x

YAKUB DARI BETEL DAN KE BETEL

waktu baca 5 menit
Senin, 20 Mar 2023 19:37 719 Jandri Tumangger

Ayat inti: Kejadian 28:10-22 ; 35:1-15

Setelah Yakub menipu kakak dan ayahnya untuk mendapatkan hak kesulungan, ia sangat ketakutan terhadap kakaknya Esau yang berencana untuk membunuhnya.

Atas saran ibunya, maka ia melarikan diri ke rumah paman nya yang bernama Laban di Haran.

Di tengah perjalanan ini ia berjumpa dengan sebuah pengalaman yang membuatnya sangat terpesona.

Dalam tidurnya ia bermimpi tentang tangga yang ujungnya sampai ke langit, dan para malaikat turun naik di atas tangga itu.

Baca juga: Nama Tuhan

Dalam mimpi itu Allah menyatakan diri kepada Yakub, dan dua hal yang Tuhan sampaikan di sana adalah ada janji berkat dan penyertaan dari Allah (Kej 28:13-14).

“Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu. Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.”

Kemudian Yakub juga menyampaikan nazar dan janji setianya terhadap Tuhan (Kej 28:20-22).

“Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.”

Setelah semua peristiwa itu, maka Yakub melanjutkan perjalanannya ke Haran. Ia tiba di sana dan bekerja pada Laban.

Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda

Waktu terus berjalan, Yakub berhasil dan menjadi kaya.

Sekitar lima belas tahun setelah pengalaman pertamanya di Betel Allah memerintahkannya untuk kembali ke Betel (Kej 35:1) dan mendirikan Mezbah bagi-Nya di sana.

Dan kita semua mengetahui bahwa Yakub menaati perintah itu.

Peristiwa kembalinya Yakub ke Betel (Kej 35:1-15) untuk mendirikan mezbah bagi Tuhan menunjukkan 3 hal positif tentangnya yang dapat menjadi pelajaran rohani bagi kita.

Baca juga: TUHAN TERINGAT

1. Ia tidak melupakan Betel walau ia sudah menjadi seorang yang sukses.

Lima belas tahun yang lalu di Betel ia berjumpa secara pribadi dengan Allah.

Ketika itu ia hanya seorang diri, tidak mempunyai harta kekayaan dan bahkan ia adalah seorang pelarian.

Di sana Allah berjanji menyertainya, dan ia berjanji untuk setia kepada Allah.

Lima belas tahun sudah berlalu, dan sekarang ia bukan lagi Yakub yang miskin yang sedang dalam pelarian.

Baca juga: TUHAN MENYESAL

Sekarang ia telah memiliki harta kekayaan yang melimpah, isteri dan anak-anak serta budak.

Sungguh ia adalah seorang yang sukses dalam hidupnya. Namun ketika Allah menyuruhnya ke Betel untuk menyembah Allah di sana, ia masih tetap taat.

Bagi Yakub segala kekayaan, kejayaan dan kesuksesannya tidak dapat menutup mata hatinya untuk dengar-dengaran kepada perintah Allah.

Ia menghargai Allah bukan saja ketika ia susah, sedih, miskin dan ketakutan, tetapi juga ketika ia senang, sukses dan damai.

Baca juga: 6 Alasan Kita Harus Mempercayai Tuhan.

Adakah sikap ini juga menjadi sikap kita?

Bayangkan 15-25 tahun yang lalu ketika Anda mungkin berjuang untuk mencari pekerjaan.

Anda berdoa dan mengharapkan pertolongan Tuhan dalam menemukan perkerjaan.

Sementara sedang menanti jawaban doa Anda rajin ke gereja.

Namun saat ini mungkin Anda telah sukses dalam karir pekerjaan, adakah kita masih setia kepada Allah seperti dahulu?

Baca juga: Mengarang Lagu Bersama Tuhan, Kisah Nyata Di Balik Lagu Yesus Sahabat Terindah

2. Ia datang ke Betel bersama dengan seluruh anggota keluarganya bahkan bersama seluruh budaknya.

Kalau lima belas tahun yang lalu ia berjumpa dengan Allah seorang diri saja, maka saat ini ia datang menjumpai Allah di Betel dengan membawa seluruh orang-orang yang bersama dengannya.

Ia bisa saja meninggalkan keluarganya di suatu tempat dan datang ke Betel seorang diri, namun itu tidak dilakukannya.

Baca juga: Saat Yesus Tidak Dapat Membuat Mukjizat

Ia merasa bahwa keluarganya pun perlu mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah sama seperti yang dialaminya.

Ia mau agar pengaruh Betel yang dialaminya lima belas tahun silam juga dialami oleh isteri dan anak-anaknya.

Adakah keluarga Anda sudah berjumpa dengan Allah secara pribadi?

Jika Anda seorang suami, adakah istri dan anak-anakmu sudah percaya kepada Allah?

Baca juga: Aku Melihat Yesus

Jika Anda seorang istri, adakah suami dan anak-anakmu sudah mengalami kuasa Betel itu?

Jika Anda seorang anak, adakah orang tuamu sudah dibawa kepada Allah di Betel itu?

3. Ia kembali lagi ke Betel dan hidupnya diperbaharui

Sewaktu hendak datang ke Betel, ia menyuruh semua keluarganya untuk menjauhkan dewa-dewa asing dari tengah-tengah mereka dan menguduskan diri mereka (Kej 35:2-4).

Baca juga: 4 Cara menyikapi penolakan

Dewa-dewa asing ini mungkin menunjuk kepada dewa keluarga dari Laban yang dicuri oleh Rahel sewaktu lari dari rumah Laban yang bernama “Terafim” (Kej 31:30-35).

Nama Yakub identik dengan penipuan, dan memang ia seorang yang jago dalam hal tipu menipu.

Dalam kehidupan seorang pria dewasa, ada tiga orang pria lain yang seharusnya menjadi dekat dengannya, yakni ayahnya, saudaranya, dan mertuanya.

Baca juga: Pembangunan Menara Babel, Sebuah Antitesis Penyebaran Injil.

Namun sayang, ketiga pria ini semuanya ditipu oleh Yakub. Ia menipu ayah dan kakaknya dalam kasus hak kesulungan.

Selanjutnya sepanjang di rumah Laban, tipu menipu sangat lekat dengan kehidupannya.

Pertama kali ia yang ditipu dalam kasus Rahel di mana pada hari pernikahannya, Rahel diganti dengan Lea (Kej 29:25), dan untuk mendapatkan Rahel, ia harus bekerja tujuh tahun lagi (Kej 29:18).

Baca juga: Cinta Pada Pandangan Pertama

Selanjutnya Yakublah yang menipu Laban dalam hal hewan (Kej 30:42). Lalu Laban yang menipu Yakub lagi dalam hal upah (Kej 31:7), dan akhirnya Yakub kembali lagi menipu Laban ketika ia melarikan diri dari rumah Laban (Kej 31:20).

Sungguh jalan hidup Yakub adalah jalan penipuan, namun dengan kedatangannya di Betel, Allah merubah dia.

Baca juga: 5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama

Ia bukan lagi Yakub yang adalah penipu melainkan Israel yang artinya pejuang Allah (Kej 35:10).

Ia telah mengalami perubahan ajaib. Adakah sesuatu yang belum berubah dari kehidupan Anda?

Adakah cara hidup yang lama yang masih tetap engkau peluk? Datanglah pada Allah di Betel, maka ia akan memperbaharui mu dan menjadikan mu ciptaan yang baru.

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x