Pernahkah Anda patah hati?
Sesuatu yang tidak terlihat dari luar namun dari dalam ia mematikan. Greg Behrendt, penulis buku It’s Called A Breakup Because It’s Broken berkata, “Patah hati itu seperti patah tulang rusuk, dari luar kelihatannya baik-baik saja, tetapi setiap menarik napas, sakitnya sangat terasa.”
Semoga Beberapa hal berikut bisa menolong Anda.
Cara mengatasi patah hati yang pertama adalah, Bawalah rasa sakit-mu kepada Tuhan.
Begitu sakitnya ketika seseorang patah hati, namun entah bagaimana sehingga kita masih bisa menggambarkan masa-masa patah hati setelah itu terjadi. Bagi beberapa orang, mereka bisa menelungkup beberapa hari di tempat tidur dengan air mata berderai.
Berusaha menyebut nama Tuhan di sela-sela tangis, tetapi tidak punya kekuatan untuk melanjutkan doa. Namun harus diakui, sering kali peristiwa patah hati itu juga yang mendorong seseorang mencari Tuhan.
C.S. Lewis berkata, “Rasa sakit menuntut perhatian. Suara Allah terdengar sayup saat kita senang, terdengar jelas saat kita memeriksa hati kita, namun terdengar sangat nyaring saat kita merasa sakit. Rasa sakit adalah megafon Allah untuk membangunkan dunia yang sudah tuli.”
Rasa sakit dipakai Tuhan untuk menarik kita kembali kepada-Nya. Oleh sebab itu kita pun harus datang menumpahkan isi hati kepada-Nya, sama seperti ketika anda datang kepada ayah Anda saat sedang sedih.
Baca juga: Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan
Baca juga: Cinta Pada Pandangan Pertama
Baca juga: 5 Kisah Cinta Pada Pandangan Pertama di Alkitab
Baca juga: 3 Cara Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.
Sebuah penghiburan besar terdapat di dalam Mazmur 147:3. Pemazmur menulis, “Ia [Tuhan] menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”
Ketika anda merasa sangat kesepian setelah patah hati, ingat juga penghiburan di dalam Yohanes 16:32, ini menggambarkan bagaimana Yesus pernah ditinggalkan sendirian.
Yesus tetap yakin akan penyertaan Bapa-Nya. Dia berkata kepada murid-murid-Nya,
“Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai beraikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku.”
Jangan pernah tergoda untuk mencari solusi sesaat, seperti mengkonsumsi minuman energi, obat-obatan terlarang dengan harapan agar dapat melupakan, atau dengan sembarangan mencari pelukan seseorang. Selain berisiko, semua pelarian itu nantinya akan membuat kita makin mudah terluka.
Carilah pemulihan yang sejati: Allah, Sang Penyembuh, yang dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan sanggup memulihkan hati kita agar kembali utuh seperti sediakala.
Cara mengatasi patah hati yang ke dua adalah, Ingatlah bahwa kamu dicintai Tuhan . Hari-hari saat patah hati sangatlah berat.
Akan timbul perasaan bahwa kita tidak menarik, tidak berarti, tak berbeda dengan sebuah pion dalam permainan catur.
Rasanya ingin makan keripik kentang saja sepanjang hari sambil meratapi nasib yang buruk. Pikiran-pikiran negatif menjadi teman setia disaat seperti ini,
“Ah, seandainya saja aku lebih cantik, langsing, lebih ganteng, putih, tinggi, lebih pintar, punya pekerjaan yang lebih baik, dan lain sebagainya…”
Dalam situasi seperti ini kita harus jeli mendengar suara Tuhan, ketika Anda sedang mengeluh kepada Tuhan tentang betapa Anda merasa tidak dicintai, Tuhan sedang berbicara kepada Anda, “Kamu lupa, Aku mencintaimu.”
Sebagai seorang Kristen tentu Anda dibesarkan dengan lagu yang indah sejak masa kecil, “Yesus sayang padaku”, namun dalam situasi ini sangat sulit membayangkan dan memahami seberapa besar Tuhan mengasihi kita.
