Habakuk 2:20 adalah ayat yang sudah tidak asing dalam pandangan maupun ingatan kita.
Mengapa saya sebut tidak asing dalam pandangan? Tentu kita sering melihat ayat ini ditempatkan di podium di gereja.
Ini adalah posisi paling tepat karena setiap orang yang datang ke gereja akan dapat melihatnya.
Tujuannya tentu saja baik, yakni agar mengingatkan setiap orang yang datang ke gereja agar berdiam diri atau tidak melakukan hal yang akan mengganggu orang lain selama perbaktian berlangsung.
Dengan demikian ibadah akan berjalan dengan baik, setiap bagian ibadah yang disajikan dapat dinikmati oleh semua jemaat tanpa ada gangguan yang akan mengalihkan perhatian.
Tentu kita semua setuju bahwa setiap perbaktian harus berlangsung dengan sopan dan teratur. Kita tidak ingin konsentrasi kita terganggu ketika sedang berbakti.
Sedapat mungkin setiap orang harus terlibat untuk menjaga agar berlangsung dengan baik, karena sedikit keributan akan sangat mengganggu bagi orang lain.
Akan tetapi, tahukah Anda bahwa Habakuk memiliki pesan yang lebih kuat dan lebih dalam yang ingin disampaikannya melalui pasal 2:20 ini.
Baca juga: 4 Keistimewaan Kejadian 1
Baca juga: Inilah Alasan Mengapa Yesus Tidak Dapat Melakukan Mujizat
Baca juga: Orang Benar, di Tempat Benar, pada Waktu yang Tepat.
Jika kita membaca pasal satu, maka kita dapat melihat bahwa habakuk merasa ada hal yang seharusnya terjadi di Yehuda, akan tetapi tidak terjadi.
Habakuk merasa bingung atas apa yang ia lihat. Di Yehuda moral masyarakat hancur, banyak terjadi kejahatan, ketidakadilan, pepercahan dan peperangan.
Habakuk 1:2 mewakili kegelisahan hatinya, “berapa lama lagi Tuhan, aku berseru kepada-Mu, tetapi tidak Kau tolong”.
Ia bertanya tanya mengapa Tuhan yg maha kuasa itu, yang sanggup berbuat segala sesuatu dengan kuasa-Nya tidak berbuat apapun untuk memperbaiki keadaan.
Habakuk melihat dengan jelas bahwa terjadi ketidakadilan, aniaya, kekerasan, bahkan dosa yang sudah sempat dihentikan ketika pemerintahan raja Yosia kini terulang kembali, yakni penyembahan berhala.
Habakuk bingung dengan keadaan ini.
Kemudian Tuhan memberi respon kepadanya dalam Habakuk pasal 1:5 demikian “Lihatlah, perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai…”.
Secara tidak langsung Tuhan berkata kepada Habakuk agar tidak perlu khwatir, Tuhan akan bertindak atas Yehuda dan apa yang ia lihat selama ini tidak akan berlanjut lagi.
Akan tetapi, yang seharusnya Habakuk memperoleh pencerahan atas jawaban Tuhan, kini muncul kebingungan baru dalam pikirannya.
Habakuk 1:6 menulis bahwa Tuhan akan menggunakan orang Kasdim untuk mencapai maksud-Nya.
Mengapa harus orang kasdim? Mereka orang yang kejam (1:7), jahat dan terang terangan menentang Tuhan.
Apakah Tuhan tidak keliru menggunakan orang Kasdim yang bukan umat Tuhan menghukum orang Yehuda yang adalah umat Tuhan?
Dalam keadaan ini Habakuk semakin bingung, dia berusaha untuk mendamaikan teologinya tentang Tuhan dengan rencana yang dia dengar dari Tuhan.
Yang dia pahami tentang Tuhan berbeda dengan realita yang sedang dia alami sehingga dia tiba pada kebingungan yg lain.
