x

Iman dan Keterbatasan: Saat Yesus tidak Dapat Membuat Mukjizat

waktu baca 7 menit
Rabu, 15 Mar 2023 09:01 812 Jandri Tumangger

Suatu waktu Yesus datang ke kampung halaman-Nya di Nazaret (Markus 6.

Mungkin saja alasannya adalah agar orang orang di sana bertobat ketika mendengar firman yang akan Ia sampaikan (Yoh 1:46). Sekalipun itu bahaya (Luk 4).

Yesus berbicara pada hari Sabat karena itu adalah waktu yang tepat, karena Sabat adalah waktu mereka untuk berkumpul (Berjamaah). Itu sebab nya dikatakan jemaat yang besar.

Dalam Lukas 4:17 ditulis bahwa Yesus menggunakan kitab Yesaya, Perjanjian Lama.

Ada pemikiran bahwa Perjanjian Lama tidak berlaku lagi, hanya Perjanjian Baru saja yang berlaku.

Baca juga: 40 Penulis Alkitab dan Tahun Penulisan

Kita perlu mengetahui bahwa Kitab PB nanti baru dituliskan sebagai surat surat yang tersebar di tangan orang orang atau gereja gereja tertentu.

Seperti Lukas dan Kisah Para Rasul yang ditulis oleh Dr. Lukas dan dikirimkan kepada teman nya Teofilus, yang adalah seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan Roma di zaman itu yang ternyata menaruh simpati kepada Yesus.

Injil yang pertama dituliskan adalah Markus oleh Yohanes Markus, keponakan dari Barnabas. Dituliskan lebih dari 20 tahun sesudah Yesus naik ke sorga (antara tahun 55-65 TM).

Baca juga: Begini Cara Ilmuwan Membangkitkan Orang Mati

Tesalonika dituliskan sekitar tahun 51 TM, 20 tahun sesudah Yesus naik ke sorga.

Jadi setiap kali Yesus berbicara atau berkotbah, Ia menggunakan Perjanjian Lama, termasuk ketika Ia dicobai, Ia katakan ada tertulis, itu merujuk kepada PL. Demikian juga ketika murid-Nya mengajar pada waktu itu.

Ada dua keheranan bagi orang banyak ketika itu,

1. Tentang Hikmat yang dimiliki-Nya.

2. Perbuatan-Nya yang ajaib (mukjizat).

Mereka tidak bisa menyangkal bahwa Yesus memang berhikmat.

Baca juga: Aku Melihat Yesus

Disaat mereka takjub, ada pertentangan dalam diri mereka terhadap Yesus.

Mereka tidak ingin percaya tapi mereka tidak dapat menyangkal hikmat yang dimiliki-nya.

mereka ingin mempercayai-Nya akan tetapi mereka tidak mau karena merasa Yesus yang berbicara itu bukan siapa siapa.

Apakah hal seperti ini juga terjadi kepada kita?

Baca juga: Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 1)

Tidak bisa menerima kalau orang lain lebih berhasil, karena secara pendidikan dia masih di bawah kita.

Tidak bisa menerima kalau seseorang itu terpilih pada posisi tertentu padahal kinerja kita masih lebih baik.

Orang-orang meremehkan Dia dan membangun prasangka mereka sendiri tentang Yesus, sehingga semua hikmat dan mukjizat yang Ia lakukan tidak diperhitungkan oleh mereka.

Dalam kitab Matius mereka mencela Yesus dengan berkata “Dia ini anak tukang kayu, dan pedagang kayu itulah ayah-Nya.”

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Berdoa Dalam Nama Yesus.

Memang sebelum memulai pelayanan-Nya Yesus bekerja dalam usaha orang tua nya, Yusuf, sebagai tukang kayu.

Itu adalah bukti bahwa Ia harus merendahkan diri-Nya, tidak memiliki reputasi, dan kondisi seorang hamba ini harus Ia lalui sebelum menjadi penginjil.