Baca juga: 6 Fakta Tentang Harun yang Harus Diketahui
Baca juga: YAKUB DARI BETEL DAN KE BETEL
Baca juga: Bahaya dan Cara Mengatasi Ketamakan
Baca juga: Pembangunan Menara Babel, Sebuah Antitesis Penyebaran Injil.
Ketahuilah dengan pasti bahwa kasih Yesus kepada kepada Anda tidak berubah sedikit pun. Kenyataan itu akan sangat melegakan.
Kegalauan karena merasa diri tidak cukup baik dan berharga di saat patah hati, dengan segera akan menguap tanpa bekas. Percayalah, ketika Anda ditinggalkan oleh seseorang dan menjadi patah hati, itu tidak menentukan identitas Anda.
Yang menentukan identitas adalah Tuhan, yang menciptakan Anda. Dia yang meninggalkan-mu mungkin tidak menghargai dirimu, tetapi di mata Tuhan, kamu sangatlah berharga (Yesaya 43:4), utuh, lengkap di dalam-Nya (Kolose 2:10).
Kamu adalah buatan tangan-Nya, yang diciptakan untuk melakukan hal-hal yang baik (Efesus 2:10). Ingatlah akan identitas-mu di dalam Kristus, ingatlah bahwa kamu sangat dikasihi Tuhan (Efesus 2:4).
Cara mengatasi patah hati yang ke tiga adalah, Arahkan pandangan mu ke masa depan.
Mungkin sekali Anda tergoda untuk terus mengingat kenangan masa lalu bersama orang yang sudah meninggalkan Anda. Namun, hidup dalam bayang-bayang masa lalu hanya akan menghambat untuk melangkah maju.
Boleh jadi Anda sudah menghapus semua chat di Whatsapp, email, messenger, Instagram atau media sosial lainnya. Namun coba ingat kembali masih adakah sesuatu darinya yang Anda berusaha simpan dan mencoba untuk terus mengenang-nya? Mungkin itu boneka kelinci kecil, boneka beruang lucu atau kotak musik dengan lagu kenangan Anda berdua?
Alkitab mengajar kita untuk melupakan apa yang telah di belakang kita dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan kita (Filipi 3:13). Jadi, tetapkan tekad untuk berhenti mengenang masa lalu dan gunakan waktu Anda untuk menata ulang prioritas-prioritas dalam hidup.
Anda dapat memutuskan untuk meluangkan lebih banyak waktu dengan Tuhan, dan fokus melanjutkan sesuatu yang anda sudah mulai dalam dunia bisnis Anda.
Cobalah belajar untuk mengucap syukur atas peristiwa patah hati yang Tuhan izinkan anda alami. Katakan, “Tuhan, Engkau tahu bahwa hubungan kami akan berakhir,”, “Engkau menopang dunia ini dalam tangan-Mu.” Menyadari bahwa Tuhan mengetahui segala sesuatu yang akan kita alami, termasuk patah hati, membuat hati menjadi tenang (Mazmur 139:16).
Tuhan mengizinkan anda mengalaminya karena Dia telah mempersiapkan hal-hal yang lebih baik untuk Anda. Saat itu tentu Anda tidak tahu apa “hal-hal yang lebih baik” yang dipersiapkan Tuhan. Namun, dengan iman bergantung pada janji-janji Nya, kita akan mengetahui bahwa Dia Tuhan, dan Dia peduli.
Baca juga: SUARA TUHAN
8 Janji Tuhan yang Indah untuk Anda
Cara mengatasi patah hati yang ke empat adalah, hitunglah berkat berkat yang sudah Tuhan berikan.
Waktu terasa berjalan begitu lambat saat Anda berusaha memulihkan diri dari patah hati. Siang hari terasa sangat panjang, malam hari apalagi. Kata orang, waktu akan menyembuhkan semua luka, namun rasanya waktu tidak berjalan walau lambat, ia seperti terhenti di rasa sakit.
