x

Empat Cara Agar Siap Menghadapi Perpisahan

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Apr 2023 22:56 1403 Jandri Tumangger

Mengapa perpisahan (terutama karena kematian) selalu mengakibatkan kesedihan? Bagaimana cara menghadapi perpisahan?

Kitab Pengkhotbah memberi jawaban atas situasi ini:

Pengkhotbah 3:11 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”

Rencana awal Tuhan adalah agar manusia ini menikmati kehidupan kekal, tidak ada perpisahan.

Akan tetapi sesuatu terjadi tanpa direncanakan, dosa hadir dan mengubah rencana yang indah itu.

Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda

Baca juga: 4 Cara Menyikapi Penolakan

Kematian hadir sebagai akibat dari dosa, perpisahan pun terjadi.

Hati yang dirancang untuk menikmati kekekalan kini dihadapkan dengan perpisahan, maka kesedihan hadir sebagai respon atas situasi itu .

Cara Jitu

Berikut cara jitu agar Anda siap menghadapi perpisahan.

1. Akui Bahwa Perpisahan Itu Menyakitkan

Apa pun alasan perpisahan itu, kesedihan turut hadir bersamanya.

Tuhan menciptakan kita untuk bersama, dan ketika perpisahan merusak kebersamaan kita, muncullah kesedihan.

Kita menginginkan kebersamaan, namun kita harus bisa menerima perpisahan.

Baca juga: 2 Perayaan Ulang Tahun Berujung Malapetaka. Bagaimana Merayakan Ulang Tahun?

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.

Sebagai orang percaya, kita berdiri dalam barisan panjang orang beriman yang akan bersedih karena perpisahan.

Namun, kita bersedih dengan harapan dan pengetahuan bahwa kelak jika kita setia, Tuhan akan mengaruniakan kebersamaan kekal itu bagi kita.

2. Tinggalkan Kesan yang Baik

Segala kemungkinan dapat terjadi. Suatu waktu Anda ditinggalkan, di lain kesempatan mungkin Anda yang meninggalkan.

Baca juga: 5 Cara agar Anda Mampu Mengatasi Patah Hati

Apapun itu, buatlah kesan yang baik kepada setiap orang yang Anda temui.

Ketika Anda sudah melakukan yang terbaik, maka Anda sudah siap kapanpun perpisahan itu akan terjadi.

3. Akhiri Setiap Pertemuan dengan Doa

Perpisahan terbaik ditandai dengan doa. Saat-saat berdoa seperti itu membantu kita memfokuskan pandangan kita dengan mata yang berkaca-kaca pada Kristus, yang berjalan di depan kita.

Dua ribu tahun yang lalu di pantai Siria, sekelompok murid menghormati perpisahan dengan berdoa (Kis. 21:5–6).

Baca juga: 4 Cara menyikapi penolakan

Setelah tujuh hari persekutuan yang manis, Paulus harus mengucapkan selamat tinggal lagi saat dia melanjutkan perjalanan misionarisnya yang ketiga.

Dia tidak segera meninggalkan mereka dengan memberikan lambaian tangan, namun dengan Berlutut di pantai, mereka berdoa lalu kemudian mengucapkan selamat tinggal (Kisah 21:5).

Ini penting, perpisahan tidak selalu dapat diprediksi kapan akan terjadi, namun itu pasti. Akhiri setiap pertemuan dengan doa, karena bisa saja itu adalah pertemuan terakhir Anda dengannya.

4. Menyadari dan Menerima Realita Hidup

Pengkhotbah 3 memberikan gambaran mengenai realita hidup di dunia ini.

Baca juga: Pelajaran penting dari garam menjadi Tawar.

“Untuk segala sesuatu sudah terjadi, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada yang lahir, ada yang meninggal, ada yang menanam, ada yang mencabut yang ditanam;” (Pkh 3:1).

Jika memang realita hidup menghadapkan kita dengan perpisahan, terimalah itu sebagai awal baru dari kisah yang akan hadir selanjutnya.

Seperti baik dan buruk, pertemuan dan perpisahan juga hadir dalam bentuk kebahagiaan dan kesedihan yang berimbang.

Bukan tanpa alasan kita menghadapi perpisahan. Pasti ada sesuatu yang dirancang untuk kita di hari depan, tentunya sesuatu yang lebih baik.

Yang perlu kita lakukan ketika kehilangan dan perpisahan datang dalam hidup kita adalah mengakuinya dan kemudian menjalaninya. Hidup kita harus terus berputar. Keep moving forward.

Sudahkah kita mempersiapkan segala sesuatunya terutama kesiapan bagi diri sendiri dalam menghadapi perpisahan?

Sudahkah kita memberikan sesuatu yang bermakna dan bermanfaat bagi keluarga, bagi orang lain dan bagi siapa saja yang bertemu dengan kita?

Itulah 4 cara jitu untuk menghadapi perpisahan. Dengan melakukan semua cara yang disarankan, diharapkan kamu bisa mengantisipasi situasi yang berat yang akan kamu hadapi ketika akan mengalami perpisahan.

Selalu ada pelajaran yang bisa diambil dari setiap peristiwa, termasuk perpisahan, hal ini akan membuat Anda lebih dewasa dalam menyikapi segala masalah.

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x