Salah satu pernyataan Daud yang fenomenal terdapat dalam mazmur 39:4 …
“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”
Ketika membaca pernyataan ini kita harus bisa menjaga kondisi hati, karena ketika kita membacanya lalu membandingkan dengan apa yang kita alami dan kita temukan ternyata tidak sesuai dengan keadaan yang kita, maka situasi ini akan mengecewakan.
Ketika kita tidak merasakan kebaikan Tuhan maka kita akan katakan ayat itu kan pengalaman Daud, saya tidak merasakan apa yang Daud rasakan.
Maka wajar saja kalau Daud mengatakan hal itu karena dia memiliki karir yang baik, dia sukses bahkan menjadi raja, ia bahkan dianggap sebagai seorang pahlawan.
Maka wajar saja kalau Daud berkata betapa baiknya Tuhan itu. Tapi menurut saya tidak (keluh Anda).
Baca juga: 8 Janji Tuhan yang Indah untuk Anda
Baca juga: 6 Alasan Kita Harus Mempercayai Tuhan.
Baca juga: SEBERAPA BESAR TUHAN ITU?
Baca juga: Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.
Mari kita melihat latar belakang ayat ini ditulis di ayat satu “Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.”
Di bagian footnote di pasal 34 ini kita diarahkan kepada kitab 1 Samuel 21:10-15 yaitu cerita mengenai Daud ketika ia lari dari Saul karena ia akan dibunuh.
Daud lari ke kota Gat kota orang Filistin, dan di sana raja yang memerintah adalah raja Akhis. Sesampainya di sana ia langsung dikenali oleh para pasukan raja Akhis dan berkata, bukankah ini Daud raja negeri itu? (1 Sam 21:11).
Baca juga: SORGA DAN PEREMPUAN
Baca juga: Musa dan Harun.
Dalam keadaan ini Daud menjadi sangat takut karena ternyata ia dikenali. Ia sudah beberapa kali mengalahkan tentara Filistin dalam peperangan, termasuk Goliat namun kali ini ia terjebak di markas pasukan yang ia kalahkan.
Dalam situasi ketakutan seperti ini Daud berpura pura menjadi gila (1 Sam 21:13.14), dan karena totalitasnya dalam berpura pura gila sehingga Akhis mengira bahwa itu bukan Daud lalu melepaskannnya.
Setelah lepas dari situasi yang menakutkan inilah Daud berkata: “Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!”. Mungkin saja ia masih dalam keadaan gemetar ketika ungkapan ini ada di pikirannya.
Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda
Baca juga: Mengarang Lagu Bersama Tuhan, Kisah Nyata Di Balik Lagu Yesus Sahabat Terindah
Kita kembali ke Mazmur 34, ayat 1 sepertinya akan menjadi pembuka cerita yang menyedihkan karena narasi nya memperkenalkan Daud harus sampai berpura pura gila. Akan tetapi yang kita saksikan justru berbeda.
Justru Mazmur 34 berbicara tentang puji-pujian kepada Tuhan karena kebaikan-Nya yang dialami oleh Daud.
Apa yang membuat Daud bisa menceritakan hal yang positif di dalam mazmur 34 sementara sesungguhnya ia sedang menghadapi masalah yang sangat rumit, nyawanya terancam.
Sebenarnya Daud bisa saja bercerita panjang lebar mengenai kesusahan dan masalah yang ia hadapi, namun ia tidak melakukan itu, yang ia lakukan adalah Ia mendidik dirinya untuk fokus kepada kebaikan kebaikan Tuhan dan berterimakasih atas kebaikan tersebut.
Mungkin inilah alasan mengapa banyak diantara kita yang merasa tidak diberkati Tuhan, yaitu karena kita tidak mendidik diri kita untuk fokus dan berterimakasih atas berkat Tuhan yang ada.
Bagi Daud, walau kebaikan yang ia peroleh dari Tuhan itu sedikit namun ia memilih untuk membesar besarkan berita tentang kebaikan Tuhan itu daripada membesar besarkan masalah yang ia hadapi.
Baca juga: JADILAH SEMPURNA: Sebuah Panggilan dalam Kejadian 17:1.
Baca juga: Makna Berdiam Diri dalam Habakuk 2:20
Dimulai di ayat 2, Daud lebih menekankan pujian kepada Tuhan.
“Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.”
Ini masalah pilihan, ketika Daud mengalami kesusahan ia memilih untuk memuji Tuhan, ketika hidup terasa berat ia memilih untuk memuji Tuhan.
Di dalam Mazmur 34 ini kita temukan banyak ayat yang terkenal, ayat 9, 11, 16, 18,19 dan yang menarik ayat 20 “kemalangan orang benar banyak.”
Dari ayat ini kita mengetahui bahwa menjadi orang benar, tidak secara otomatis membebaskan Anda dan saya dari kemalangan, kesusahan dan penderitaan.
Sebaliknya, jika hidup kita penuh dengan kemalangan, kesusahan bukan berarti Tuhan meninggalkan kita, “kemalangan orang benar banyak tapi Tuhan melepaskan mereka dari kemalangan itu.”
Kita hidup di dunia ini dengan segudang masalah tapi Tuhan sudah memberi kita kuasa untuk menanggungnya, bahkan mengirim Roh Kudus mendampingi kita sehingga kita tidak berjuang sendiri.
Situasi ini disadari oleh Daud, dan kesadaran seperti inilah yang membuat Daud sanggup memuji Tuhan walau ia sedang mengalami kemalangan.
Baca juga: Ini Dosa Pertama dan Terakhir yang Disebut di Alkitab. Hati-Hati !!!
Baca juga: 5 Cara Agar Mampu Mengatasi Patah Hati
Mazmur 34:4 menekankan agar kita memilih untuk memasyurkan dan membesarkan Tuhan gantinya masalah. Tidak akan ada kedamaian jika fokus kita hanya kepada masalah yang ada.
Hanya mereka yang mau berlindung kepada Tuhan yang akan merasa bahwa Tuhan itu baik. Dan hanya mereka yang fokus kepada kebaikan Tuhan yang akan mengecap kebaikan itu.
Hidup di dunia ini tidak akan pernah sempurna dan tanpa permasalahan, oleh karena itu fokuskanlah pandangan Anda hanya kepada kebaikan Tuhan.
Tidak ada komentar