x

Jalan Memutar: Melintasi Lorong Misteri Ilahi

waktu baca 4 menit
Selasa, 15 Apr 2025 12:54 495 Jandri Tumangger

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,” demikianlah firman TUHAN, “yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
— Yeremia 29:11

Pernahkah kita berada di titik di mana semuanya terasa tidak masuk akal? Saat kita sudah berdoa, berusaha, dan berharap, namun justru seolah-olah Tuhan diam? Kita bertanya, “Tuhan, di mana Engkau? Mengapa Engkau membiarkan ini terjadi?”

Percaya kepada rencana Tuhan bukanlah hal yang mudah, terutama ketika kenyataan hidup begitu jauh dari harapan kita. Namun, justru dalam masa-masa seperti itulah, iman kita diuji—dan dibentuk.

Rencana Tuhan Tidak Selalu Seperti Rencana Kita

Kita hidup dalam dunia yang serba cepat dan instan. Kita terbiasa dengan rencana yang bisa dikendalikan dan diprediksi. Namun, Tuhan bekerja dengan cara yang berbeda. Ia melihat segala sesuatu dari perspektif kekekalan, sedangkan kita hanya melihat secuil dari keseluruhan cerita.

Saat kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi, kita dihadapkan pada dua pilihan: menyerah pada keraguan, atau mempercayai bahwa Tuhan sedang menulis kisah yang lebih indah dari yang kita bayangkan.

Salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan iman luar biasa dalam memercayai rencana Tuhan adalah Yusuf, anak Yakub.

Baca juga:

Mengungkap Fakta Perubahan Hari Ibadah dari Sabtu ke Minggu

7 PERKATAAN TERAKHIR YESUS KRISTUS DI KAYU SALIB

Di Kayu yang Kasar: Pengorbanan Yesus yang Menyelamatkan

Mengungkap Konteks Sejarah Pakaian dan Perhiasan dalam Kekristenan.

Melampaui Pertobatan: Makna yang Lebih Dalam Mengenai Baptisan Yesus

Mengungkap Fakta Perubahan Hari Ibadah dari Sabtu ke Minggu

Memahami Pengertian Dalihan Na Tolu Berdasarkan Roma 12:10,18

Ketika Tuhan Memanggil: Kerendahan Hati Harun

Yusuf: Dari Penjara Menuju Istana

Yusuf adalah anak yang dikasihi ayahnya dan mendapatkan mimpi dari Tuhan bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi pemimpin. Namun, hidupnya justru berputar arah: ia dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah oleh istri Potifar, dan dipenjara selama bertahun-tahun untuk kesalahan yang tidak ia lakukan.

Apakah Yusuf meragukan Tuhan? Mungkin saja. Tapi Alkitab tidak mencatat bahwa Yusuf pernah memberontak atau mengutuki nasibnya. Ia tetap setia dalam setiap musim hidupnya, baik sebagai budak, tahanan, maupun penguasa Mesir.

Yang luar biasa adalah, ketika akhirnya Yusuf bertemu kembali dengan saudara-saudaranya, ia tidak menyimpan dendam. Sebaliknya, ia berkata:

“Memang kamu telah merekarekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah merekarekakannya untuk kebaikan…” (Kejadian 50:20)

Inilah buah dari iman yang percaya pada rencana Tuhan—bahwa bahkan dalam luka dan kegelapan, Tuhan sedang bekerja untuk kebaikan.

Tuhan Tidak Pernah Salah Rencana

Kita mungkin berpikir, “Kalau Tuhan baik, kenapa aku harus melewati ini semua?” Tapi ingat: rencana Tuhan bukan hanya untuk membuat kita nyaman, melainkan untuk membentuk karakter kita, mengarahkan kita kepada tujuan-Nya, dan memuliakan nama-Nya melalui hidup kita.

Tidak ada satu pun musim dalam hidup yang sia-sia dalam rencana Tuhan. Bahkan penantian, kegagalan, atau kesedihan yang kita alami, bisa menjadi alat Tuhan untuk membawa kita ke tempat yang lebih tinggi—jika kita tetap percaya.

Baca juga:

Bahaya dan Cara Mengatasi Ketamakan

4 Cara Agar Siap Menghadapi Perpisahan.

Dosa Pertama dan Terakhir yang Disebut di Alkitab

Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 2)

Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan

4 Penghalang Sehingga Doa Tidak Dijawab

Keyakinan yang Mengubah: Alasan Mengapa Kita Harus Memercayai Tuhan

Percaya Itu Tindakan, Bukan Perasaan

Percaya kepada rencana Tuhan bukan berarti kita harus merasa yakin setiap saat. Percaya itu pilihan harian. Kadang kita percaya sambil menangis. Kadang kita percaya sambil bertanya, “Tuhan, sampai kapan?” Tapi ketika kita terus berjalan dalam ketaatan meskipun hati kita goyah, di situlah iman kita sedang bertumbuh.

Iman bukanlah tentang mengetahui semua jawaban, tapi tentang mempercayai Pribadi yang memegang jawabannya.

Jika hari ini kamu berada di tengah kebingungan, pergumulan, atau ketidakpastian, ingatlah bahwa Tuhan masih bekerja. Dia tidak tertidur, Dia tahu apa yang Dia lakukan, dan yang terpenting: Dia mengasihi kamu.

Pegang janji Tuhan dalam Roma 8:28:

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia…”

Percayalah—rencana Tuhan tidak pernah gagal. Bahkan saat kamu tidak mengerti sekarang, suatu hari kamu akan melihat bahwa semua itu tidak terjadi tanpa tujuan.

Dan saat hari itu datang, kamu akan tersenyum, dan berkata:
“Ternyata Tuhan tahu apa yang Ia lakukan sejak awal.”

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x