x

Yesus Berjanji Mendahului Kamu ke Galilea

waktu baca 6 menit
Minggu, 16 Apr 2023 23:33 1141 Jandri Tumangger

Hal yang paling dinantikan dari sebuah janji adalah saat ketika itu ditepati.

Saya yakin mudah bagi kita untuk memercayai janji dari seseorang yang kita tahu pasti bahwa dia sanggup dan akan menepatinya.

Namun pertanyaannya, pernahkah ada seseorang yang berjanji kepada Anda namun oleh karena situasi dan kondisi orang tersebut membuat Anda tidak yakin sepenuhnya bahwa ia dapat menepati janjinya?

Bagaimana reaksi Anda ketika mendengar janji dari orang seperti ini?

Situasi ini pernah dialami oleh para murid Yesus ketika mereka mendengar Yesus berkata “Aku akan mendahului kamu ke Galilea.”

Baca juga:

Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan

Cinta Pada Pandangan Pertama

5 Kisah Cinta Pada Pandangan Pertama di Alkitab

3 Cara Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.

4 Cara menyikapi penolakan

Ada apa dengan kalimat ini? Apa yang membuat para murid meragukan hal itu? apakah karena Yesus yang mengucapkan hal itu adalah seseorang yang tidak dapat dipercaya?

Tentu bukan, melainkan karena para murid melihat situasi ketika itu tidak memungkinkan bagi Yesus untuk sanggup melakukan apa yang Ia janjikan.

Pemahaman para murid mengenai misi kedatangan Yesus ke dunia belum lengkap bahkan hingga menjelang kematian-Nya.

Para murid berharap dengan ketenaran yang dimilikinya Yesus akan berusaha menjadi raja untuk menggantikan pemerintahan yang ada ketika itu.

Para murid berfikir bahwa mereka akan menjadi pejabat dimasa pemerintahan Yesus.

Oleh sebab itu, ketika segala sesuatu terjadi tidak seperti yang mereka harapkan, Yesus mati di disalib maka disaat itu pula mereka merasa tidak ada lagi harapan. Dan mereka berfikir kini janji tinggal janji.

Ucapan Yesus (janji) bahwa Ia akan mendahului para murid ke Galilea diucapkan ketika mereka selesai mengadakan perjamuan paskah lalu pergi ke bukit Zaitun. Itu malam yang sama ketika Yesus ditangkap oleh tentara Roma.

Markus 14:26-31 “Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun. Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.” Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua yang lain pun berkata demikian juga.”

Kepada Siapa Janji Itu Disampaikan?

Hal itu disampaikan kepada para murid yang bersama sama dengan Yesus saat itu.

Mereka adalah Simon Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Tomas, Matius (pemungut cukai), Yakobus, Tadeus, Simon, Yudas Iskariot (Markus 14: 22).

Baca Juga:

Apa Arti Kasihilah Musuhmu dan Berdoalah Bagi Mereka yang Menganiaya Kamu?

Apa Artinya Diberkatilah Orang Yang Membawa Damai?

Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.

Bahaya dan Cara Mengatasi Ketamakan

Mengapa Yesus Mengatakan Janji Itu?

Beberapa komentar Alkitab menuliskan alasan mengapa Yesus mengucapkan janji itu.

Barnes, menulis bahwa janji itu diberikan untuk memberi dorongan semangat atau dukungan kepada para murid.

Pulpit Commentary memberikan komentar yang mirip bahwa Yesus bertujuan untuk memberi perasaan nyaman kepada para murid, Ia memberitahu saat kematian-Nya namun ia berjanji akan bangkit kembali dan menemui mereka.

Lebih spesifik Gill’s Exposition memberi komentar bahwa, ini Yesus katakan untuk menghibur mereka, bahwa meskipun Ia, gembala mereka harus ditangkap, dihukum dan disalibkan, terpukul dengan maut, dan dibaringkan di kuburan, namun Dia akan bangkit kembali.

Mengapa Harus Di Galilea?

Namun mengapa Yesus harus mendahului mereka ke Galilea, bukan ke Tempat yang lain?

