Lebih jauh memahami makna baptisan Yesus.
Ada banyak ayat Alkitab yang memberikan informasi tentang betapa pentingnya baptisan.
Diantaranya Markus 16:16:
“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”
Lukas 3:3 :Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”
Matius 3:6 “Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.”
Beberapa ayat di atas menghubungkan baptisan dengan pertobatan, pengampunan dosa dan keselamatan.
Berdasarkan Lukas 3:3, setidaknya kita memahaminya sebagai berikut: Seseorang terlebih dahulu harus bertobat kemudian menerima baptisan, setelah dibaptis mereka akan menerima pengampunan.
Hal serupa juga dengan yang dituliskan di dalam Matius 3:6, respon dari orang banyak adalah mereka mengaku dosa kemudian mereka dibaptis.
Mari kita melihat lebih jelas peristiwa ketika Yohanes membaptis orang banyak. Orang seperti apa yang dibaptis oleh Yohanes? (Lukas 3).
Diantara mereka ada pemungut cukai, para prajurit (berwatak korup dan preman), dan saya yakin diantara mereka juga terdapat para pelacur. Mereka datang untuk dibabtis oleh Yohanes.
Berdasarkan beberapa ayat tadi, baptisan artinya berubah cara hidup. Orang banyak yang dibaptis itu bertanya kepada Yohanes, apa yang harus kami lakukan?
Yohanes menjawab, “barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.”
Kepada pemungut cukai Yesus menjawab pertanyaan yang sama dengan mengatakan, “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.”
Tampaknya selama ini pemungut cukai sangat dibenci oleh orang banyak karena mereka mengutip atau menetapkan pajak lebih tinggi dari nilai yang ditetapkan oleh pemerintah saat itu.
Kepada para prajurit Yesus menjawab pertanyaan mereka dengan mengatakan “Jangan merampas dan jangan memeras, dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”
Tampaknya para prajurit ketika itu menggunakan profesi mereka untuk memeras orang lain dengan kekerasan.
Sederhananya, dibaptis artinya, bersedia menjadi lebih sensitif kepada penderitaan dan kebutuhan orang lain, dan bersedia menjadi lebih baik kepada orang disekitar kita.
Baca juga Keindahan Transenden: Pencarian Melihat Wajah Mistik Tuhan
Mengungkap Fakta Perubahan Hari Ibadah dari Sabtu ke Minggu
Makna Yesus Duduk di Sebelah Kanan Allah dalam Markus 16:19
Menjawab Spekulasi Terhadap Tahun Hidup Yesus yang Hilang
Pakaian Pengantin Surga: Perempuan Ilahi yang Dihiasi
Yohanes berbicara sangat tinggi tentang Yesus. Yohanes berkata “Dia yang akan datang jauh lebh besar dari saya, untuk membuka kasut-Nya pun saya tidak layak.”
Mendengar hal itu orang banyak tentu berfikir bahwa mereka akan melihat orang yang sangat suci akan datang.
Namun apa yang terjadi? Gantinya datang dalam keistimewaan, Yesus justru berada di antara barisan kelompok orang yang dibenci masyarakat, berbaris bersama mereka untuk dibaptiskan.
Ini pemandangan yang jarang, Yesus yang adalah Juruselamat, dan Ia berada di barisan orang orang berdosa, seolah olah Ia berdosa sama seperti para prajurit, pelacur dan pemungut cukai.
Berdasarkan Lukas 7:30 kita mengetahui bahwa orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak untuk dibaptiskan oleh Yohanes.
Mungkin saja karena mereka merasa terlalu suci untuk berada dibarisan orang orang berdosa yang akan dibaptiskan.
Alkitab katakan, mereka menolak maksud Allah (Luk 7:30). Mungkin saja karena mereka merasa gengsi, merasa tidak berdosa. Terhadap mereka Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa.
Kemudian setelah Yesus dibaptiskan, langit terbuka/terbelah/terkoyak dan terdengarlah suara dari sorga berkata: “Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku Aku berkenan.
Kerendahan hati Yesus mengakibatkan bahkan langit pun tidak kuasa menyaksikannya, sampai terbelah.
