Menurut KBBI, ketamakan artinya:
“Keinginan luar biasa untuk selalu memperoleh harta (dan sebagainya) sebanyak-banyaknya (tanpa batas) bagi diri sendiri, bahkan rela berlaku curang karena-nya.”
Atau dapat juga diartikan dengan menginginkan sesuatu yang seharusnya tidak kita miliki, bahkan sangat menginginkannya sehingga keinginan kita akan hal itu menjadi fokus hati gantinya berfokus kepada Allah.
Baca juga: 6 Pengalaman Yunus Sama dengan Yesus
Berikut alasan mengapa ketamakan itu berbahaya;
Ketamakan itu bermula di pikiran seseorang, dan oleh karena tidak ada yang dapat membaca pikiran orang lain maka sulit untuk mengantisipasi hal ini.
Ketika ketamakan itu timbul dalam pikiran seseorang, maka hal yang selanjutnya dilakukan oleh orang tersebut adalah merencanakan sesuatu hal untuk mencapai apa ygn diinginkannya.
Baca juga: 5 Pengalaman Abraham Menunjuk Kepada Yesus
Kasih memerlukan objek yaitu orang lain yang di luar diri kirta, sementara ketamakan selalu berpusat pada diri sendiri.
Tujuan ketamakan adalah memperkaya, memuaskan atau mengambil segalanya untuk diri sendiri.
Dengan demikian jika seseorang sudah menjadi tamak maka kepentingan orang lain tidak lagi menjadi perhatiannya.
Baca juga: 15 Pengalaman Ishak Menunjuk Kepada Yesus
Sebagaimana defenisi ketamakan menurut KBBI, berlaku curang adalah ciri khas ketamakan. Sesuatu yang tidak dapat diperoleh dengan cara yang benar akan dilakukan dengan cara curang.
Demi memperoleh sesuatu yang tidak seharusnya dimiliki maka kebohongan akan dibutuhkan dalam hal ini.
Hampir setiap tindakan pencurian dan pembunuhan dilatarbelakangi oleh motif ketamakan.
Baca juga: 4 Pengalaman Daud Menunjuk Kepada Yesus.
Ketamakan berarti mendedikasikan hidup kepada selain Tuhan dengan kata lain fokus hati bukan lagi kepada Allah. Ini adalah prinsip penyembahan berhala.
Baca juga: 5 Praktek suap di dalam Alkitab dan 3 cara ampuh menghindarinya.
Yakobu 1:14,15 “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya, Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”
Ia dikuasai oleh keinginan nya untuk merebut takhta Allah yang Maha Tinggi, pada saat yang sama ia menginginkan hak untuk disembah (Mat 4:9).
Bukankah ia sedang berusaha untuk menempatkan seorang ciptaan di tempat sang pencipta? Sesuatu yang memang tidak seharusnya dimiliki-Nya.
Baca juga: 7 Pengalaman Yakub Menunjuk Kepada Yesus
Untuk mencapai tujuan nya, Lucifer menghasut 1/3 malaikat sorga untuk menentang pemerintahan Tuhan (Yes 14:12-14).
Oleh karena Tindakan itu Lucifer akan binasa dalam neraka yang Tuhan sediakan bagi nya.
Akhan mengingini jubah maha indah, sykal perak dan emas yang dibawa dari Yerikho untuk rumah Tuhan.
Akhan melihat bahwa adalah baik untuk memiliki benda benda itu, namun ia tidak meyadari hal itu terlarang untuknya.
Baca juga: 6 Fakta Tentang Harun yang Harus Diketahui
Bukan hanya Akhan yang mengangkut barang barang itu dari Yerikho, akan tetapi hanya dia yang dikuasai oleh ketamakan.
Demi memperoleh benda benda berharga itu Akhan rela mencuri dan menyembunyikan di dalam kemah nya (YOSUA 7:21). Atas Tindakan nya itu Akhan dilempari hingga mati.
Segala macam cara digunakan oleh Yudas untuk memperoleh uang.
Ia keberatan dengan tindakan Maria ketika mengurapi Yesus dengan minyak yang mahal, ia berpendapat lebih baik uang untuk membeli minyak yang mahal itu dibagikan kepada orang miskin.