Sebelum saya menjawab pertanyaan ini kita perlu mengetahui dua hal penting lain yaitu di mana Galilea dan ada apa di Galilea?

Di Mana Galilea?

Galilea adalah bagian dari provinsi Palestina pada zaman Yesus, dan terletak paling utara dari ketiga wilayah teritorial Palestina: Galilea, Samaria dan Yudea.

Penduduknya merupakan campuran dari orang-orang Yahudi dan orang penyembah berhala.

Galilea adalah kampung halaman Yesus yang lahir dan dibesarkan di Nazaret. Nazaret sendiri berasal dari Kana, sebuah kota di Galilea.

Bangsa Yahudi, yang amat menjaga kemurnian ras mereka sangat tidak menyukai orang-orang Galilea dan meremehkan mereka (Yoh 1:46).

Galilea dinilai sebagai daerah yang terbelakang, dan penduduknya udik, kurang berpendidikan, lemah secara ekonomi, berperilaku kurang sopan dan kurang halus.

Baca juga:

Arti Berkat Dalam Kitab Kejadian

Hal Baik dari Kematian?

SORGA DAN PEREMPUAN

Apa Artinya Diberkatilah Orang Yang Membawa Damai?

Mengarang Lagu Bersama Tuhan, Kisah Nyata Di Balik Lagu Yesus Sahabat Terindah

Ada Apa Di Galilea?

Matius 4:18-22 menulis bahwa Galilea adalah tempat di mana para murid membersihkan perahu dan jala setelah mereka menangkap ikan.

Galilea adalah tempat untuk mereka berusaha dan bekerja keras serta mendapatkan nafkah, adalah tempat mereka menggantungkan hidup.

Galilea adalah saat segala sesuatu dimulai, saat para murid mengubah arah dan tujuan hidup dengan menuruti panggilan Yesus, mereka membuat pilihan untuk meninggalkan Zona nyaman.

Di Galilea ada batas yang harus dilangkahi, ada halangan yang harus diatasi, ada relasi yang harus digeser yaitu meninggalkan keluarga.

Galilea adalah tempat di mana mereka meninggalkan sesuatu lalu berkomitmen mengikut Yesus (Lukas 5:11). Dan inilah alasan mengapa Yesus harus menemui mereka kembali di Galilea.

Yesus ingin menemui mereka di tempat di mana mereka pertema kali membangun komitmen untuk mengikut Yesus.

Untuk saat ini, Galilea tidak harus sebuah tempat. Itu adalah situasi, kerangka berpikir, atau pilihan/Komitmen yang dibuat. Galilea adalah titik awal perjalanan kita bersama Yesus.

Kembali ke Galilea berarti kembali kepada terang di mana rahmat Tuhan menyentuh kita di awal perjalanan. Kembali ke awal di mana kita membangun komitmen/janji.

“Panggilan Bertemu Yesus Di Galilea Adalah Panggilan Untuk Kembali Kepada Komitmen Awal Kita Mengikut Yesus.”

Baca juga:

Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 1)

Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 2)

2 Cara Tuhan Memberi Tanda

5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama

13 Wanita Paling Cantik di Alkitab. Ini yang Mereka Alami

Mengapa Yesus Katakan Mendahului (Mark 14:28)?

Jangan lupa, ini adalah tentang janji atau komitmen,

“Tuhan tidak pernah beranjak dari janji-Nya untuk selalu senyertai kita, Dia akan selalu ada di sana, dan Dia selalu mendahului kita berada di sana.”

Kita yang sering kali meninggalkan Yesus di sana, pada janji atau komitmen yang pernah kita buat dengan-Nya.

Tuhan tidak pernah beranjak dari janji-Nya, dia tidak pernah berubah dari kesetiaan-Nya (Maz 89:35, Mal 3:6).

Galilea adalah tentang janji atau komitmen yang kita buat dengan Yesus, di sana Ia sedang menunggu.

Kita perlu kembali ke sana, Ini bukan untuk kembali ke masa lalu. Ini adalah kembali ke waktu disaat kita jatuh cinta pertama kali kepada Yesus untuk menerima api yang Yesus nyalakan di dunia dan untuk membawa api itu ke semua orang sampai ke ujung bumi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x