Ada suatu hal yang harus kita ketahui secara lengkap saat ini, tidak melulu setengah-setengah.
Apa yang setengah setengah itu? “ laki laki adalah kepala keluarga”.
Lalu apa yang lengkap? “laki laki adalah kepala keluarga dan perempuan adalah jantung hati keluarga”.
Jantung hati menggambarkan kehangatan, keakraban dan kasih sayang.
Kisah tentang kehidupan di bumi pertama kali di tulis dalam kitab kejadian, dalam bahasa Inggris disebut Genesis.
Sesungguhnya kata yang lebih tepat untuk mengartikan Genesis adalah asal usul. Jadi cerita tentang perempuan dalam buku “asal usul” adalah cerita tentang asal usul perempuan.
Siapa nama istri Adam? Hawa, Kejadian 3:20 menulis “Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup’.
Singkatnya “ manusia itu memberi nama “hidup” kepada istrinya.
Baca juga: Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan
5 Kisah Cinta Pada Pandangan Pertama di Alkitab
Yesus Berjanji Mendahului Kamu ke Galilea
Dalam bahasa indonesia ada satu kata yang tidak diterjemahkan dari bahasa aslinya yaitu sebuah kata penghubung (and, but, now, so, then) di awal kalimat ayat 20 ini.
Dalam terjemahan King James Version dituliskan sebagai berikut:
Genesis 3:20 “AND Adam called his wife’s name Eve; because she was the mother of all living.”
Artinya ayat 20 ini harus dibaca sebagai lanjutan dari ayat sebelumnya, yakni ayat 17 “Dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
(18)semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
(19) dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
Untuk lebih memahami Kejadian 3:19 kita harus membaca Kejadian 2:7 “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Jadi Adam yang dibentuk dari ADAMA (debu tanah) akan kembali menjadi debu tanah.
Kejadian 3:17-19 bercerita tentang kesusahan, kematian dan beratnya hidup, “Engkau adalah debu dan akan kembali menjadi debu.”
Ini adalah kata kata terakhir yang Adam dengar dari Tuhan – Perkataan yang bernuansa kematian–
Maka reaksi Adam ketika mendengar itu ada di ayat 20 : DAN manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya. Hawa artinya adalah “hidup”.
Lihat betapa terinspirasi nya Adam ketika ia melihat wanita.
Adam melihat ada harapan kehidupan dalam diri seorang perempuan yang di hadapannya, di saat sulit ia terinspirasi tentang KEHIDUPAN.
Baca juga: 5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama
5 Cara agar Anda Mampu Mengatasi Patah Hati
Apa Arti Kasihilah Musuhmu dan Berdoalah Bagi Mereka yang Menganiaya Kamu?
Apa Artinya Diberkatilah Orang Yang Membawa Damai?
Perempuan adalah hidup, banyak kesaksian suami yang sakit dapat bertahan hidup karena melihat istrinya, suami kembali melihat ada harapan.
Itu sebabnya akan sedih rasanya jika ada laki laki lebih memilih ingin mati saja karena melihat kelakuan istrinya. itu sebuah kengerian.
Harusnya semua laki laki seperti Adam, ditengah tengah ancaman maut ia mengatakan “saya bisa bertahan karena dia.” Kenapa? karena Hawa akan membawa hidup baru ke dunia ini.
Lalu mengapa Adam tahu bahwa ia akan hidup? Karena ia akan mempunyai penolong (Kejadian 2:18).
Semua status ibu ibu adalah helper/pembantu, sehebat apapun gelar dan ilmunya tetap saja para ibu adalah pembantu (mohon maaf sekali).
Kalau mendengar kata pembantu kesannya seperti kelas dua, karena sehebat hebatnya asisten tetap saja asisten, sehebat hebatnya wanita ya tetap hanya jadi asisten saja.
Tapi teknik membaca Alkitab seperti ini tidak baik untuk diteruskan, tahun 2023 ini teknik membaca Alkitab nya harus lebih mutakhir.