Di dalam injil Markus terdapat dua peristiwa suara terdengar dari Sorga.
Pertama di dalam Markus 1:11 ketika Yesus dibaptiskan dan keluar dari air, dan yang kedua di dalam Markus 9:7 ketika Yesus membawa Yakobus, Petrus dan Yohanes naik ke atas gunung dan di sana Yesus berubah rupa.
Jubah-Nya menjadi putih berkilauan, dan datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi dengarkan Dia.”
Pernyataan inilah Anak yang Kukasihi menggema dengan sangat nyaring di dalam Alkitab.
Untuk memahami lebih jauh mengenai baptisan Yesus kita harus membaca Imamat 16.
Imamat 16 dapat dikatakan sebagai pusat buku Imamat. Pasal ini berisi tentang penyucian kemah suci/kaabah untuk tujuan penghapusan dosa bangsa Israel yang diadakan satu kali dalam satu tahun.
Dalam melakukan upacara penghapusan dosa/hari raya Grafirat (upacara tahunan di bilik maha suci), ada dua hal yang harus dilakukan oleh imam besar.
Pertama, ia harus mandi (membasuh tubuhnya dengan air), tetapi sebetulnya bukan “dengan air”, melainkan “di dalam air.”
Membasuh tubuhnya di dalam air, bukan mandi (shower) tetapi baptizo atau ditenggelamkan. Yang kedua, ia harus memakai kemeja lenan yang kudus sebagai jubahnya.
Baca juga: Yesus Berjanji Mendahului Kamu ke Galilea
3 Cara Ampuh Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.
4 Cara Agar Siap Menghadapi Perpisahan.
Ketika Tuhan Teringat: The Everlasting Mind of God
Tawa dan Keseriusan dalam Misteri Ilahi: Sebuah Studi Alkitabiah
Ingat, dua hal ini yang terjadi dengan imam besar, dibaptis dan mengenakan jubah yang suci.
Ini juga yang terjadi dengan Yesus, Ia dibaptis (Markus 1:11) dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat (Markus 9:3).
Sekarang kita lebih memahami mengapa Alkitab dengan jelas memperkenalkan Yesus sebagai Imam Besar.
Ibrani 4:14 “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.”
Sekarang kita mengerti, bahwa pada saat dibaptis Yesus sedang menjalankan peran-Nya sebagai imam besar yang mengadakan pengataraan untuk menghapus dosa manusia.
Akan tetapi ada yang berbeda dengan imam besar di Perjanjian lama. Pada saat imam besar mengadakan upacara Grafirat, ia membawa hewan untuk dikorbankan, namun Yesus, Ia melakukan peran-Nya sebagai Imam Besar dan Ia juga berperan sebagai domba yang dikorbankan (disalibkan) untuk memikul dosa seluruh dunia.
Pada saat Yesus disalibkan, yang terjadi adalah tirai di bait suci sobek terbelah dua.
Dalam hal ini Markus terlihat sangat cerdas, ia tidak sembarangan ketika memberikan informasi ini.
Ketika mengawali tulisannya, Markus memberi kita informasi bahwa Sorga terbelah/terkoyak/sobek, ketika mengakhiri tulisannya Markus katakan tirai terkoya/sobek.
Kata yang sama, langit terkoyak/sobek melihat kerendahan hati Juruselamat, tirai sobek karena semua tujuan kaabah sudah digenapi oleh Yesus.
Ketika mengawali pekerjaan-Nya, Ia menyobek harga diri para ahli taurat, dengan berada di barisan pemungut cukai, pelacur dan prajurit ketika akan dibaptis, dan melalui peyaliban-Nya Ia mengerjakan rencana penyelamatan.
Baptisan Yesus bukanlah baptisan sederhana, baptisan Yesus adalah bagian dari peran-Nya sebagai Juruselamat (Imam Besar yang Agung).
1 tahun lalu
[…] Melampaui Pertobatan: Makna yang Lebih Dalam Mengenai Baptisan Yesus […]
1 tahun lalu
[…] Baca juga: Melampaui Pertobatan: Makna yang Lebih Dalam Mengenai Baptisan Yesus […]