x

Pelajaran 1 Penemuan Baru: Kita Dapat Percaya Kepada Tuhan

waktu baca 11 menit
Jumat, 28 Jan 2022 10:32 722 Jandri Tumangger

Pada suatu kali Jim bertanya kepada seorang ateis (orang yang tidak mengakui adanya Allah) apakah ia pernah bergumul, walaupun hanya untuk beberapa saat saja, bahwa mungkin Allah itu ada.

“Tentu!” kata ateis itu yang membuat Jim kaget.

‘Bertahun tahun yang lalu, ketika anak kami yang pertama lahir, saya hampir menjadi seorang yang percaya akan Allah.’

Ketika saya memperhatikan pada manusia kecil tetapi sempurna itu di tempat tidur bayi, ketika saya memperhatikan lentur nya jari jari kecil mungil dan melihat matanya yang kecil yang mulai mengenali,

mengenai untuk jangka waktu beberapa bulan lamanya saya hampir berhenti menjadi seorang ateis. Dengan melihat anak itu saya diyakinkan bahwa di sana ada Allah.”

1. SEGALA SESUATU YANG DIRANCANG, ADA PERANCANGNYA

Rancang bangun tubuh manusia memastikan adanya seorang perancang.

Para ilmuwan mengemukakan bahwa otak kita menyimpan dan mengingat ribuan gambar mental, memadukan dan menyelesaikan masalah, menghargai keindahan dan mengerti diri sendiri dan rindu mengembangkan yang terbaik bagi setiap orang.

Aliran listrik yang berasal dari otak mengatur semua kegiatan otot tubuh. Komputer juga berfungsi melalui rangsangan listrik.

Tetapi membutuhkan pikiran manusia untuk menciptakan komputer dan membutuhkan manusia untuk membuat dan memberitahukan kepada komputer itu apa yang ia harus lakukan.

Tidak heran Pemazmur menyimpulkan bahwa tubuh manusia berbicara dengan nyaring dan jelas tentang Pencipta yang Ajaib:

“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadian-ku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.” Mazmur 139:14.

Kita tidak perlu pergi terlalu jauh untuk menemukan “hasil-hasil karya” Allah.

Rumitnya rancang bangun otak manusia dan organ-organ lain dari tubuh kita adalah “hasil kerja” Al-lah dan menunjukkan adanya Perancang yang keterampilan-Nya tanpa batas.

Tidak ada pompa yang dibuat manusia yang sebanding dengan jantung manusia. Tidak ada komputer yang sama dengan sistem urat saraf.

Tidak ada sistem televisi yang sebaik suara, telinga dan mata manusia.

Demikian juta tidak ada sistem alat pendingin dan pemanas sentral yang bisa mengimbangi pekerjaan yang dilakukan oleh hidung, paru-paru dan kulit.

Kesempurnaan tubuh manusia yang rumit ini memberitahukan bahwa ada oknum yang merancang dan oknum itu adalah Allah.

Tubuh manusia adalah satu sistem organ tubuh yang lengkap—semua terkait, semua dirancang secara sempurna.

Paru-paru, jantung, saraf, otot, semua melaksanakan tugasnya yang rumit yang luar biasa dan bergantung pada tugas rumit yang luar biasa lainnya.

Baca juga: Kita dapat percaya kepada Alkitab

Jika Anda mau menandai 10 uang logam dari satu sampai sepuluh, menaruh itu di dalam kantong.

Mengacak nya, dan mengambil keluar dan menaruh itu kembali ke dalam kantong Anda satu persatu, bagaimanakah kemungkinan yang Anda dapat buat sehingga logam keluar dari kantong secara tepat dengan nomor yang berurut?

Dengan perhitungan matematika Anda hanya mempunyai satu kemungkinan di antara 10 miliar kemungkinan untuk mengambil secara ber urut dari satu sampai sepuluh.

Sekarang pikirkan kemungkinan tentang perut, otak, jantung, paru-paru, saluran darah arteri, pembuluh darah, ginjal, telinga, mata dan gigi yang tumbuh bersama-sama dan mulai berfungsi pada saat yang bersamaan.