Dalam alkitab setiap kata HELPER muncul, itu ditujukan kepada Tuhan. Dan kalau Tuhan muncul sebagai pembantu maka konteks nya adalah penolong dari maut.
Mazmur 33:18 ”Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, (19) untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. (20) Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! (21) Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.”
Mazmur 121:1 ” Darimanakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari Tuhan”
Maka cara membaca yang lebih mutakhir adalah perempuan sebagai penolong, bukan pembantu atau helper melainkan penyelamat.
Jika suami terjerumus dalam jurang kesulitan maka istri yang akan menjadi penolong.
Darinya akan datang penerus hidup, ia pemelihara hidup yang datang itu, dan ia akan menjadi penyelamat di masa kesulitan.
Tuhan menggunakan perempuan sebagai pejuang dalam jurang dosa, tapi kita hanya memandang mereka sebagai asal mula pelanggaran.
Sebenarnya kita bisa melihat cerita penting di sini, pria (Adam) yang kita rasa kuat dan berpengaruh ternyata bisanya hanya ikut ikut yang istri katakan.
Hawa menyuruh Adam untuk memakan buah, dan ia memakannya.
Pelajarannya: kalau saja perempuan menang dalam perjuangan iman maka suaminya akan mengikut nanti, tapi jika perempuan sudah kalah dalam perjuangan iman, maka suami pun tidak dapat dimenangkan.
Kitab Kidung Agung menuliskan gambaran umat Tuhan yang rindu akan kehadiran Tuhannya
“ kucari jantung hatiku tetapi tak ku temui, seperti seorang wanita merindukan kekasihnya, ku panggil seolah tidak menyahut, ku cari tidak ketemu.”
Mengapa Tuhan menggunakan gambaran kerinduan seorang wanita? Bukan kerinduan seorang pria? Karena kalau wanita sudah rindu mungkin lebih tenanan / sungguh2 daripada pria, “katanya”….
Bagaimana Alkitab ditutup?
Wahyu 21:2 “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.
Jadi jangan bilang wanita tidak boleh berdandan. Kalau kita ingin tahu bagaimana sibuk nya Tuhan menyediakan surga agar indah, kita lihat saja ketika perempuan sedang berdandan.
Untuk pakai baju saja yang harusnya pakai baju bisa 5 menit tapi kalau perempuan jadi 50 menit, bolak balik ganti, ada saja yang kurang pas.
Wahyu 21 konsep nya terdapat dalam Kejadian 2: 22; Siapa yang membuat Hawa? Tuhan. Siapa yang membawa Hawa kepada kepada Adam? Tuhan.
Siapa yang membuat Yerusalem baru? Tuhan, Siapa yang akan membawa Yerusalem baru itu kepada kita? Tuhan.
Dan ketika Yerusalem baru itu digambarkan yang Tuhan gunakan adalah gambaran perempuan.
Namun sangat disayangkan, ada hal yang aneh muncul sekarang ini pada pihak perempuan, ada kelompok wanita yang ingin menyamai laki laki atau setara dengan laki laki, dan sebaliknya.
Para wanita jangan rindu jadi laki laki, dunia laki laki adalah dunia yang keras saling menjatuhkan, persaingan, perebutan kekuasaan, betapa ngerinya kalau wanita seperti itu.
Para wanita memiliki tugas dan tempat yang lebih istimewa dari itu yaitu: para wanita adalah pemberi hidup, pemelihara hidup.
Dan sebagaimana Yerusalem baru itu digambarkan sebagai seorang wanita yang berdandan, maka hendaknya para wanita juga akan menjadi pengingat tentang sorga bagi kami para pria.
Ayat Inti : Kejadian 2:7, Ayat Bersahutan : Mazmur 33:18-21.
Tuhan memberkati.
2 tahun lalu
[…] Baca juga: Pakaian Pengantin Surga: Perempuan Ilahi yang Dihiasi […]