Dalam masa-masa transisi yang sulit itu, memastikan bahwa Anda selalu punya kesibukan adalah salah satu hal yang sangat menolong. Sibukkan diri anda dengan menghitung berkat-berkat yang diterima, walau itu ternyata lebih sulit daripada yang dibayangkan.
Pada saat Anda bahagia bersama orang yang anda kasihi, mudah saja mengucap syukur dalam hidup dan merasa diberkati. “Terima kasih Tuhan untuk pacar, untuk keluarga, untuk sahabat-sahabat yang mengasihi ku.” Namun, ketika itu diambil (pacar, bukan keluarga dan sahabat),
Anda harus secara sengaja mengingatkan diri untuk bisa tetap mengucap syukur dalam hal-hal yang sederhana. Buatlah catatan harian berisi hal-hal yang membuat Anda bersyukur setiap hari. Aku bersyukur kepada Tuhan bisa pergi nonton dengan teman-teman,
menikmati makan siang dan malam dengan keluargaku, bisa mendapatkan pakaian baru (jika hari itu aku pergi belanja), dan seterusnya. Dengan sibuk menghitung berkat, tidak ada lagi kesempatan bagi anda untuk berkubang dalam kemarahan, kepahitan, dan rasa tidak terima.
Mungkin menghitung berkat itu kedengaran-nya sedikit klise, tetapi Alkitab mengajar kita untuk mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kita (1 Tesalonika 5:18).
Tidak berarti kita harus melompat-lompat gembira, mengatakan kepada semua orang betapa senangnya kita sudah patah hati.
Menghitung berkat berarti mempertahankan sikap bersyukur, senantiasa berterimakasih kepada Tuhan yang sudah menyertai selama masa-masa yang sulit.
Cara mengatasi patah hati yang ke lima adalah, maafkanlah dia yang menyakiti mu. Ini bagian tersulit untuk dilakukan. Memaafkan itu seperti memberi jaminan bebas dari penjara kepada seorang penjahat.
Mengapa harus memberi kesempatan istimewa seperti ini kepada orang yang sudah menyakiti saya? Aku tidak mungkin bisa melakukannya, Namun, Roh Kudus berbicara melalui Markus 11:25, “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa,
ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Anda mungkin tidak suka dengan pemikiran harus memaafkan orang yang menyakiti Anda, Tetapi itu harus dilakukan.
Anda tidak lantas buru-buru menemui-nya, membuka tangan lebar-lebar dan siap memberinya pelukan hangat sembari berkata bahwa aku sudah memaafkan-nya. Semua kemarahan yang pernah ada dalam hati harus perlahan-lahan di lepaskan.
Anda harus menyadari bahwa anda tidak bisa disebut sebagai seorang pengikut Kristus bila tidak dapat melepaskan pengampunan bagi orang yang telah menyakiti anda. Tuhan mungkin sedang menguji dan pada saat yang sama Ia juga sedang membangun karakter Anda.
Tuhan mau Anda mengampuni sesama sama seperti Dia telah mengampuni Anda (Matius 6:14), mengasihi musuh (Lukas 6:27), dan memberkati mereka yang menyakiti (Lukas 6:28).
Patah hati itu tidak mudah dijalani, mengacaukan hidup, dan menguras emosi. Kabar baiknya, malam-malam yang kelam itu tidaklah abadi.
Meski perih-nya luka membuat kita sukar menatap masa depan, semua pasti akan berlalu juga. Ingatlah, Tuhan menyayangi dan peduli kepada Anda. Frank Laubach, seorang misionaris berkata, “Kristus memperhatikan setiap detail kehidupan kita, karena Dia mengasihi kita lebih dari seorang ibu mengasihi anaknya.”
Disadur dari Artikel: How To Get Over a Breakup, Oleh Michele Ong, New Zealand.
3 tahun lalu
[…] Baca juga: Dengan Lima Cara Ini Anda Sanggup Mengatasi Patah Hati […]
3 tahun lalu
[…] 5 Cara Agar Mampu Mengatasi Patah Hati […]