Apakah penjelasan yang paling masuk akal bagi perekayasaan tubuh manusia? Berfirmanlah Allah ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita,

MAKA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA ITU MENURUT GAMBARNYA, menurut gambar Allah diciptakan- Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” Kejadian 1:26, 28.

Manusia pertama, laki-laki dan perempuan tidak terjadi begitu saja.

Alkitab menegaskan bahwa Allah membentuk kita sesuai dengan gambar-Nya. Dialah yang merancang dan menjadikan kita.

2. SEMUA YANG DIBUAT ADA PEMBUATNYA

Tetapi bukti tentang Allah tidak dibatasi dengan rancang bangun tubuh kita, itu juga tersebar di angkasa raya. Tinggalkanlah kota yang terang benderang dan pergilah ke desa. Pandanglah ke angkasa di malam hari.

Awan putih dibalik bintang-bintang yang kita sebut Bima Sakti (Milky Way) sebenarnya adalah galaksi yang terdiri dari bermiliar cahaya matahari yang sama dengan matahari kita.

Bahkan matahari kita bersama dengan planet-planet nya adalah bagian dari Bima Sakti itu.

Bima Sakti hanyalah satu dari kurang lebih seratus miliar galaksi yang dapat dilihat melalui teleskop raksasa di bumi dan melalui teleskop Hubble di ruang angkasa.

Tidak heran Pemazmur menyimpulkan bahwa bintang bintang menceritakan mengenai kemuliaan Sang Pencipta:

“. . . Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan- Nya” Mazmur 19:1-3.

Apakah kesimpulan kita yang masuk akal, setelah melihat semua ciptaan yang rumit dan dengan ukuran yang sangat luas di jagad alam ini?

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” Kejadian 1:1. “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia“ Kolose 1:17.

Seluruh ciptaan dengan tegas menyaksikan tentang Allah Perancang Agung. Allah Pencipta yang Tak Terbatas!

Dalam kalimat yang sederhana, “Pada mulanya Allah,” kita dapati jawaban atas misteri kehidupan. Ada Allah yang menjadikan segala sesuatu.

Banyak ahli ilmu pengetahuan sekarang ini percaya pada Allah. Dr. Arthur Compton, ahli fisika pemenang hadiah Nobel, mengomentari tentang Alkitab ini, pernah berkata;

“Bagi saya sendiri iman mulai dengan suatu kenyataan bahwa ada satu otak dengan kecerdasan yang mahatinggi yang menjadikan semesta alam ini dan menciptakan manusia.

Tidak sulit bagi saya untuk memiliki iman ini, karena jelas bahwa di mana ada satu rancangan di situ ada otaknya.

”Semesta alam yang teratur dan terungkap menyaksikan kebenaran dari pernyataan yang paling agung yang pernah diutarakan—” Pada mulanya Allah.”

Alkitab tidak mencoba membuktikan Allah—Alkitab menyatakan keberadaan-Nya. Dr. Arthur Conklin, seorang ahli biologi, menulis:

Probabilitas (kemungkinan) hidup itu berasal dari suatu kejadian yang bersifat kebetulan dapat dibandingkan dengan kemungkinan dari kamus lengkap yang dihasilkan oleh ledakan di rumah percetakan.”

Kita tahu manusia tidak bisa membuat sesuatu dari yang tidak ada.

Kita bisa membentuk sesuatu menemukan sesuatu, tetapi kita tidak pernah bisa membuat sesuatu menjadi ada dari satu goresan walaupun untuk membuat katak yang kecil atau kembang yang paling sederhana.

Benda benda di sekitar kita berseru bahwa Allah merancang, Allah menciptakan, Allah memelihara. Satusatunya jawaban yang masuk akal terhadap asal mula semesta alam, dunia ini, dan manusia—ialah Allah.

3. ALLAH DATANG KE DALAM HUBUNGAN YANG BERSIFAT PRIBADI DENGAN MANUSIA

Allah yang merancang langit yang penuh bintang, yang menciptakan semesta alam, datang ke dalam suatu hubungan secara pribadi dengan manusia. Ia mempunyai hubungan pribadi dengan Musa:

”Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya” (Keluaran 33:11).

Dan Allah mau masuk ke dalam hubungan pribadi dengan Anda dan menjadi sahabat Anda.

