Seberapa jauh Anda mengetahui seperti apa dan bagaimana sorga itu?
Seberapa jauh Anda pernah mendengar seseorang berbicara tentang sorga?
Atau seberapa jauh Anda pernah mencoba berbicara tentang sorga?
Topik tentang sorga selalu menjadi topik yang hangat dan menarik untuk diperbincangkan.
Tetapi yang lebih menarik lagi, memperhatikan mereka yang berbicara tentang sorga, berusaha menjelaskan seperti apa sorga itu, bagaimana kita dapat berada di sana.
Yang seorang berkata harus seperti ini, harus miliki itu, harus lakukan ini, harus tinggal di suatu tempat, harus makan ini, dan sebagainya.
Bahkan ada saja yang seolah sudah mengerti siapa saja yang akan berada di sana dan siapa yang tidak, sebagaimana yang diajarkan oleh Jhon Calvin.
Kita terbatas ketika berbicara tentang sorga, belum ada diantara kita yang pergi ke sana, mengambil gambar dan menunjukkannya kepada kita atau menceritakan bagaimana sebenarnya sorga itu.
Ketika berbicara tentang sorga para hamba Tuhan, Yesaya, Yehezkiel, Yohanes, mereka berkesempatan mendapat khayal tentang sorga, mereka tidak tahu harus seperti apa menjelaskan tentang sorga itu.
Kata kata mereka terbatas untuk menjelaskan tentang sorga.
Paulus berkata dalam 2 Korintus 12:2,4 tentang sorga atau Firdaus aku tidak tau menjelaskan nya, tidak dapat menceritakannya.
Yohanes hanya bisa katakan dengan sangat sederhana di sorga semua yang negatif tidak ada, tidak ada perkabungan, tidak ada tangis dan tidak ada dukacita.
Bahkan Henok dan Elia yang kita yakini sudah berada si sorga tidak pernah berbicara tentang dan bagaimana cara pasti agar masuk sorga.
Tetapi kita bisa belajar dari budaya hidup mereka yang ditulis dalam Alkitab.
Tidak ada yang salah ketika berbicara tentang sorga, sebatas informasi yang diberitahukan oleh Alkitab.
Namun yang terjadi adalah, seringkali kita juga memberikan komentar tentang hal yang Alkitab saja berdiam atasnya.
Lebih jauh lagi, ada saja yang sudah merasa sebagai asisten Tuhan, seolah ia adalah pemegang kunci sorga dan sudah positif masuk sorga.
Akibatnya, Ketika orang lain tidak sepaham dengan yang ia sampaikan maka terjadi perdebatan, saling menghakimi dan berujung pada permusuhan.
Kita bermusuhan karena memperdebatkan suatu pendapat yang bersifat spekulatif?.
Sadarkah kah kita mengapa terjadi? karena ada yang merasa sudah sangat paham tentang sorga bahkan paham bagaimana cara pasti bisa masuk ke sana.
Baca juga: Pengampunan dari Atas: Penyesalan dan Penebusan Tuhan
Penyesalan Terungkap di Alkitab: Dua Nuansa Penyesalan
Pakaian Pengantin Surga: Perempuan Ilahi yang Dihiasi
Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit: Sebuah Realita Hidup
Segala bentuk organisasi yang menawarkan tentang sorga sangat diminati.
Pemimpin yang selalu menawarkan sorga bagi para pengikutnya sangat dipuja puja.
Bahkan apapun dilakukan untuk dapat masuk sorga, termasuk syarat yang tidak masuk di akal.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan keinginan itu, karena Tuhan sendiri yang membuat itu dalam diri manusia.
Pengkhotbah 3:11 “(TB) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka…
(ACV) He has made everything beautiful in its time. Also He has set eternity in their heart,…
Kita semua menginginkan sesuatu yang kekal, indah, menyenangkan, damai, tidak ada kesusahan dan tidak akan berakhir, dan kita yakini itu semua hanya ada di sorga.
Itu sebabnya sorga selalu menjadi bahan pembicaraan dan bahkan menjadi motivasi atas setiap tindakan.
Sampai kita tidak sadar, topik tentang sorga sering memunculkan perselisihan dan tindakan saling menghakimi.
Karena terlalu jauh berbicara tentang orang lain masuk sorga atau tidak, sampai kita lupa berbicara tentang diri kita sendiri.
Bagaimana kalau kita lebih banyak berbicara tentang hal yang Yesus pesankan sebelum ia kembali ke sorga yang terdapat dalam Yohanes 14:27.
Tuhan mengetahui dunia yang kita tempati ini : Membingungkan, Menakutkan, Ancaman, Kesusahan, Pertentangan, Perpecahan. Itu sebabnya Ia berfirman dalam Yoh 14:27
terjemahan Contemporary English Version mengatakan, aku akan memberikan kepadamu damai, yaitu jenis damai yang hanya Aku yang dapat memberikannya.