“Ia ingin mengajari kita untuk menjadi rendah hati, mengajari kita membenci kemalasan, dan menunjukkan bahwa ada sesuatu yang dapat kita lakukan dalam dunia ini. Tidak ada yang lebih merusak bagi orang muda dari pada tidak memiliki kegiatan yang bermanfaat.

Baca juga: TUHAN TERINGAT

Bagi orang Yahudi, setiap orang muda yang dipersiapkan menjadi seorang sarjana maka sejak kecil ia sudah dibekali dengan beberapa keterampilan.

Itu berguna untuk mengisi waktu nya dan untuk suatu hari kelak bisa membiayai diri nya sendiri melalui keterampilan nya.

Tidak heran bahwa Paulus yang adalah orang dihargai pada masanya, murid Gamaliel, ternyata bisa membuat tenda, karena sudah dibekali dengan keterampilan.

Ketika masih SMP saya pernah bertekad bahwa saya harus memiliki minimal 3 keterampilan yaitu, bisa mengemudikan mobil, mencukur rambut dan berenang.

Baca juga: Mengarang Lagu Bersama Tuhan, Kisah Nyata Di Balik Lagu Yesus Sahabat Terindah

Saya berfikir bahwa dengan tiga jenis keterampilan ini saya akan dapat bertahan hidup kemana pun saya pergi.

Ketika tidak perusahaan yang mau menerima saya bekerja maka dengan keterampilan ini saya dapat menciptakan pekerjaan sendiri.

Celaan lain yang orang banyak berikan kepada Yesus ketika itu adalah mengenai keluarga-Nya.

Ia adalah anak Maria, saudara laki laki dan perempuan-Nya ada bersama kita, dan kita tahu siapa mereka.

Baca juga: Seberapa Besar Tuhan?

Jadi walaupun orang banyak itu takjub dengan pengajaran-Nya, tapi mereka serasa disakiti oleh identitas pribadi-Nya.

Maka yang terjadi adalah, mereka kecewa dan menolak-Nya.

Kemudian di Lukas 4:24 Yesus berkata, memang nabi tidak diterima di tempat asalnya.

Logika nya adalah, mungkin karena orang orang di tempat itu sudah mengetahui kelakuan masa lalu seseorang itu, jadi ketika dia berbicara firman Tuhan maka orang lain berkata, “sudah jo, kita so tau ngana pe kartu.”

Baca juga: Nama Tuhan

Namun yang terjadi dalam masalah ini bukan karena masa lalu Yesus yang jelek tapi lebih kepada, karena tidak ada sesuatu pun yang baik datang dari Nazaret (Yohanes 1:46).

Mujizat Besar

Mari kita baca Lukas 4:5 “Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun disana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit.”

Ini rancu, jika sudah menggunakan “TIDAK ADA SATU PUN” mengapa ada kata “KECUALI”?

Jika tidak ada ya cukup di tulis tidak ada, tapi mengapa harus menggunakan kata “kecuali”.

Baca juga: 13 Wanita Paling Cantik di Alkitab. Ini yang Mereka Alami

Ayat ini lebih jelas kalau dibaca dalam alkitab terjemahan firman Allah yang hidup.

Demikian terjemahan nya “Tidak ada mujizat Besar yang Yesus buat di sana.”

Mari kita lihat kembali ke atas, ketika mereka mendengar Yesus berkotbah mereka kagum, tapi mereka mulai meneliti siapa Yesus itu.

Mereka mencoba mencari kelemahan-Nya, dan setelah mengetahui bahwa Yesus juga berasal dari Nazareth mereka menutup diri.

Mereka menutup hati, sehingga firman itu tidak mereka terima, dan akibat nya tidak ada pertobatan yang adalah MUJIZAT BESAR yang dimaksud.

Jadi sebenarnya, ketika itu Yesus juga menyembuhkan beberapa orang sakit (Mark 6:5), namun hal itu tidak dipandang sebagai mukjizat besar.

Baca juga: 2 Perayaan Ulang Tahun Berujung Malapetaka. Bagaimana Merayakan Ulang Tahun?

