Bagaimana Alkitab berbicara tentang cinta pada pandangan pertama?
Apakah jatuh cinta pada pandangan pertama itu nyata?
Jika tidak, lalu disebut apa perasaan yang muncul ketika kita menyukai seseorang pada saat pertama kali bertemu?
Apakah seorang kristen mengakui cinta pada pandangan pertama?
Kita akan melihat perbedaan cinta pada pandangan pertama dan cinta alkitabiah sebagaimana diungkapkan dalam Kitab Suci.
Baca juga: Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan…
Sedapat mungkin kita juga akan melihat beberapa hal bagaimana seharusnya seorang kristen menyikapi cinta dan pandangan pertama.
Sebelum kita berbicara lebih jauh, kita harus lebih dahulu memahami apa arti sebenarnya dari cinta pada pandangan pertama.
Pengertian umum tentang cinta pada pandangan pertama adalah ketika seorang pria atau wanita bertemu dan melihat lawan jenisnya kemudian dengan segera menyukai/tertarik kepadanya.
Beberapa orang menggunakan frasa ini ketika mereka ingin mengatakan bahwa ada kemistri yang instan, ketertarikan, dan keinginan untuk memilikinya.
Baca juga: Love Is A Verb
Yang lain akan mengatakan bahwa mereka dapat mengetahui apakah orang ini adalah satu-satunya belahan jiwa mereka tepat atau tidak pada saat pertama kali bertemu.
Akan tetapi, apakah perasaan itu dapat dipercaya? Lebih jauh, apakah seorang kristen dapat menjadikan perasaan cinta pandangan pertama ini sebagai dasar sebuah pernikahan?
Pada tahun 2017 di Belanda, sebuah penelitian dilakukan oleh Zsoks, Haucke, De Wit & Bareld sehubungan dengan cinta pada pandangan pertama.
Baca juga: 6 Alasan Kita Harus Mempercayai Tuhan.
Mereka meneliti hampir 400 pria dan wanita untuk mengisi survei tentang calon pasangan romantis, segera setelah pertama kali mereka saling bertemu.
Melalui penelitian ini mereka menemukan bahwa jenis kualitas yang mencerminkan cinta, seperti keintiman, komitmen, atau gairah; tidak terlalu kuat pada saat-saat pertama ketika orang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Kualitas ini akan berbeda bentuknya dengan mereka yang menjalani hubungan pendekatan serta pengenalan terlebih dahulu dengan calon pasangan.
Baca juga: Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.
Maka hal ini membuat cinta pada pandangan pertama seringkali dinilai bukan sebagai cinta yang nyata.
Di dalam bukunya berjudul the Four Love, C.S. Lewis menulis ada 4 jenis cinta dan salah satunya adalah cinta Eros.
Lewis mengklasifikasikan jenis pengalaman cinta pada pandangan pertama sebagai cinta Eros.
Lewis menggambarkan nya sebagai “jatuh cinta” secara romantis. Ini adalah cinta erotis.
Lewis menyatakan bahwa Eros terjadi ketika, misalnya, seorang pria tidak hanya memiliki hasrat terhadap seorang wanita tetapi dia menginginkan seorang wanita tertentu secara romantis.
Baca juga: TUHAN MENYESAL
Jenis cinta ini tidak salah atau berdosa, hanya saja cinta ini dapat disalahgunakan dan diidolakan.
Baik atau duruknya tergantung pada bagaimana itu digunakan dan kepada siapa diarahkan.
Tiga (3) jenis cinta lain yang disebutkan lewis adalah Storge yaitu cinta kasih keluarga, seperti cinta kasih orang tua kepada putra-putrinya atau cinta kasih anak-anak terhadap orang tua mereka.
Philia, cinta ini menggambarkan kehangatan, keakraban, keintiman dan pengaruh dekat pribadi seorang sahabat.
Yang terakhir adalah Agape, adalah cinta kasih di dalam pengertian Kristiani yang benar.
Baca juga: TUHAN TERINGAT
Sebagaimana Tuhan mencintai kita dengan kasih yang tidak menuntut dan tidak mementingkan diri sendiri.
Itulah kasih yang sejati dan murni, dan yang merupakan kasih yang sesungguhnya.
Berdasarkan pengertian dari empat jenis cinta ini, tidak heran mengapa Lewis mengklasifikan cinta pada pandangan pertama ini sebagai cinta Eros.
“Anda tidak dapat mencintai seseorang secara mendalam pada pandangan pertama karena Anda tidak tahu apa-apa selain informasi dangkal tentang orang ini.”
Seorang kristen harus menyadari bahwa untuk benar-benar mencintai seseorang, perasaan dan komitmen Anda terhadap orang itu harus berakar pada alasan yang lebih dalam daripada ketertarikan fisik atau pengetahuan permukaan Anda tentang dia.
Baca juga: 5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama
Namun kita harus mengerti dengan jelas, jika maksud Anda adalah bahwa Anda sangat tertarik pada seseorang pada pandangan pertama dan sangat ingin mengenalnya, itu tidak salah.
Tetapi jika Anda mengira bahwa kesan pertama Anda tentang seseorang yang didasarkan pada ketertarikan sesaat adalah bentuk “cinta Kristen sejati” yang Tuhan ingin menjadi dasar pernikahan yang saleh, maka dalam hal ini Anda menipu diri sendiri.
Cinta pada pandangan pertama yang dialami orang-orang bukanlah sebuah cinta maupun gairah.
Namun sebatas ketertarikan kuat yang membuat seseorang sangat terbuka terhadap kemungkinan suatu hubungan.
Baca juga: Aku Melihat Yesus
Otak manusia bekerja lebih cepat saat di bawah sadar daripada ketika sadar. Pertemuan pertama dapat mengarah ke tingkat koneksi.
Itu bisa saja menjadi awal dan Selanjutnya mereka harus saling mengenal dalam kasih Tuhan, berkomunikasi dan saling mengenal lebih jauh.
Berdasarkan hasil survei, pria diketahui lebih banyak yang merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama, dibandingkan wanita.
Baik pria yang jatuh cinta diam-diam, maupun mereka yang secara berani menyampaikan perasaannya.
Baca juga: Mengarang lagu bersama Tuhan, kisah nyata lagu Yesus sahabat terindah
Tuhan membuat cinta Eros untuk dinikmati secara bertanggung jawab, tidak semata mata menjadi alasan untuk membenarkan cinta pada pandangan pertama.
Terdapat contoh dalam Kitab Suci yang mengisyaratkan gagasan “cinta pada pandangan pertama” yang menunjukkan cara yang buruk sehubungan dengan daya tarik fisik.
Diantaranya ada kisah Daud dan Batsyeba dalam 2 Samuel 11,12 dan juga Amnon dan Tamar dalam 2 Samuel 13.
Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda
Ketertarikan fisik dan “cinta pada pandangan pertama” tidaklah buruk asalkan disimpan dalam konteks yang sehat.
Tuhan membuat daya tarik fisik, kita harus menggunakan karunia ini untuk tujuan kebaikan dalam hidup kita.
Alkitab tidak mengatakan apa pun secara langsung tentang gagasan sebenarnya tentang “cinta pada pandangan pertama”.
Namun, ketika kita melihat seluruh Kitab Suci dan mempertimbangkan apa yang Alkitab katakan tentang cinta, kita dapat melihat bahwa ketertarikan fisik berdasarkan informasi permukaan yang dangkal bukanlah cinta yang berpusat pada Kristus.
Tidak ada komentar