Kasus suap tampaknya tidak pernah absen dalam setiap tayangan berita di media sosial.
Beberapa hari belakangan ini kita mungkin sudah mendengar atau membaca berita mengenai tertangkap nya seorang Rektor sebuah universitas negeri di Lampung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Diduga menerima suap dari program seleksi mandiri masuk Universitas Negeri Lampung tahun 2022. (https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-62575407).
Tidak tanggung tanggung menurut berita yang dituliskan oleh Kompas.com uang yang disita pada penangkapan itu berjumlah fantastis, 1,8 milyar rupiah.
Kita tidak mengetahui sejak kapan praktik ini berlangsung, namun menurut Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri perkara ini diduga sudah terjadi sejak lama. (https://www.liputan6.com)Pengertian Suap.
Suap adalah pemberian uang atau sesuatu yang lain kepada seseorang yang berpengaruh pada suatu perkara, demi mengarahkan keputusan atau mengubah sikap penerima atas kepentingan/minat si pemberi.
Sebagaimana pengertian suap yang kita baca di atas, pada umumnya suap diberikan kepada orang yang berpengaruh atau pejabat agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang berhubungan dengan jabatannya. Sederhananya, seseorang memberi suap agar keinginannya tercapai.
Suap tidak lagi dipandang sebagai kejahatan konvensional, melainkan sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) karena karakter suap yang sangat kriminogin (dapat menjadi sumber kejahatan lain) dan viktimogin (secara potensial dapat merugikan pelbagai dimensi kepentingan).
Mantan Presiden Bank Dunia James Wolfensohn menyebut praktik ini sebagai “the cancer of developing countries”.
Baca juga: 2 Pelajaran Berharga Dari 2 Raja Besar
Apa Arti Ajarlah Kami Menghitung Hari Hari Kami dalam Mazmur 90?
Apakah Bait Suci Yahudi Masih Ada?
Hidup Untuk Makan Atau Makan Untuk Hidup?
Di dalam kitab Keluaran 22, 23 Tuhan memberikan peraturan kepada bangsa Israel melalui Musa. Salah satu peraturannya adalah mengenai peraturan tentang hak manusia dan peraturan itu menyinggung mengenai praktek suap.
Keluaran 23:8 katakan “Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar.” Tuhan jelas melarang tindakan ini.
Bahkan Alkitab menjelaskan kasus suap-menyuap terkait pembunuhan orang yang tidak bersalah – pelakunya harus “dikutuk” (Ulangan 27:25), itu tidak ada ubahnya dengan pembunuh bayaran.
1. Nehemia 6:10
Nehemia mencatat tindakan seorang nabi palsu yaitu Semaya bin Delaya bin Mehetabeel, ia menyampaikan berita bohong kepada Nehemia.
Ia mengatakan bahwa Nehemia akan dibunuh malam itu juga, dan agar ia selamat maka sebaiknya Nehemia berlindung di Bait Suci dan mengunci setiap pintu Bait Suci supaya tidak ada seorang pun yang akan masuk dan membunuhnya.
Nehemia mengetahui bahwa Semaya bin Delaya bin Mehetabeel ini sedang berbohong karena sudah di suap oleh Tobia dan Sanbalat (Pejabat kerajaan Persia).
2. Di dalam kitab Hakim-Hakim 16:5 raja-raja kota orang Filistin menawarkan akan memberikan seribu seratus uang perak kepada Delila jika ia dapat memberitahukan kepada mereka.
Mengapa Simson memiliki kekuatan yang demikian besar, dan dengan cara apakah ia dapat dikalahkan.
Pada akhirnya Simson berhasil di tangkap karena rayuan Delila berhasil.
Haman memberikan perak sebanyak sepuluh ribu talenta kepada raja Ahasyweros agar mengeluarkan surat titah untuk membinasakan semua bangsa yahudi.
Hal ini dilakukannya karena ia merasa sakit hati kepada Mordekhai (Yahudi) yang tidak bersedia sujud dan menyembahnya seperti yang dilakukan oleh pegawai istana lainnya.
