x

Pengertian Berkat Dalam Kejadian

waktu baca 6 menit
Minggu, 12 Mar 2023 16:17 712 Jandri Tumangger

Kita tentu sering mendengar pernyataan seperti, “Saya sangat diberkati memiliki tiga anak yang sehat!” Saya bersyukur atas berkat Tuhan, bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri…

“Kami baru saja membeli rumah yang selama ini kami impikan, kami sangat diberkati oleh Tuhan!” atau “Kami bersyukur karena berkat dari Tuhan sehingga kami sekeluarga bisa mengunjungi Israel dan anak kami bisa dibaptis di sungai Yordan tempat Yesus dibaptis”

Jika itu adalah satu satunya pengertian berkat yang dimaksudkan, tentu saja akan menghadirkan masalah bagi orang percaya.

Baca juga: 3 Orang benar di tempat yang benar di dalam Alkitab.

Ketika mereka tiba-tiba menemukan diri mereka dalam keadaan yang jauh dari kehidupan yang diberkati seperti yang Anda katakan.

Pernahkah Anda berfikir tentang mereka yang belum dapat merasakan kebahagiaan atas kehadiran anak dalam keluarga mereka?

Bagaimana dengan anak anak muda yang jangankan untuk masuk ke PTN, untuk sekedar menyelesaikan jenjang SMA saja sudah bersusah payah dan terpaksa harus berhenti setelah selesai dan harus bekerja karena tuntutan ekonomi.

Baca juga: Nama Tuhan

Bagaimana dengan mereka yang belum memiliki rumah dan masih harus tinggal di bangunan yang di sewa tahunan atau mungkin bulanan, bahkan dengan fasilitas yang sangat minim.

Bagaimana dengan mereka yang untuk makan sehari hari saja susah, apalagi untuk mengunjungi Israel yang jauh itu, dengan tujuan untuk membaptiskan anak mereka di sungai Yordan?

Apakah mereka ini tidak diberkati?

Mungkin Anda akan mengatakan, oh mereka juga diberkati namun dalam hal berbeda.

Baca juga: Sang Bait Suci

Lalu mengapa Tuhan memberkati mereka berbeda dengan Anda? Apakah Tuhan melihat Anda lebih layak menerimanya dan orang lain tidak layak?

Muncul anggapan bahwa berkat dari Tuhan itu selalu diasosiasikan sebagai keadaan positif karena kepemilikan atas kekayaan (materi).

Akibatnya, hal ini menimbulkan kesenjangan diantara umat Tuhan. Bahkan pandangan mengenai berkat yang seperti ini menimbulkan pemisahan di dalam gereja.

Baca juga:3 Alasan Orang Kristen tidak Makan Babi

Kebingungan atas realita ini memunculkan pertanyaan, sesungguhnya apa artinya diberkati? Atau, berkat itu apa?

Saat ini topik mengenai berkat adalah topik yang sensitif. Tahukah Anda bahwa orang yang bertanggung atas itu adalah seorang bernama Jhon Calvin.

Meskipun memiliki pandangan yang berbeda, ia adalah seorang reformator bersama dengan Marthin Luther.

Baca juga: 3 Orang benar di tempat yang benar di dalam Alkitab.

Jhon Calvin mengajarkan tentang keselamatan dengan konsep Double Pre-destination.

Konsep Double Pre-destination adalah kepercayaan bahwa seseorang itu sudah ditakdirkan untuk selamat atau tidak selamat.

“Of The Eternal Election, By Which God Has Predestinated Some To Salvation, And Others To Destruction” Calvin, John. Institutes of the Christian Religion (Kindle Locations 17117-17118). Signalman Publishing. Kindle Edition.

Lalu kemudian, apa tandanya bahwa seseorang itu sudah ditakdirkan untuk selamat atau binasa berdasarkan pernyataan Calvin di atas?

Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Yesus Tidak Dapat Melakukan Mujizat

Menurutnya tanda seseorang itu ditakdirkan untuk selamat adalah ia diberkati Tuhan (kaya materi), sebaliknya seseorang yang ditakdirkan untuk binasa adalah ia tidak diberkati.

