x

Bagaimana Orang Sebelum Zaman Yesus Diselamatkan? Ini Penjelasan Lengkapnya

waktu baca 4 menit
Kamis, 17 Jul 2025 11:13 596 Jandri Tumangger

Yesus adalah Juruselamat segala zaman, namun bagaimana dengan mereka yang mati sebelum Yesus lahir?

Pertanyaan ini sangat penting dalam pemahaman iman Kristen: Jika Yesus adalah satu-satunya Juruselamat manusia (Kisah Para Rasul 4:12), bagaimana dengan orang-orang yang telah mati sebelum Ia lahir di dunia? Apakah mereka diselamatkan? Jika iya, bagaimana mungkin mereka diselamatkan oleh seseorang yang belum mereka kenal atau dengar namanya?

Untuk menjawabnya, kita harus memahami kedudukan Yesus dalam rencana keselamatan Allah yang melintasi waktu, serta bagaimana iman dan korban Yesus berlaku untuk umat manusia di segala zaman.

Baca juga: Angka 40 dalam Alkitab: Bermakna Ujian, Pembentukan, dan Pemulihan

5 Pelajaran dari Dua Penjahat yang Disalibkan Bersama Yesus

1. Rencana Keselamatan Tidak Terbatas oleh Waktu

Alkitab menunjukkan bahwa rencana keselamatan oleh pengorbanan Kristus bukanlah reaksi setelah manusia jatuh ke dalam dosa, melainkan telah disiapkan oleh Allah bahkan sebelum dunia dijadikan.

“Anak Domba yang telah disembelih sebelum dunia dijadikan.” (Wahyu 13:8); Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4); Dialah yang menyelamatkan … berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman (2 Timotius 1:9).

Ini berarti, walaupun Yesus baru mati di kayu salib pada abad pertama, kuasa pengorbanan-Nya bersifat kekal dan universal, berlaku ke masa depan dan juga ke masa lalu. Dalam cara kerja Tuhan, waktu bukanlah penghalang untuk menjalankan kasih karunia-Nya.

Baca juga: 5 Pelajaran Dari Bekas Luka Di Tangan Yesus

Ksatria yang terlupakan, Tuhan yang Menang

2. Orang Orang di Perjanjian Lama Diselamatkan oleh Iman kepada Janji Allah

Orang-orang yang hidup sebelum kedatangan Yesus tidak melihat salib, tetapi mereka percaya kepada janji Allah akan Penebus yang akan datang.

“Abram percaya kepada TUHAN, dan TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” (Kejadian 15:6)

Abraham tidak mengenal nama “Yesus”, tetapi ia percaya bahwa Allah akan menyediakan juruselamat, dan imannya diperhitungkan sebagai kebenaran. Iman semacam itu diarahkan pada janji yang akan digenapi dalam pribadi Kristus.

Dengan kata lain, orang-orang Perjanjian Lama diselamatkan oleh iman kepada Mesias yang dijanjikan, sebagaimana kita yang hidup setelah salib diselamatkan oleh iman kepada Mesias yang telah datang.

Baca juga: Mengungkap Konteks Sejarah Pakaian dan Perhiasan dalam Kekristenan.

Keindahan Transenden: Pencarian Melihat Wajah Mistik Tuhan

3. Simbol dan Bayangan dalam Sistem Korban

Allah telah memberikan sistem korban dalam Hukum Musa yang melambangkan pengorbanan Kristus. Korban anak domba, lembu, atau kambing bukanlah sarana keselamatan itu sendiri, tetapi tanda atau bayangan dari Kristus yang akan datang.

“Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.” (Ibrani 10:4). Setiap korban binatang yang dibawa dengan iman adalah tindakan simbolis yang menunjuk pada pengorbanan Yesus di masa depan. Maka, mereka yang hidup sebelum Yesus dapat menerima pengampunan dosa karena iman mereka kepada janji penebusan, meskipun penggenapannya baru terjadi di masa depan.

Baca juga: Tawa dan Keseriusan dalam Misteri Ilahi: Sebuah Studi Alkitabiah

20 Ayat Alkitab Saat Anda Merasa tidak ada Harapan.

4. Salib Menjadi Titik Tengah Sejarah Keselamatan

Jika kita memandang sejarah keselamatan seperti garis waktu, maka salib adalah titik pusat, dan anugerahnya mengalir ke dua arah:

  • Ke belakang, kepada semua yang percaya dalam janji Allah (Perjanjian Lama)
  • Ke depan, kepada semua yang percaya dalam penggenapan janji itu di dalam Yesus (Perjanjian Baru)

Paulus menjelaskan hal ini dalam Roma 3:25:
“Kristus Yesus… telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu, pada masa kesabaran-Nya.”

Artinya, Allah telah “menahan hukuman” atas dosa-dosa di masa lalu, dengan dasar bahwa pengorbanan Yesus akan terjadi, dan berlaku juga bagi mereka yang telah mati sebelumnya.

Kitab Ibrani pasal 11 memuat daftar pahlawan iman dari zaman sebelum Kristus: Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Musa, dan lain-lain. Demikian Alkitab menjelaskan tentang mereka:
“…semuanya ini telah mati dalam iman, belum memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi hanya melihatnya dari jauh dan melambaikan tangan kepadanya…” (Ibrani 11:13)

Artinya, mereka melihat janji keselamatan dari jauh, belum terjadi secara nyata, tetapi mereka percaya kepada Allah yang memberi janji itu, dan itu cukup bagi Allah untuk menyelamatkan mereka.

Baca juga: Makna Yesus Duduk di Sebelah Kanan Allah dalam Markus 16:19

Ketika Tuhan Memanggil: Kerendahan Hati Harun

5. Prinsip Kekekalan Kristus

Yesus bukan hanya manusia yang lahir 2.000 tahun lalu. Ia adalah Firman yang kekal, yang bersama-sama dengan Allah sejak semula.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yohanes 1:1); “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” (Ibrani 13:8), Ini berarti kuasa Yesus tidak dibatasi oleh waktu atau sejarah. Ia adalah Juruselamat baik bagi Adam maupun bagi kita hari ini.

Yesus adalah Juruselamat segala zaman, bagi mereka yang hidup sebelum salib maupun sesudahnya. Keselamatan selalu datang melalui iman kepada karya penebusan Allah, yang pada akhirnya digenapi dalam diri Yesus Kristus. Salib-Nya tidak hanya berdiri dalam sejarah, tetapi berdiri sebagai jembatan kekal antara Allah dan manusia di segala generasi.

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x