Mengapa Tuhan yang tidak menyukai kejahatan namun kini Tuhan bekerja menggunakan bangsa Kasdim yang terkenal kejam dan jahat.
Habakuk tahu pasti bahwa Yehuda akan kalah dengan cara yang mengerikan dari bangsa kasdim.
Oleh sebab itu, di dalam pasal 1:12 Habakuk kembali merespon dan bertanya mengapa harus orang kasdim?
Yang membuat Habakuk berargumen kemudian adalah, apakah hanya orang Yehuda yang akan dihukum, lalu bagaimana dengan orang Kasdim yang terkenal jahat?
Baca juga: SANG BAIT SUCI
Baca juga: Kembalilah, akui kesalahanmu.
Baca juga: Nama Tuhan
Habakuk pasal 2 diawali dengan menampilkan Habakuk yang memutuskan untuk bersabar melihat apa yang akan Tuhan lakukan atas pengaduannya.
Kemudian Tuhan tampil dengan memberikan amaran celaka bagi mereka yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, sombong dan khianat.
Tuhan ingin mengatakan bahwa selama bangsa Kasdim tetap dengan keadaan mereka saat ini dan tidak bertobat, maka mereka juga akan mengalami celaka.
Kita tiba pada ayat 20 “Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi!
Ada pesan yang lebih kuat yang terkandung di dalam ayat ini daripada sekedar nasihat agar berdiam diri di dalam perbaktian.
Bahkan ayat ini sama sekali bukan berbicara mengenai sikap dalam perbaktian di dalam gereja.
Lewat ayat ini Habakuk ingin berkata bahwa jika kita hendak berbicara, dan semua pembicaran itu hendak meragukan Tuhan, maka lebih baik kita berdiam diri.
Dalam perjalanan hidup, Anda mungkin diperlakukan tidak adil, orang baik mendapat perlakuan buruk, yang jahat leluasa melakukan kejahatannya, dan keadaan ini mencoba menggiring pemikiran Anda untuk menilai bahwa Tuhan tidak bisa bertindak dalam kemahakuasaan-Nya untuk menyatakan keadilan.
Pemikiran itu perlahan lahan akan membuat Anda meragukan Tuhan.
Baca juga: SORGA
Baca juga: SORGA DAN PEREMPUAN
Baca juga: 5 Ayat Alkitab Ketika Berjuang.
Yang Habakuk ingin tekankan kepada pembaca kitab Habakuk adalah Tuhan ada dalam bait-Nya yang kudus, Tuhan itu ada, Ia tidak meninggalkan kita, berdiam dirilah dihadapan-Nya.
Jika kita perhatikan Habakuk 2:20 ini ingin menekankan apa yang dituliskan dalam habakuk 2:4 bahwa orang benar akan hidup oleh percaya.
Siapa yang harus kita percayai? Habakuk mengajak kita percaya bahwa Tuhan ada, Ia berkuasa, Ia melihat keadaan yang terjadi saat ini, Ia mampu membuat yang terbaik, dan Tuhan dapat memperbaiki seburuk apapun keadaan yang Anda hadapi saat ini.
Hiduplah oleh percaya terhadap kuasa Tuhan. Ada ranah keadilan Tuhan yg tidak dapat kita mengerti sepenuhnya, dan yang bisa kita lakukan hanya percaya.
Tidak semua keadilan Tuhan dapat dipahami oleh Habakuk, demikian juga dengan kita, tidak setiap rencana Tuhan dapat kita pahami sepenuhnya.
Semakin kita berupaya menyelami rencana Tuhan, semakin kita akan menyadari bahwa kita memang tidak dapat mengerti sepenuhnya tentang jalan jalan Tuhan. Kita hanya perlu menjaga agar pikiran dan perkataan kita tidak meragukan Tuhan.
Jika Anda ingin berbicara tentang Tuhan dan isi pembicaraan Anda hanya untuk meragukan Tuhan, Ssssssttttt!!!! lebih baik kita berdiam diri. Tuhan bukan untuk diragukan.
Tidak ada komentar