Hal itu dikatakan nya agar ia memiliki kesempatan untuk mengambil sebagian uang tersebut, Karena sering kali ia mengambil bagi dirinya uang dari kas yang dipercayakan untuk dia pegang (Yoh 12:6).
Baca juga: Apakah Bait Suci Yahudi Masih Ada?
Tidak hanya itu, Yudas bahkan rela menjual Yesus demi memperoleh uang dari rencana jahat tersebut.
Posisi istimewa (sebagai rasul) serta menjadi saksi atas peristiwa ajaib yang dilakukan oleh Yesus tidak serta merta dapat menahan ketamakan itu di dalam diri Yudas.
Kitab Imamat menetapkan bahwa uang dari penjualan property harus diberikan sebagai persembahan ke rumah perbendaharaan di bait suci (Imamat 27:8-33).
Itu harus terlebih dahulu dinilai oleh Imam sebelum dijual atau ditebus menurut hukum penebusan (Im 27:8,11-13,25,27,31-32).
Baca juga; 3 Cara Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.
Tujuan penilaian ini adalah untuk mencegah timbulnya tindakan penyimpangan atas apa yang akan diserahkan.
Di dalam Kisah Para Rasul 4, ada seorang bernama Yusuf yang menjual tanahnya dan menyerahkan hasil penjualannya seluruh nya kepada rasul.
Karena tindakan nya ini menyukakan hati banyak orang, termasuk para rasul maka ia diberikan julukan nama baru yakni Barnabas (artinya: anak penghiburan).
Baca juga: 2 Perayaan Ulang Tahun Berujung Malapetaka. Bagaimana Merayakan Ulang Tahun?
Tentu ia menjadi dikenal oleh banyak orang, bahkan mungkin juga ia dipuji atas tindakan nya tersebut.
Hal inilah yang membuat Ananias dan Safira berfikir hal yang sama, sehingga mereka juga melakukan seperti hal yang dilakukan oleh Barnabas. Ananias dan Safira juga kemudian menjual tanahnya.
Apa yang dilakukan oleh Yusuf berbeda dengan yang dilakukan oleh Ananias dan Safira. Jika Yusuf menjual tanah yang dimiliki nya kemudian menyerahkan semua hasil penjualannya.
Baca juga: Ini Dosa Pertama dan Terakhir Disebut di Alkitab
Namun Ananias dan Safira menjual sebagian/sebidang tanahnya (a piece of property) kemudian menahan sebagian hasil pernjualan tersebut, namun mengaku bahwa sudah menyerahkan semua hasil penjualan tanah tersebut kepada Rasul.
Ananias dan Safira menginginkan kehormatan yang diperoleh Yusuf sebagai anak penghiburan, akan tetapi mereka tidak mau melakukan pengorbanan seperti yang dilakukan oleh Yusuf.
Akibat dari ketamakan itu, Ananias dan Safira mati seketika itu juga.
Baca juga: Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.
1 Korintus 10:13:
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”
Ketamakan ini adalah masalah hati, oleh sebab Itu penanganan nya harus dimulai dari dalam diri masing masing, Tuhan akan memberi kekuatan kepada kita untuk melawan pengaruh jahat ini.
Baca juga: Saat Yesus Tidak Dapat Membuat Mukjizat
Mazmur 119:11 “Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”
Efesus 5:1-3:
“Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih, dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.”
Di pihak orang percaya, kedermawanan adalah karya Roh Kudus. Mereka yang memahami bahwa apa yang diterima berasal dari Tuhan, akan berupaya menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Baca juga: Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 1)
Rasul Paulus menuliskan akan seperti apa manusia di zaman akhir ini.
2 Timotius 3:1-4:
“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar (mengapa sukar?)
(Karena) Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.” (dalam kurung ditambahkan).
Sekarang kita semakin memahami, mengapa Tuhan menempatkan perintah jangan mengingini diantara hukum moral (10 hukum).
Perintah itu berperan sebagai peringatan karena ketamakan adalah sebuah masalah besar yang bersifat merusak.
2 tahun lalu
[…] Bahaya dan Cara Mengatasi Ketamakan […]