Yesus berjanji kepada mereka yang mengikuti Dia: “Kamu adalah sahabat-Ku” (Yohanes 15:14).

Semua kita telah bergumul dengan pemikiran tentang Allah, karena manusia pada dasarnya beragama.

Tidak ada hewan yang pernah membangun mezbah perbaktian. Namun di mana Anda temukan pria dan wanita, Anda temukan mereka berbakti.

Jauh di dalam hati setiap manusia ada sesuatu kerinduan yang kuat di dalam hati untuk berbakti, kesadaran akan adanya Allah, dan rindu menjadi sahabat Allah.

Bila kita menyambut kerinduan kita dan menemukan Allah, tidak ada lagi keraguan tentang keberadaan-Nya dan kebutuhan kita.

Pada tahun 1990 jutaan orang ateis di Rusia berbalik meninggalkan ateis dan kembali kepada Allah.

Seorang professor di St. Petersburg yang bidang keahlian nya adalah astronomy membuat satu pernyataan yang menggambarkan komentar yang dibuat oleh banyak ateis yang telah berubah itu di bekas Uni Soviet.

“Saya telah mencari arti hidup dalam riset ilmu pengetahuan saya, tetapi tidak menemukan apa pun untuk dapat saya percayai.

Para ilmuwan di sekitar saya mempunyai perasaan hampa yang sama.

Bila saya melihat luasnya jagad alam ini melalui penelitian astronomi, dan kehampaan jiwaku, saya merasa di situ pasti ada sesuatu yang bermakna.

Lalu, ketika saya menerima Alkitab yang Anda berikan dan mulai membacanya, kehampaan hidupku ini terisi.

Saya menemukan Alkitab menjadi satu-satunya sumber keyakinan bagi jiwa saya.

Saya telah menerima Yesus sebagai Juruselamatku, dan telah menemukan kedamaian, penghiburan dan kepuasan sejati di dalam hidup ini.”

Seorang Kristen percaya akan Allah karena ia telah bertemu dengan Dia dan menemukan bahwa Dia memuaskan kebutuhan jiwa yang paling dalam.

Allah kepada siapa umat Kristen telah dengan sukacita menemukan keberadaan-Nya, memberikan kepada kita pandangan yang baru, arti yang baru, motif yang baru, tujuan yang baru dan sukacita yang baru.

Allah tidak menjanjikan satu hidup yang bebas dari kesusahan dan pertentangan, tetapi Dia menjamin kita bahwa Dia akan memimpin dan memelihara kita jika kita mempunyai hubungan secara pribadi dengan Dia.

Dan umat Kristen akan menyaksikan bahwa mereka mau meninggalkan segala sesuatu daripada kembali kepada kehidupan tanpa Allah.

Inilah keajaiban terbesar dari semuanya—bahwa Allah Yang Mahakuasa yang merancang semua makhluk hidup dan menciptakan serta memelihara galaksi juga merindukan suatu hubungan pribadi dengan pria dan wanita, anak laki-laki dan perempuan.

Daud mengagumi hal ini, ketika ia menulis: “… Jika aku melihat langit- Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” Mazmur 8:4, 5.

Pencipta kita “sangat memperhatikan” masing-masing kita. Dia menaruh perhatian kepada Anda secara pribadi seolah- olah Andalah satu-satunya yang Dia ciptakan. Jadi kita bisa percaya kepada Allah karena:

a. Rancangan yang terinci dalam segala sesuatu yang Dia ciptakan tentang kita.

b. Karena kerinduan kepada Allah dalam diri kita yang membuat kita gelisah sampai kita menemukan ketenangan itu di dalam Dia.

c.. Dan bila kita mencari dan menemukan Dia, Allah akan memuaskan semua kebutuhan dan kerinduan kita sepenuhnya!

4. SEPERTI APAKAH ALLAH ITU

Dalam Alkitab, Allah menceritakan kepada kita siapakah Dia dan seperti apakah Dia. Pola apakah yang Allah gunakan untuk menciptakan manusia?

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan- Nya mereka” Kejadian 1:27.

Karena kita dijadikan sesuai dengan gambar Allah, kesanggupan kita untuk memantulkan dan merasa, mengingat dan berharap, untuk memahami dan menganalisis—semua berasal dari Dia.