Satu hal yang harus kita ketahui, bahwa JANGAN MENGIKUT YESUS HANYA KARENA MUJIZAT atau perbuatan perbuatan ajaib, kesembuhan yang ajaib, kebangkitan orang mati, dan lain sebagainya.

Seorang penulis bernama John Shelby Spong dalam bukunya Yesus Bagi Orang Non Religius, hal. 84 menulis:

“Saya tiba pada di suatu tempat dalam kehidupan Kristen saya, di mana saya tidak lagi memerlukan suatu Allah yang mengerjakan mukjizat untuk menarik saya ke dalam ibadah. Konsep tentang Allah semacam itu (harus dengan mukjizat) mendorong saya keluar dari iman saya.”

Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda

Buku SS triwulan III tgl 21 Agustus 2013 menulis sebagai berikut:

Tanda2 spektakuler dan keajaiban keajaiban yang mengagumkan tidak akan pernah bisa menggantikan pemahaman dan kemudian mengikuti firman Tuhan. Penurutan kepada Allah adalah yang terutama, tanda tanda dan keajaiban keajaiban, jika ada dan ketika mereka muncul, adalah sekedar tambahan”. Dan kita harus sadari Mujizat besar yang sesungguhnya adalah ‘PERTOBATAN.”

Mari kita lihat contoh orang yang sudah mengalami Mujizat besar (pertobatan) Lukas 19.

Lazarus, kepadanya Yesus katakan, “pada hari ini, telah terjadi keselamatan dalam rumah ini.”

Baca juga: Arti Berkat Dalam Kitab Kejadian

Lukas 19:8, reaksi Zakheus mengejutkan, ia justru berkata, “Tuhan, setengah hartaku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada yang kuperas akan kukembalikan empat kali lipat”.

Saudara, dalam peraturan Perjanjian Lama, seseorang yang mengambil milik orang lain, Hukum Taurat menuntut untuk mengembalikannya sejumlah yang diambil + seperlima dari nilai yang hilang seperti dalam (Imamat 6:5).

Artinya harus mengembalikan 120%. Namun Zakheus mengembalikan bukan 120%, tetapi 400%. Bukan hanya itu, setengah hartanya pribadi juga diberikan kepada orang miskin.

Baca juga: 5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama

Ada orang yang bersedia membuka pintu rumah nya untuk menerima peribadatan, tapi tidak membuka pintu hati nya agar Yesus masuk dan berkerajaan di sana.

Namun kali ini, seorang Zakheus, Ia membuka pintu rumah nya dan membuka pintu hati nya, sehingga pekabaran Yesus masuk ke dalam hati nya dan Zakheus bertobat.

Akan tetapi orang orang di Nazaret, mereka menutup hati nya sehingga tidak terjadi pertobatan.

Alkitab terjemahan Firman Allah Yang Hidup Lukas 19:9,10:

“Pada hari ini keselamatan telah datang ke dalam rumah ini, orang ini adalah salah seorang anak Abraham yang telah hilang, dan aku Mesias telah datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Apakah kita adalah anak Abraham yang hilang namun telah ditemukan karena sudah bertobat?

Baca juga: 4 Keistimewaan Kejadian 1

Kesimpulan:

Kita harus mengerti bahwa mukjizat besar itu bukan ketika Anda secara tiba tiba mendapat pekerjaan hebat dengan gaji yang besar.

Bukan karena secara instan kita dapat membayar kebutuhan besar dalam waktu singkat.

Bukan juga sekedar menyaksikan orang mati bangkit, dan orang sakit sembuh.

Tetapi mujizat besar itu adalah ketika hati ini dapat menjadi hati yang baru. Hati yang yang terbuka terhadap perubahan sesuai dengan firman Tuhan.

Hati yang tadinya keras dan menentang namun kini menjadi rela memaafkan walau disakiti, hati dulunya sering melukai namun kini menjadi hati yang mengobati.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x