Pada akhirnya rencana Haman itu tidak terlaksana bahkan ia sendiri yang digantung pada tiang gantungan yang disediakan nya untuk Mordekhai.
Peristiwa ketika Yudas menerima suap sebanyak 30 keping perak dari imam imam kepala.
Yudas bertugas mencari cara untuk menyerahkan Yesus. Strategi Yudas setelah menerima suap ini membuat Yesus berhasil ditangkap dan diadili, kemudian disalibkan.
Para imam kepala dan tua-tua memberikan sejumlah besar uang dan jaminan keamanan kepada para serdadu yang ditugaskan menjaga makam Yesus.
Mereka harus memberikan keterangan palsu mengenai hilangnya mayat Yesus, alasan yang harus mereka sampaikan adalah murid-murid datang mencuri-Nya.
Setiap kasus suap di atas memiliki kesamaan, mereka yang menerima suap tidak mempedulikan keadilan atau kebenaran atas tindakan yang sedang mereka lakukan.
Tujuan utamanya hanya satu yaitu agar apa yang mereka inginkan/rencanakan tercapai, sehingga bisa dikatakan bahwa praktek suap hanya akan membawa kepada kehancuran,
“Raja yang adil memberikan kemakmuran kepada rakyatnya,tetapi orang yang menuntut suap menghancurkan negaranya” (Amsal 29:4, versi Firman Allah Yang Hidup – FAYH).
Baca juga: 8 Janji Tuhan yang Indah untuk Anda
Gambar Tuhan dalam Perumpamaan Anak yang Hilang di Lukas 15.
Mengarang Lagu Bersama Tuhan, Kisah Nyata di Balik Lagu “Yesus Sahabat Terindah”
Cara yang pertama agar kita mampu menghindari praktek suap adalah, ikutlah teladan Tuhan.
II Tawarikh 19:7 Sebab itu, kiranya kamu diliputi oleh rasa takut kepada TUHAN.
Bertindaklah dengan seksama, karena berlaku curang, memihak atau pun menerima suap tidak ada pada TUHAN, Allah kita.”
Kita menamakan diri sebagai pengikut Kristus, maka prinsip ini harus berlaku dalam setiap aspek kehidupan kita. Jangan menerima atau pun melakukan suap karena Tuhan juga tidak melakukannya.
Cara kedua agar kita mampu menghindari suap adalah, bersyukurlah atas apa yang anda miliki.
1 Tesalonika 5:18 “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Kita tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki selama kita membandingkannya dengan apa yang dimiliki oleh orang lain.
Ada sebuah istilah dalam bahasa jawa yang baik untuk di ingat, “Sawang Sinawang” yaitu perilaku membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain.
Pepatah ini mengandung ajaran untuk tidak membanding-bandingkan kehidupan seseorang dengan orang lain, karena apa yang dipandang belum tentu seindah atau semudah yang kita lihat.
Setiap orang memiliki kesenangan dan kesusahannya masing masing, maka sikap terbaik adalah bersyukur atas apa yang kita miliki, atas hidup yang kita jalani.
Cara ketiga agar kita mampu menghindari suap adalah, cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Ibrani 13:5 “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman:
“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
Ayat ini tidak bertujuan untuk membuat anda menjadi seseorang yang tidak mau melakukan apa apa untuk mencapai peningkatan taraf hidup.
Ayat ini menjaga agar kita dapat menikmati apa yang ada saat ini jika memang kita belum dapat memperoleh sesuatu yang lebih melalui pekerjaan yang kita tekuni.
Pepatah Tiongkok kuno katakan : Siapa yang tahu batas, tahu kebahagiaan sejati. Dapat dimaknai, kerakusan adalah sumber ketidak bahagiaan karena sifat manusia tidak pernah puas.
Oleh karena itu cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada, jangan tergiur terhadap sesuatu jika memang itu bukan yang seharusnya menjadi milikmu.
Tuhan tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau, Tuhan akan memenuhi keperluanmu menurut kekayaan-Nya (Filipi 4;19).
Jangan lupa untuk membagikan tulisan ini agar semakin banyak yang terberkati.
Tidak ada komentar