Apakah sifat Allah yang dominan? “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” 1 Yohanes 4:8.

Allah berhubungan dengan manusia melalui hati-Nya yang penuh kasih. Tidak ada sesuatu pun yang Ia lakukan atau akan pernah lakukan yang tidak didorong oleh kasih yang penuh pengorbanan dan tidak mementingkan diri.

5. BAGAIMANA YESUS MENYATAKAN TENTANG ALLAH?

Dalam Alkitab Allah berulang kali berbicara mengenai diri-Nya sendiri sebagai Bapa.

“Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita?” Maleakhi 2:10.

Beberapa dari gambar ayah yang kita lihat sekarang ini tidak seperti yang kita inginkan.

Ada ayah yang lalai, ayah yang kejam. Allah tidaklah demikian.

Dia adalah Bapa yang memelihara dan senang bermain-main dengan anak-Nya laki-laki atau perempuan, ayah yang memberikan kehangatan kasih sayang kepada anak-anak- Nya dengan menceritakan cerita-cerita indah sebelum tidur.

Allah, Bapa kita yang Pengasih, ingin untuk berbuat lebih dari sekadar menyatakan diri-Nya melalui firman-Nya dalam Kitab Suci.

Dia tahu bahwa orang yang hidup bersama kita akan lebih nyata kepada kita daripada seorang yang hanya kita dengar atau baca di buku.

Karena itu Ia memutuskan untuk masuk ke dalam dunia kita sebagai Seorang Manusia sejati—dalam diri Yesus.

“la adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan” Kolose 1:15. Jadi, bila Anda telah melihat Yesus, Anda telah melihat Allah.

Ia turun setara dengan kita—Ia menjadi seperti kita—sehingga Ia dapat mengajar kita bagaimana untuk hidup dan bahagia, agar kita dapat melihat bagaimana Allah itu sebenarnya.

Yesus adalah Allah yang kelihatan. Ia sendiri berkata, ”…Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9).

Sementara Anda membaca kisah tentang Yesus dalam empat Injil, empat buku pertama dari Perjanjian Baru, Anda akan menemukan gambar yang mempesona mengenai Bapa kita yang di surga.

Seorang nelayan yang kasar dan puas diri membuang jalanya untuk mengikut Yesus. Anak-anak kecil bergerombol menerima berkat-Nya.

Ia dapat memberikan penghiburan kepada orang-orang berdosa yang paling putus asa dan melucuti orang munafik yang merasa diri paling benar.

Ia menyembuhkan segala sesuatu, dari kebutuhan dan di alam yang indah. Lalu di atas salib, Yesus memecahkan kesunyian segala zaman, dan manusia menemukan diri mereka berpenyakit kusta.

Dalam semua perbuatan-Nya Yesus menunjukkan bahwa Allah itu kasih! Ia memenuhi kebutuhan manusia dengan satu cara yang tak pernah dilakukan seorang pun sebelumnya—atau pun sesudah itu!

Penyataan kemuliaan yang terakhir dari Yesus mengenai Allah itu terjadi di salib. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,

sehingga Ia telah mengaruniakan Anak- Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada- Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” Yohanes 3:16.

Yesus mati bukan hanya memberikan kita hidup yang lebih bahagia sekarang, tetapi juga memberikan kita hidup kekal.

Untuk berabad-abad lamanya orang bertanya-tanya dan berharap dan ingin mengetahui tentang Allah.

Mereka melihat hasil pekerjaan tangan-Nya di angkasa memandang kepada wajah Allah itu sendiri, melihat Dia sebagaimana Ia sebenarnya—kasih, kasih yang kekal dan abadi.

Anda bisa menemukan Allah sekarang juga pada saat Yesus menyatakan diri-Nya. Penemuan itu akan menuntun Anda untuk secara pribadi menyatakan dengan tegas: “Bapa, Aku mengasihi Engkau.”

Note:

Berikut ini kami sediakan pertanyaan sehubungan dengan pelajaran ini. Akan sangat membantu anda dalam mengingat poin penting dalam pelajaran ini.

https://forms.gle/Jrq7VTugxWsuCmbx9

Hak Cipta 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x