Di dalam Alkitab terdapat tokoh yang sangat terkenal ketika perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir yaitu Musa dan Harun.
Harun adalah pendamping Musa, atas perintah Tuhan mereka menghadap Firaun untuk meminta agar bangsa Israel diperbolehkan keluar Mesir untuk beribadah.
Jika kita membaca kisah perjalanan bangsa Israel di Alkitab, tanpa kita sadari penyebutan yang selalu muncul adalah Musa dan Harun.
Kita terlalu terbiasa dengan pasangan ini, sampai kita tidak sadar bahwa apa yang terjadi di sini tidak normal.
Baca juga: 6 Fakta Tentang Harun yang Harus Diketahui
Baca juga: Pengertian Berkat Dalam Kejadian
Baca juga: Tahun-tahun Kehidupan Yesus yang Tidak Diketahui.
Seharusnya cara menyebutkan pasangan ini adalah Harun dan Musa, karena Harun lebih tua dibanding Musa.
Keluaran 6, Amran dan Yokhebed menikah dan anak pertama adalah Harun. Di dalam Tawarikh 1:6 ketika menuliskan silsilah anak anak Amran, anak pertama adalah Harun lalu Musa kemudian Miriam.
Penyebutan nama Musa dan Harun muncul lebih dari seratus kali, namun penyebutan nama Harun dan Musa hanya muncul 4 kali yaitu ketika menuliskan silsilah.
Ini tentunya berat, karena harusnya sebagai yang lebih tua dia yang harus disebut lebih dulu, karena senioritas.
Bagaimana rasanya Harun yang lebih senior, melihat dalam sepanjang hidupnya bahwa adiknya lebih terkenal bahkan dipilih Tuhan menjadi pemimpin Israel.
Dalam pengertian ini, Harun melihat bahwa Tuhan memberkati Musa berbeda dari dia.
Bisa saja Harun mengingat ketika Musa masih kecil ia selalu melindungi adiknya ini, tetapi saat ini yang terpilih menjadi pemimpin Israel adalah Musa bukan Harun.
Alkitab berisi kisah kecemburuan dan persaingan kakak beradik. Kain dan Habel, yang akhirnya Kain membunuh Habel juga Esau dan Yakub, mereka berseteru cukup lama.
Terhadap Musa dan Harun kita tidak pernah membaca bahwa Harun sakit hati melihat Musa menjadi pemimpin dan berusaha membunuhnya karena kecemburuannya.
Harun sedang menjadi berkat dengan senang melihat orang lain bergembira dan maju. Ini penting, menjadi berkat dengan bergembira atas kemajuan dan kegembiraan orang lain.
Betapa banyaknya tindak kejahatan karena disilaukan oleh keberhasilan orang lain.
Apakah kegembiraan orang lain menjadi kegembiraan Anda? Atau sebaliknya, kesuksesan dan pencapaian orang lain menjadi kesusahan bagi kita.
Baca juga: Mengapa Perpisahan Menimbulkan Kesedihan? 4 Cara Jitu Agar Anda Siap Menghadapi Perpisahan.
Baca juga: 5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama
Ada sebuah kisah mengenai pendaki yang pertama kali berhasil mendaki gunung tertinggi di dunia yaitu mount Everest. Dialah sir Edmun Hilary bersama seorang serpa (pemandu) bernama Tenzing Norgay.
Sir Edmund Hillary yang berasal dari Selandia Baru. Ia adalah orang pertama yang berhasil mencapai puncak gunung Everest.
Di balik kisah sukses luar biasa Sir Edmund Hillary, ada cerita tentang seseorang yang tidak kalah menarik.
Orang itu adalah Tenzing norgay, adalah seorang penduduk asli Nepal yang bekerja sebagi pemandu atau sherpa bagi para pendaki gunung yang berniat mendaki Gunung everest.
Pada tanggal 29 mei 1953 pukul 11.30 Tenzing Norgay bersama Edmund Hillary berhasil menaklukan Gunung Everest pada ketinggian 29.028 kaki di atas permukaan laut.
Ia menjadi orang pertama di dunia yang mencapai puncak Everest.
Peristiwa itu kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki gunung lainnya untuk mengikuti keberhasilan mereka mencapai puncak Everest.
Sebelumnya, pada rentang tahun 1920 hingga 1952, tujuh tim ekspedisi telah berusaha menaklukan Everest namun mengalami kegagalan. Beberapa diantaranya pernah dipandu oleh Tenzing.
Keberhasilan Sir Edmund Hillary tentu saja menjadi sangat fenomenal, mengingat Perang dunia II baru saja mereda.
Baca juga: Bahaya dan Cara Mengatasi Ketamakan
Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.
Karena keberhasilannya itu Sir Edmund Hillary itu mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang terkenal di seluruh dunia.
Tapi, mengapa Tenzing Norgay tidak ikut menjadi terkenal dan mendapatkan juga semua yang di dapatkan oleh Sir Edmund Hillary? Padahal ia adalah pemandu yang menentukan keberhasilan Sir Edmund Hillary mencapai Puncak Everest.
Seharusnya, dia bisa saja menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak everest dan bukan Sir Edmund Hillary.
Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay (Berikut cuplikannya).
Reporter: Bagaimana perasaan anda dengan keberhasilan menaklukan puncak gunung tertinggi di dunia?
Tenzing Norgay: Sangat senang sekali!
Reporter: Apakah Anda seorang sherpa bagi Edmund Hillary? Tentunya posisi Anda berada di depannya, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak gunung Everest?
Tenzing Norgay: Ya, benar sekali, pada saat hendak mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) menjadi orang pertama yang berhasil menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia ini.
Reporter: Mengapa Anda melakukan itu?
Tenzing Norgay: Karena itu adalah impian Edmund Hillary bukan impian saya, impian saya adalah berhasil membantu dan mengantarkannya meraih impiannya.
Mampukah kita membantu orang lain mencapai apa yang ia inginkan dalam hidup dan berbahagia bersama sama atas pencapaian mereka?
Baca juga: JADILAH SEMPURNA: Sebuah Panggilan dalam Kejadian 17:1.
Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan
8 Janji Tuhan yang Indah untuk Anda
Kita kembali kepada kisah Harun, di dalam injil Lukas diceritakan tentang kelahiran Yohanes pembaptis, ayahnya adalah Zakharia dan ibunya Elisabet, mereka berasal dari keturunan Harun.
Ini menarik, ini bukan sekedar menceritakan mengenai silsilah, tetapi ini menyangkut karakter dan tabiat. Zakaria dan Elisabet adalah orang yang menggambarkan tabiat Harun.
Ketika Elisabet dikunjungi oleh Maria ia berkata, siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi-ku.
Elisabet bisa menghormati Maria yg jauh lebih muda darinya, karena sesungguhnya sangat mudah bagi Elisabet untuk katakan kepada Maria, betul kamu ibu Yesus tapi secara silsilah saya lebih tua.
Namun hal itu tidak pernah dilakukannya karena mereka memiliki tabiat Harun yang berbahagia melihat orang lain diberkati Tuhan walaupun orang itu lebih muda.
Sifat ini menurun kepada anaknya yakni Yohanes pembaptis, melihat Yesus bertambah popular dan bertambah besar ia katakan, Ia harus makin besar aku harus makin kecil. Ini adalah karakter Harun.
2 tahun lalu
[…] Ketika Tuhan Memanggil: Kerendahan Hati Harun […]