memberitahu arti mimpi tersebut.
Setelah juru minum dan juru roti menceritakan mimpi mereka (Kejadian 40:8-11, 16-17) Kemudian Yusuf memberitahukan makna mimpi tersebut. Dalam tiga hari juru minum akan ditinggikan dan dikembalikan kepada posisi pekerjaannya semula.
Dalam tiga hari juga juru roti itu akan ditinggikan dalam arti digantung dan burung burung akan memakan dagingnya. Tepat tiga hari setelah Yusuf mengartikan mimpi itu, di hari ulang tahun Firaun, tanpa memberitahukan alasannya juru minum dikembalikan kepada posisinya dan juru roti kemudian digantung.
Baca juga: 6 Alasan Kita Harus Mempercayai Tuhan.
Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit: Sebuah Realita Hidup
Mengarang Lagu Bersama Tuhan, Kisah Nyata Di Balik Lagu Yesus Sahabat Terindah
Tanda yang Diungkapkan: Menganalisa 2 Jenis Tanda dari Tuhan
Tuhan Lebih Besar dan Lebih Kuat, Optimis Era 4.0
Perayaan ulang tahun kedua adalah ulang tahun raja Herodes Antipas yang memerintah di wilayah Galilea pada zaman Yesus (Matius 14, Markus 6).
Herodes Antipas mengambil Herodias menjadi istrinya, padahal Herodias adalah istri dari Herodes Filipus yang adalah saudara kandungnya (keduanya anak Herodes Agung).
Karena tindakan itu Yohanes pembaptis menegur Herodes Antipas dan juga Herodias, dan ternyata tindakan tersebut menimbulkan dendam di hati Herodias.
Ketika Herodes Antipas mengadakan perayaan ulang tahun dihadapan pembesar-pembesar, perwira-perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea, hati Herodes disenangkan oleh tarian anak Herodias yang juga sudah dapat dianggap sebagai anak tiri nya.
Herodes kemudian menjanjikan akan memberikan apa saja yang diminta oleh putrinya tersebut sebagai hadiah, termasuk setengah dari kerajaannya (mungkin saja ia dalam pengaruh anggur yang memabukkan).
Lalu ketika putri Herodias bertanya kepada ibunya (Herodias) tentang apa yang harus dimintanya dari Herodes, maka Herodias menjawab: kepala Yohanes pembaptis dalam sebuah talam!
Mendengar hal ini Herodes sedih karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar, namun karena sumpahnya dihadapan tamu tamunya ia harus mengabulkan permintaan tersebut.
Malam itu juga, Herodes memerintahkan pengawal nya untuk memenggal kepala Yohanes dan memberikannya kepada gadis tersebut dalam sebuah talam dan gadis itu memberikannya kepada ibunya.
Demikianlah akhir hidup Yohanes pembaptis, seorang martir yang berani menyatakan kesalahan demi mempertahankan kebenaran sekalipun harus kehilangan nyawanya.
Itulah 2 kisah perayaan ulang tahun yang mengakibatkan malapetaka terhadap sebuah kehidupan.
Kepada mereka yang sedang berulang tahun perlu diingatkan mengenai tiga hal berikut ini.
Jika seorang Kristen mengadakan perayaan, maka perayaan itu harus meninggikan Tuhan; perilaku berdosa tidak boleh menjadi bagian dari perayaan itu. Perayaan ulang tahun adalah waktu untuk mengingat Tuhan.
Dalam dua kisah perayaan ulang tahun di atas, kita melihat tampaknya ada keistimewaan yang diberikan bagi mereka yang sedang berulang tahun, yaitu kebebasan untuk melakukan apa saja yang hendak mereka lakukan.
Baca juga: Pakaian Pengantin Surga: Perempuan Ilahi yang Dihiasi
Melampaui Gerbang Mutiara: Sebuah Perjalanan Menuju Sorga
Pengertian Damai Menurut Alkitab
Apakah prinsip yang sama masih ada hingga saat ini, mereka yang berulang tahun diijinkan meminta apa saja yang mereka inginkan lalu sedapat mungkin itu akan diberikan.
Sekarang kita melihat orang tua bersusah payah memberikan hadiah kepada anak-anak mereka pada hari ulang tahun mereka; mereka menjadikan ini sebagai kesempatan untuk membahagiakan dan menghormati anak, seolah-olah kehormatan adalah hak manusia.
Tindakan seperti ini akan membuat pikiran anak-anak dialihkan ke diri mereka sendiri, seolah-olah mereka akan dijadikan objek yang harus disukai.
Pada acara ulang tahun, anak-anak harus diajari bahwa mereka memiliki alasan untuk berterima kasih kepada Tuhan atas kasih setia-Nya yang memelihara hidup mereka untuk satu tahun lagi. Dengan demikian mereka memperoleh pelajaran berharga.
Kehidupan, kesehatan, makanan, dan pakaian, tidak kurang dari pengharapan hidup yang kekal, kita berhutang budi kepada Pemberi segala belas kasihan
Perjalanan yang mereka tempuh dan pencapaian yang mereka peroleh hingga saat ini tidak terlepas dari kerja keras orang tua.
Orang tua selalu berusaha melakukan yang terbaik bagi kehidupan mereka, dan ini tidak boleh dilalaikan apalagi dilupakan.
Maka setiap tahun yang berhasil dilalui adalah tahun tahun dimana orang tua mengalami perjuangan yang berat untuk membawa kita tiba pada pencapaian usia saat ini.
Mereka perlu diingatkan tentang bagaimana mereka memperhatikan orang lain yang lebih berkekurangan dari mereka, apakah mereka sudah menjadi berkat bagi orang lain?
Hidup yang berarti adalah ketika hidup kita mempunyai manfaat atas kehidupan orang lain.
Jika mereka yang berulang tahun mengerti tentang tugas tanggung jawab mereka dalam memperhatikan orang lain, maka daripada menggelar perayaan yang meriah, ia akan lebih memilih membantu orang lain dengan uangnya.
Jika artikel ini memberkati Anda, jangan lupa untuk membagikannya melalui media sosial yang anda miliki dengan menekan tombol share di bawah Postingan ini.
Tidak ada komentar