x

Apa Artinya Kasihilah Musuhmu dan Berdoalah Bagi Mereka yang Menganiaya Kamu? Dalam Matius 5:44

waktu baca 5 menit
Senin, 3 Apr 2023 12:32 1597 Jandri Tumangger

Pernahkah Anda berdoa memohon hal yang baik terjadi terhadap orang yang menganiaya Anda?

Salah satu keputusan terpenting yang harus kita ambil dengan bijaksana dalam hidup adalah bagaimana cara kita merespon atau bereaksi terhadap mereka yang menyakiti kita.

Bersikap baik atau mengasihi seseorang yang juga mengasihi dan sejalan dengan kita itu mudah, tetapi bagaimana dengan orang yang menentang, berbeda pandangan, mempersulit hidup atau bahkan menganiaya kita?

Kita bersyukur, Yesus memberikan petunjuk. Teladan terbesar yang Dia berikan ialah ketika sedang menderita di kayu salib, di tangan para penganiaya-Nya.

Gantinya memukul orang-orang yang menginginkan darah-Nya, Yesus justru meminta Tuhan untuk mengampuni mereka (Lukas 23:34).

Sikap seperti inilah yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya ketika berhadapan dengan orang-orang yang menganiaya mereka.

Yesus membingkai ulang cara berpikir masa lalu menjadi sesuatu yang baru, dan dengan melakukan itu kita bisa menjadi seperti Dia.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.

Baca juga: 4 Cara menyikapi penolakan

Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda

Baca juga: Cinta Pada Pandangan Pertama

Baca juga: 5 Kisah Cinta Pada Pandangan Pertama di Alkitab

2 Prinsip Utama Bagaimana Mengasihi Musuh

1. Mencintai Musuh Dimulai dari Dalam Diri Anda

Sebelum Anda dapat menunjukkan tampilan luar untuk mencintai musuh, pertama-tama Anda harus mengalami perubahan dalam hati.

Alasan kita tidak bisa mengasihi seseorang yang menyakiti kita adalah karena apa yang ada di dalam diri kita.

Keegoisan membuat kita berfikir bahwa harga diri kita direndahkan jika kita tidak bisa membalas perlakuan orang yang menyakiti kita. Jadi masalah utamanya bukanlah sesuatu yang di luar diri kita.

Ketika Anda merenungkan kehidupan dan karakter Yesus, dia menunjukkan betapa dia mengasihi mereka yang menentang-Nya. Ingat ketika dia di kayu salib, Ia berkata:

…“Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Lukas 23:34

2. Jadilah yang Pertama Mengampuni

Prinsip utama kedua hanya dapat terjadi setelah Tuhan mengubah hati Anda. Jika kita bisa melakukan yang pertama maka ini menjadi sedikit lebih mudah.

Jadilah yang pertama. Apa artinya? Jadilah yang pertama untuk memaafkan, bahkan sebelum seseorang memintanya.

Jadilah yang pertama menunjukkan cinta, bahkan saat Anda merasa mereka tidak pantas mendapatkannya. Jadilah yang pertama menunjukkan kebaikan meskipun orang tersebut tidak berlaku baik terhadap Anda.

Mengapa kita perlu melakukan ini? Karena ini jugalah yang Yesus lakukan dan dengan melakukan ini kita sedang mencerminkan karakter-Na.

Pertimbangkan kata-kata Yesus ini:

“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian.” (Matius 5:46).

Kenyataannya adalah ketika kita menunjukkan jenis kasih ini kepada musuh, kita menunjukkan Yesus kepada mereka. Kita menunjukkan bahwa kita berbeda dari dunia.

Semakin kita dapat berdoa dengan pengampunan di dalam hati kita, semakin kita dapat bekerja dengan cara yang Yesus ajarkan.

Baca juga: TUHAN TERINGAT

Baca juga: TUHAN MENYESAL

Baca juga: SEBERAPA BESAR TUHAN ITU?

Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda

Level Tertinggi

Bagian kedua dari mengasihi musuh adalah berdoa bagi mereka.

Kita mungkin berkata: sudah cukup buruk Yesus memerintahkan bahwa saya harus mengasihi mereka, sekarang saya harus berdoa untuk mereka juga? jawabannya adalah ya.

Alasannya karena ada tujuan yang lebih tinggi yang ingin dicapai.

Apa yang ditunjukkan Yesus di kayu salib dan apa yang Stefanus perlihatkan ketika dia dilempari batu adalah level tertinggi dari mengasihi.

Mereka lebih mementingkan yang abadi daripada yang sementara.

“Sedapat mungkin, jika itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” Roma 12:18.

Kita juga membaca mengenai kematian orang percaya di tangan Paulus (sebelum bertobat). Namun, nasihat Yesus jelas agar orang percaya harus mengasihi musuh mereka.

3 Cara Mendoakan Mereka yang Menyakiti Kita

1. Berdoa dengan Memaafkan

Jika seseorang telah berbicara buruk terhadap Anda, melakukan sesuatu yang merugikan karakter Anda atau keluarga Anda, maka Anda harus memaafkan mereka.

Pengampunan pertama tama bermanfaat bukan untuk orang lain, tetapi untuk Anda.

“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15)

Mengampuni orang lain membuat Tuhan mengampuni kita. Tidak melakukannya, berarti Tuhan jug tidak akan mengampuni kita.

Ketika kita berdoa dengan pengampunan di hati kita, kita memohon kepada Tuhan untuk memberkati mereka yang telah menyakiti kita sebagai ganti mengutuk mereka.

Saat kita memaafkan, kita mengganti kebencian di hati kita dengan kepedulian terhadap orang tersebut.

Memaafkan mudah untuk diucapkan namun sulit dipraktekkan, maka solusinya adalah meminta Tuhan untuk memampukan kita melakukannya.

2. Berdoa dengan Kasih

“Dengan ini semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, jika kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:35).

“Jika musuhmu lapar, beri dia makanan untuk dimakan, dan jika dia haus, beri dia air untuk diminum, karena kamu akan menimbun bara api di kepalanya, dan Tuhan akan membalas itu kepadamu.” (Amsal 25:21-22)

Cara yang duniawi ajarkan untuk merespon tindakan yang menyakitkan adalah dengan membalas menyakiti, akan tetapi Yesus menunjukkan kepada kita di kayu salib bagaimana kita cara menanggapi orang yang menyakiti kita.

Kita justru harus berdoa bagi mereka, ketika kita berdoa untuk orang yang menyakiti kita dengan cara yang penuh kasih, kita mengupayakan hal yang baik bagi mereka, bukan sesuatu yang buruk.

Baca juga: Sorga

Baca juga: SORGA DAN PEREMPUAN

Baca juga: Arti Berkat Dalam Kitab Kejadian

Baca juga: Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan…

3. Berdoa dengan Kerendahan Hati

“Dengan segala kerendahan hati dan kelembutan, dengan kesabaran, saling menanggung dalam kasih” (Efesus 4:2)

Ketika kita mendoakan orang yang menyakiti kita, itu adalah tindakan kerendahan hati. Itu artinya kita melihat mereka yang menganiaya kita sebagai anak Tuhan dan meminta Tuhan untuk memberkati mereka sama seperti Dia memberkati kita.

Akhir kata, semua ini mungkin saja tidak akan pernah mengubah cara orang memperlakukan Anda; akan tetapi hati nurani Anda akan menjadi jernih.

Dan yang terpenting, dalam proses yang terjadi hidup Anda akan membawa kehormatan dan kemuliaan bagi Tuhan.

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Name
    2 tahun  lalu

    Tulisan yg sangat bagus pak, semoga kita dimampukan utk melakukan teladan2 tersebut.

    Balas
    Name
    2 tahun  lalu

    Tulisan yang sangat bagus pak, semoga kita dimampukan utk melakukan teladan2 tersebut.

    Balas

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x