Eksposisi kitab Yeremia 3:6-13.
PENDAHULUAN
Sesungguhnya Gomer telah bersundal dan mempunyai anak dari persundalannya (Hosea 2:4a). Gomer sudah berada jauh dari Tuhan karena budaya hidup duniawi yang ia miliki. Ketika dia merasa bahwa dia Tidak lagi memiliki kecantikan sehingga tidak laku lagi, Gomer berfikir untuk kembali kepada suaminya (Hosea 2:6).
Di dalam pemikirannya, apakah suamiku masih mau menerimaku lagi sementara aku yang sekarang sudah jelek, kotor seperti saat ini. Gomer tidak mengetahui bahwa kekasih yang ia miliki itu adalah kekasih sorgawi yang pasti akan menerimanya kembali walaupun dulunya ia sudah bersundal dengan banyak pria, namun jika dia sungguh sungguh bertobat, maka Hosea akan katakana “mengapa tidak”.
Kisah Hosea dan Gomer ini adalah gambaran umat Israel dan Yehuda yang melakukan persundalan, dan kisah ini bisa menjadi alat peraga yang akan membantu kita untuk mengerti kitab Yeremia 3:6-13 karena kisahnya sama sama bercerita tetang Israel dan Yehuda yang bersundal.
“Hati mereka sendiri yang jahat dan tidak menaruh percaya, yang telah menuntun mereka menyembunyikan terang mereka, gantinya memancarkan terang itu kepada bangsa di sekelilingnya; adalah roh kefanatikan yang serupa itu yang telah menyebabkan mereka meniru praktik praktik jahat dari orang kafir atau menutup diri mereka dalam sikap yang sombong.” Sejarah Para Nabi. Hal. 439
“Penyembah penyembah berhala dan segala dosa yang mengikutinya adalah memuakkan di hadapan Tuhan, dan ia memerintahkan umat-Nya agar jangan bercampur baur dengan bangsa-bangsa lain dan meniru perbuatan mereka.” Sejarah para Nabi.438
Dengan memohon tuntutan Roh Kudus, maka saya akan mengeksposisi Kitab Yeremia pasal 3:6-13 dengan judul: “KEMBALILAH, AKUI KESALAHANMU”. (ayat 12,13)
PEMBAHASAN
Bangsa Israel dan Yehuda digambarkan sebagai perempuan atau istri dan Allah sebagai suami, jadi ajakan untuk mengakui kesalahan itu ditujukan kepada bangsa Israel yang sudah bersundal.
Kata bersundal jangan diartikan secara harafiah, tetapi harus dipandang dari sudut rohani, Arti bersundal dalam pasal 3 adalah Israel sudah menyembah ilah lain yang hanya merupakan ciptaan dan melupakan Tuhan yang adalah pencipta. Mereka pergi ke gunung-gunung pergi ke pohon yang rindang untuk menyembahnya dan mengharapkan suatu keajaiban dari yang mereka sembah tanpa menghiraukan Tuhan.
2. Ayat 11-12 : Diajak kembali kepada Tuhan
3. Ayat 13 : Budaya hidup yang harus kita miliki.
Ad1. Persundalan Israel dan Yehuda.
Dalam ayat 6-7a bangsa Israel telah bersundal, Mereka pergi ke bukit ke bawah pohon yang rindang hanya untuk menyembah ciptaan. Agar memiliki makna yang lebih mutakhir maka ayat 6 dan 7 ini harus dibaca sebagai berikut: “Tuhan berfirman kepadaku (Yeremia), Apakah engkau sudah melihat dalam arti mengetahui apa yang telah dilakukan oleh Israel? Memang benar-benar mereka itu adalah perempuan murtad .
Mengapa? Bagaimana mungkin mereka pergi ke atas segala bukit dan pergi ke bawah pohon yang rimbun untuk menyembah ciptaan di sana, dan setelah dari tempat itu mereka tidak merasa bersalah sehingga tidak mau kembali kepada-Ku.”
Ini adalah realita yang dilakukan oleh Israel ketika mereka dipimpin keluar dari Mesir. Mereka banyak bersungut-sungut, mereka menginginkan pemimpin yang nyata di depan mereka bukan yang tidak kelihatan. Memang dari dahulu bangsa Israel sudah meragukan Tuhan dalam menuntun perjalanan mereka itu sebabnya mereka bersungut-sungut.
Pasal 3 dalam kitab Yeremia ini hanya menggambarkan ketidakpercayaan mereka kepada Tuhan sebagai satu-satunya penolong mereka. Dalam ayat 8 karena zinahnya, aku telah menceraikan mereka, dan memberikan kepadanya surat cerai.
Agar lebih akurat maka ayat ini harus dibaca sebagai berikut “Karena perselingkuhan bangsa Israel sebagai istri kepada berhala atau dalam arti mereka sudah menyembah illah lain, maka aku telah menceraikan sifat mereka yang jahat itu, Aku akan memberikan kepadanya surat cerai yang artinya aku tidak akan menganggap mereka sebagai Istriku lagi karena perzinahan mereka.
Itu sebabnya saat ini bangsa Israel bukan lagi secara khusus sebagai bangsa pilihan Allah walaupun masih dianggap sebagai umat Tuhan. Bangsa Yehuda juga berbuat kekejian yang sama. Yehuda dalam pengertian penduduknya menduakan Tuhan dengan mengubah batu dan kayu untuk disembah dan Yehuda tidak kembali kepada Tuhan dengan setulus hati.
Ad2. Diajak kembali kepada Tuhan
Ayat 11 berbunyi “Israel membuktikan dirinya lebih benar dari Yehuda. Tuhan memerintahkan kepada Yeremia untuk menyampaikan kemurahan Tuhan kepada Israel. Ayat 12 adalah ajakan kepada Israel untuk kembali dari jalan yang sesat kepada jalan yang diinginkan Tuhan.
Panjang sabar Tuhan kepada Israel dinyatakannya. Kembalilah Hai Israel perempuan murtad demikianlah firman Tuhan. Mukaku tidak akan muram terhadap kamu sebab aku ini murah hati demikianlah firman Tuhan, tidak akan murka untuk selama-lamanya.
Ad3. Budaya hidup yang harus kita miliki
Hanya, akuilah kesalahanmu bahwa engkau telah mendurhaka kepada Tuhan Allahmu. Akuilah bahwa tidak ada gunanya kamu melampiaskan cinta kepada orang-orang asing di bawah pohon-pohon yang rimbun dalam arti menyembah ilah-ilah lain sehingga tidak mendengar Tuhan.
Inilah satu ungkapan rasa bersalah atau penyesalan yang Tuhan ingin lihat dari bangsa Israel. Ini juga harus menjadi ungkapan bangkitnya Israel dari keterpurukan moral, itu sebab bangsa Israel harus bersungguh-sungguh melakukannya dan ini harus menjadi budaya hidup semua orang selama hayat dikandung badan.
Salam Aman,Iman,Amin.
Tidak ada komentar