Konsep ini menyebar luas dan diyakini sepenuhnya oleh orang orang di negara protestan di Eropa.

Mereka bekerja dengan sangat keras, bukan agar dapat menikmati semua fasilitas mewah namun karena mereka meyakini bahwa dengan menjadi kaya berarti mereka adalah orang yang ditentukan untuk masuk sorga.

Baca juga: Aku Melihat Yesus

Berkat di Kitab Kejadian

Pertama kali kata berkat muncul di Alkitab adalah di dalam Kejadian 1: 21, 22 dan kemudian  yang kedua di ayat 28 ketika Tuhan memberkati manusia itu.

“Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”

Untuk pertama kali Tuhan memberikan berkat kepada hewan.

Baca juga: 4 Keistimewaan Kejadian 1

Dengan membaca ayat ini kita mengerti bahwa tidak mungkin mengartikan berkat sebagai kepemilikan atas materi (uang).

Makna berkat dalam ayat ini lebih bernuansa pada kekuatan, kemampuan atau kesanggupan bukan sekedar kepemilikan atas sesuatu (khususnya materi).

Jika kita sanggup untuk dapat menjaga hidup tetap sehat itu berkat, jika kita mampu untuk berfikir positif dalam situasi yang negatif itu adalah berkat.

Jika mampu bertahan dan setia terhadap kebenaran walaupun dalam situasi sulit yang Anda hadapi, itu berkat.

Baca juga: Tuhan Lebih Besar dan Lebih Kuat, Optimis Era 4.0

Ketika Anda sanggup memercayai bahwa Tuhan akan menolong kehidupan Anda, itu adalah berkat.

Saat Anda sanggup untuk tetap setia melayani orang lain sementara Anda disakiti itu adalah berkat.

Ketika Anda berada dalam keadaan ekonomi yang jauh dari kata cukup, namun masih bersyukur dan mampu menikmati apa yang ada sembari terus berdoa dan berusaha, itu berkat.

Ketika Anda sanggup untuk tetap berbicara lemah lembut, memaafkan, sabar, mengalah walau dalam situasi yang negatif dan kacau, itu berkat.

Baca juga: 5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama

Banyak orang bergumul untuk memahami mengapa, ketika mereka telah memilih untuk menaati dan mengikuti Kristus, mereka justru melihat orang-orang yang tidak percaya di sekitar mereka mendapatkan promosi pekerjaan, berhasil dalam usaha mereka (walau dengan mengorbankan orang lain), membeli rumah mewah dan tampak berhasil dalam semua yang mereka lakukan.

Ini hal penting, jika kita berpikir bahwa mengikuti Kristus akan menjamin kita untuk memperoleh berkat duniawi (Teologi kemakmuran), maka kita perlu membuka Alkitab dan membacanya lagi dengan teliti.

Baca juga: Love Is A Verb

Tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa Kristus benar-benar menjanjikan sebaliknya.

Kita sebenarnya dijanjikan bahwa hidup di dunia ini akan dipenuhi dengan penderitaan, kesulitan, dan kematian terhadap diri kita sendiri dan keinginan duniawi kita.

Jika kita tidak membingkai ulang pemikiran kita untuk melihat keadaan kita melalui mata berkat dan kepastian luar biasa yang kita miliki di dalam Kristus, kita akan segera mempertanyakan kebaikan dan kasih Allah ketika “berkat” duniawi tampaknya jatuh pada semua orang kecuali kita.

Kristus dapat membentuk kembali perspektif kita melalui kuasa Firman-Nya dan Roh Kudus.

Baca juga: Ini Dosa Pertama dan Terakhir Disebut di Alkitab

Ini akan mempersiapkan dan memperlengkapi kita untuk pencobaan, kekecewaan, dan keadaan luar biasa yang akan kita hadapi sewaktu kita menempuh jalan yang ditetapkan dalam mengikut Injil.

Tidak salah untuk menjadi kaya dan memperoleh harta, tentunya dengan usaha yang baik dan kerja keras, akan tetapi kita tidak boleh menjadikan hal itu sebagai satu satunya standard untuk mengukur berkat Tuhan.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x