Pada saat kapan Anda membutuhkan tanda?
Pernahkah Anda pergi ke suatu tempat yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya?
Atau pernahkah Anda berfikir tentang siapa atau seperti apa dia yang akan mendampingi Anda seumur hidup?
Tentu Anda pernah berencana untuk bertemu dengan seseorang yang sudah menjalin komunikasi dengan Anda namun belum pernah bertemu?
Apakah Anda berencana untuk melakukan pendakian gunung yang belum pernah di kunjung sebelumnya?
Bilamana Anda berencana berkunjung ke tempat baru biasanya Anda akan mencari informasi bagaimana ke sana.
Dari setiap pengalaman ini hal yang pasti akan sangat membantu kita adalah tanda.
Saat akan bertemu dengan seseorang yang belum pernah Anda temui, maka Anda akan meminta tanda kepadanya, warna apa bajunya, di mana dia berdiri atau duduk sehingga kita dengan mudah dapat menemukannya.
Ketika melakukan pendakian gunung pihak pengelola biasanya sudah menaruh tanda untuk menunjukkan jalan yang harus dilalui.
Ini harus menjadi perhatian bagi setiap pendaki demi keselamatan masing masing.
Seseorang yang sedang menantikan pendamping, atas rasa penasaran dan kerinduan seringkali mencoba meminta tanda kepada Tuhan atas permohonan yang satu ini.
Mungkin Anda memiliki pengalaman lain yang memerlukan tanda. Apapun itu, faktanya kita sering membutuhkan tanda.
Baca juga: 4 Cara Menyikapi Penolakan
Mengapa Perpisahan Menimbulkan Kesedihan? 4 Cara Jitu Agar Anda Siap Menghadapi Perpisahan.
5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama
JADILAH SEMPURNA: Sebuah Panggilan dalam Kejadian 17:1.
Terdapat beberapa kisah tentang mereka yang ketika diperintahkan untuk melakukan sesuatu maka terlebih dahulu meminta tanda untuk meyakinkan dirinya terhadap suatu hal yang akan mereka lakukan.
Ada hal menarik tentang tanda yang dapat menjadi pelajaran bagi kita:
Orang pertama yang diberi tanda adalah Musa. Ketika Tuhan mengutus Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, ia merasa ini tugas yang berat untuk dilakukan.
Musa berkata “siapakah aku ini, sehingga aku yang harus pergi menghadap Firaun?”.
Musa berupaya untuk menolak penugasan ini. Musa memikirkan tentang kesulitan‑kesulitan yang akan dihadapinya.
Ia berfikir tentang kealpaan nya, kebodohan serta sikap tidak percaya daripada bangsanya itu.
Banyak dari antara mereka yang tidak mempunyai pengetahuan akan Allah, dan ia merasa tidak mampu mengatasi kesulitan ini.
Dalam keadaan seperti ini, dalam penolakan yang dilakukannya, ia takut kalau kedatangannya tidak dipercayai sebagai utusan Tuhan.
Sesungguhnya yang ia minta adalah tanda, sesuatu yang ia rasa dapat membantunya dalam mengatasi kesulitan dalam tugas ini.
Tanda yang dapat disaksikan oleh indera nya, dan Tuhan memberikannya.
Ia diperintahkan untuk melemparkan tongkatnya, dan tongkat itu menjadi ular, dan kembali menjadi tongkat ketika dipegang.
Kedua kali Musa di perintahkan untuk memasukkan tangannya ke dalam ketiak-nya (terjemahan bahasa batak Toba)
dan seketika itu juga tangannya kena kusta, dan sembuh ketika kembali dimasukkan ke dalam ketiak nya.
Musa tidak punya alasan lagi untuk menolak termasuk ketika ia katakan bahwa ia tidak pandai bicara.
Tuhan berikan solusi untuk setiap alasan yang diberikan nya (Keluaran 4:1-17).
Baca juga: Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan
Baca juga: SORGA DAN PEREMPUAN
Orang kedua yang diberikan tanda adalah Gideon. Ketika Tuhan menugaskan-nya untuk membebaskan bangsa Israel dari cengkeraman orang Midian,
Gideon merasa tidak mampu melakukan tugas ini, tetapi Tuhan mencoba meyakinkan Gideon bahwa ia dapat mengalahkan orang Midian.
Sama halnya dengan yang dibutuhkan oleh Musa ternyata juga dibutuhkan oleh Gideon.
Ia meminta tanda, ia mengolah seekor anak kambing dan roti tak beragi,
meletakkannya di atas batu lalu Tuhan mendatangkan api dan memakan habis daging dan roti itu sebagai pertanda akan kuasa Tuhan yang akan menyertainya.
Bukan hanya itu, Gideon juga meminta tanda yang lain untuk meyakinkan-nya, ia meminta agar Tuhan menunjukkan tanda melalui guntingan bulu domba.
Jika terdapat embun pada bulu domba itu setelah dibiarkan bermalam di luar tetapi seluruh tanah sekelilingnya kering,
maka ia akan percaya bahwa memang Tuhan akan menyelamatkan orang Israel dengan perantaraan Gideon.
Tuhan memberikan tanda seperti yang diminta oleh Gideon.
Ia kembali meminta tanda sekali lagi, dengan alat peraga yang sama namun kali ini ia meminta guntingan bulu domba itu kering dan tanah di sekeliling nya berembun.
Itupun Tuhan lakukan (Hakim-hakim 6: 36-40). Gideon tidak punya alasan lagi untuk menolak.
Orang ketiga yang diberikan tanda adalah para gembala. Ketika para gembala sedang menjaga kawanan ternak di padang, malaikat Tuhan datang kepada mereka dan memberitahukan kabar kesukaan besar,
Telah lahir Juru Selamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud (Lukas 2). Kepada para gembala juga diberikan tanda.
“Dan inilah tandanya bagimu, kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
Tokoh dalam tiga kisah tadi sama sama diberikan tanda, tapi sadar kah kita ada yang berbeda dari tanda yang diterima oleh Musa dan Gideon dengan yang diterima oleh para gembala.
Musa dan Gideon seolah di permudah langkah kaki mereka ketika menerima tanda sebelum mereka melakukan tugas yang harus mereka lakukan.
Kekhawatiran dan ketakutan yang mereka rasakan di awal seolah hilang karena peristiwa supranatural yang mereka saksikan menegaskan bahwa apa yang dijanjikan Tuhan bagi mereka benar benar akan terjadi.
Bagaimana dengan Para gembala? kepada mereka tanda itu adalah sebuah pergumulan, tantangan, pengorbanan dan perjuangan.
Mereka harus terlebih dahulu melangkahkan kaki, berjalan jauh, berusaha memercayai-nya sementara mereka berjalan.
Mereka mencoba mengingat petunjuk tanda itu sampai mereka dapat menyaksikan langsung tanda itu.
Karena tanda itu hanya akan mereka temukan ketika mereka sudah bertemu dan melihat bayi Juru Selamat yang lahir itu.
Jika sampai saat ini Anda belum menerima tanda sebagaimana yang diterima oleh Musa dan Gideon, walau sudah memintanya.
Coba pikirkan tanda yang diterima oleh para gembala ini, boleh jadi tanda bagi Anda juga harus digumulkan.
Membutuhkan pengorbanan dan hanya dapat ditemukan ketika Anda sedang atau sudah memperjuangkan apa yang Anda rindukan.
Salam Aman,Iman Amin.
Kalau mau Aman miliki Iman, apa yang Tuhan katakan Amin kan.
Tidak ada komentar