Jangan lupa pasal ini berbicara tentang Roh Kudus yang akan menggantikan kehadiran Yesus.
Jadi damai sejahtera yang Yesus maksud adalah damai sejahtera karena kehadiran Roh Kudus, yang dapat bertahan walau kondisi sekitar mengancam, mengerikan, membingungkan, banyak pertentangan, perpecahan dan bahkan ketika kita direndahkan.
Apakah kita sudah dapat merasakan damai yang Tuhan maksudkan? Jika belum, Megapa kita tidak merasakan damai sejahtera itu?
Boleh jadi karena kita memiliki sumber lain, dan tentunya produknya juga berbeda. Kita memilih damai sejahtera yang buatan dunia bukan yang Tuhan berikan.
Damai sejahtera menurut dunia adalah jika “ memiliki segala sesuatu, sehingga kita hanya terfokus semata mata untuk menambah harta di dunia.
Kita lupa menjalin hubungan dengan Sang pemberi damai yang sesungguhnya, yang terjadi adalah kesibukan tiada henti, kekacauan, kebingungan, terlalu Lelah, kepanikan, kekhawatiran, dan menghalalkan berbagai cara untuk mencapai keinginan.
Tetapi damai sejahtera yang Tuhan maksudkan adalah mencukupkan diri dengan apa yang ada padamu, Roh kudus mengerjakannya bagi kita. Kita menyebutnya – Bersyukur
Damai sejahtera versi dunia adalah ketika semua orang mau mendengar perkataan kita, kalau ada yang tidak setuju rasanya ingin marah dan menekan orang itu.
Damai yang maksudkan Tuhan adalah walau kita di cemooh, pendapat atau kata kata kita tidak didengar kita tetap dapat tenang, Roh Kudus mengerjakannya, kita menyebutnya – Sabar
Damai sejahtera versi dunia adalah ketika tidak ada yang berani menegur kita sekalipun kita bersalah, Jika ada yang berani menegur kesalahan kita maka kita akan agresif bahkan garang menantang.
Tetapi damai yang Yesus maksudkan adalah ketika kita diperingatkan atau ditegur atas kesalahan, kita menerimanya, Roh kudus yang mengerjakannya kita menyebutnya – Rendah hati.
Damai sejahtera versi dunia adalah ketika tidak ada bencana yang terjadi, kita aman tenteram, dan begitu ada kesusahan kemudian mencari dan menuduh orang lain sebagai sumber kesusahan itu, bahkan bisa jadi mempersalahkan Tuhan.
Tetapi damai yang Yesus maksudkan adalah ketika menghadapi kesusahan dan bencana dalam kehidupan, tetap yakin bahwa sesuatu yang lebih baik akan datang, Roh kudus yang mengerjakannya. kita menyebutnya – Percaya akan pemeliharaan Tuhan
Damai sejahtera versi dunia adalah ketika dipromosikan naik jabatan jadi pimpinan, jika tidak akan lakukan segala macam cara.
Tetapi damai sejahtera yang Yesus maksudkan adalah walau status masih karyawan biasa dan tidak ada promosi tetapi tetap bekerja sebaik mungkin, Roh kudus mengerjakannya, kita menyebutnya – Melayani.
Damai sejahtera versi dunia adalah karena orang-orang yang kita sayangi selalu ada di sekeliling kita, tidak dapat menerima jika terjadi perpisahan yang disebabkan oleh kematian.
Tetapi damai yang Yesus maksud adalah, walaupun kita didahului beristirahat oleh orang yang kita kasihi kita tetap setia kepada Tuhan dan menanti janji kebangkitan, Roh kudus yang mengerjakannya kita mengenalnya sebagai – Pengharapan.
Jika harus berbicara tentang sorga, maka saya akan menghindari untuk membahas sorga secara fisik Karena I Korintus 13:9 katakan pengetahuan kita tidaklah lengkap, termasuk mengenai sorga.
Saya juga tidak berani untuk membuat daftar tentang siapa yang akan masuk sorga dan siapa yang tidak.
Saya sedang belajar untuk membahas dan menciptakan sorga dari segi suasana, sekarang, di tempat di mana saya berada.
Jika saya sudah dapat menciptakan suasana sorga itu dan dapat dinikmati oleh orang disekitar saya, Semoga Tuhan mengaruniakan sorga dari segi tempat, bagi saya kelak.
Tuhan memberkati.
5 tahun lalu
[…] Melampaui Gerbang Mutiara: Sebuah Perjalanan Menuju Sorga […]
5 tahun lalu
[…] Baca juga: Melampaui Gerbang Mutiara: Sebuah Perjalanan Menuju Sorga […]
5 tahun lalu
[…] Melampaui Gerbang Mutiara: Sebuah Perjalanan Menuju Sorga […]