Kata “pertama” mengandung banyak makna dan kesan yang dalam, terlebih jika dirangkai dengan kata yang lain.
Contohnya saja, juara pertama semua yang turut dalam perlombaan menginginkan hal ini.
Kerja keras seorang anak seolah terbayar ketika ia meraih juara pertama di sekolah dan sering kali dirayakan dengan berbagai cara.
Anak pertama, Cerita dari para sahabat menggambarkan betapa bahagianya mereka ketika pertama kali menerima anugerah indah itu.
“Ketika kami menerima kelahiran anak pertama perasaan kami sangat bahagia,” kata mereka bercerita.
Cinta pertama, semua pernah merasakannya, tidak ada rangkaian kata apapun yang dapat menjelaskan sesempurna saat perasaan itu dialami.
Baca juga: Cinta Pada Pandangan Pertama
Baca juga: Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan
Baca juga: 4 Cara Menyikapi Penolakan
Setiap kali seseorang akan bercerita tentang cinta pertamanya, sebelum ia berbicara saja pendengar sudah memahami bagaimana sempurna nya kisah itu.
Itu kesan yang sulit dilupakan, dan kita semua tahu bagaimana kuatnya ia mengikat sehingga banyak yang masih berada di sana.
Bagaimana dengan kitab pertama dan ayat pertama dalam Alkitab,
apakah juga mengandung makna, kesan dan pesan spesial? Mari kita cari tahu.
Pernahkah seseorang datang kepada Anda dengan tergesa-gesa, lalu menceritakan masalahnya dengan panik dan terburu-buru..
Sampai sampai Anda tidak dapat mengerti bagaimana cerita itu dibangun, lalu ia meminta solusi atas masalahnya.
Maka yang akan Anda lakukan adalah menenangkan nya dan berkata coba ceritakan perlahan, bagaimana awal mulanya.
Betapa pentingnya sebuah permulaan, karena dari situ kita tahu apa yang akan dibangun dan kemana suatu keadaan sedang diarahkan.
Walaupun kitab Kejadian bukanlah kitab pertama yang ditulis oleh Musa namun ini ditempatkan dalam urutan pertama Kanonisasi Alkitab.
Boleh jadi karena isinya mengandung riwayat atau permulaan dari segala sesuatu, asal usul alam semesta (kejadian 2:4′ demikianlah riwayat penciptaan…).
Kata Beressit artinya adalah “pada awal mula” ini adalah kata pertama dalam kitab Kejadian.
Kitab kejadian sering menjadi pertentangan, banyak pertanyaan sehubungan dengan penulisnya dan juga mengenai apakah waktu penciptaan itu harfiah ataukah menggambarkan suatu periode yang panjang.
Orang juga mungkin mudah tergoda untuk melalaikan doktrin penciptaan dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk membahas bagaimana agar masuk sorga (mungkin tidak salah).
Walau perbincangan mengenai topik sorga sangat mudah menimbulkan perdebatan dan merasa diri paling benar.
Kitab pertama dalam Alkitab ini membentuk dasar yang tidak terelakkan bagi orang Kristen dan teologi alkitabiah.
Sejumlah konsep alkitabiah yang fundamental berakar dalam kisah penciptaan, diantaranya berita bahwa Anak manusia itu akan mati untuk tujuan penebusan.
Sebuah kisah terbesar yang menjadi pegangan bagi kekristenan (Kejadian 3:15).
Ya, tentu saja, berikut Empat keistimewaan yang terdapat di dalamnya
Keistimewaan pertama kitab Kejadian 1 ini adalah, menjadi penuntun dalam menyembah Tuhan.
Kalimat pertama dalam kitab ini sangat penting, Kejadian 1:1″Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi (TB).
Setiap kali mendengar kalimat ini, pikiran saya dibawa kepada peristiwa perayaan tahun baru.
Kepada pemandangan ketika anak anak kecil akan menyampaikan satu ayat hafalan yang mereka persiapkan sebelumnya.
Beberapa anak akan terdengar mengucapkan kalimat yang sama dengan polosnya dalam bahasa daerah.
“Dimula ni mula na ditoppa Debata langit dohot tano on (batak).”
Berulang ulang Alkitab memperkenalkan Tuhan sebagai pencipta (Yes 45:18; Zak 12:1; Mal 2:10; Wah 4:11; Wah 10:6).
Ketika Alkitab menulis perintah untuk menyembah, kita diminta untuk menyembah Tuhan Sang Pencipta (Wahyu 14:7).
“…Sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air, Mazmur 95:6 “…marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita.
Sebuah dialog dalam Film drama komedi satir India (2014) berjudul PK (pee-kay) memberikan satu gambaran mengenai realita yang terjadi saat ini,
Dialog:
Amir khan (pemeran PK): Tuhan yang mana yang harus ku percayai? kau selalu bilang Tuhan hanya ada satu, tapi menurutku tidak, ada dua Tuhan.
Pertama, Tuhan yang menciptakan kita semua, dan yang kedua, Tuhan yang kita ciptakan.
“Pesan ku sederhana, Tuhan yang menciptakan kita semua, percayalah kepada Nya, dan tuhan yang kita ciptakan, musnahkan lah.”
Ulangan 4:28 memberikan informasi bahwa ada tuhan buatan tangan manusia, namun Wahyu 14:7 dengan jelas memberi informasi bahwa kita harus menyembah Tuhan sang pencipta.
Keistimewaan kedua kitab Kejadian 1 ini adalah, menegaskan keistimewaan setiap orang.
Seberapa sering Anda membandingkan diri Anda dengan orang lain, dan selalu menemukan bahwa orang lain lebih unggul dalam segala hal.
Melihat penampilan mereka lebih menarik, seolah derajat mereka lebih tinggi dari Anda, dengan wajah cantik dan tampan mereka sempurna.
Sementara kita sedang berupaya keras untuk menerima keadaan kita.
Ingat, berdasarkan laporan penciptaan, kita dijadikan berdasarkan gambar dan rupa Tuhan (Kejadian 1:26).
Hendaknya tidak ada lagi celah untuk meremehkan diri sendiri atau pun meremehkan orang lain.
Baca juga: Kemalangan Orang Benar Banyak.
Baca juga: Alasan Para Murid Yesus Berani Martir (bag 1)
Baca juga: 3 Cara Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.
Kita diberi tempat yang khas dalam penciptaan. Namun laporan penciptaan ini juga menjadi amaran bagi kita untuk berhati hati dalam bersikap, berkata dan berfikir karena kita harus menjadi gambaran dari sang Pencipta yang atas rupa dan gambar-Nya kita dijadikan.
Keistimewaan ketiga kitab Kejadian 1 ini adalah, Landasan yang sejati bagi persekutuan.
Ke-Mahakuasaan Tuhan dalam menciptakan memungkinkan Ia menjadi Bapa.
Pada saat yang sama menempatkan kita semua dalam keadaan bersaudara tanpa memandang perbedaan sex, status sosial, suku dan jabatan seseorang.
Ketika seorang orang tua berdoa kepada Tuhan dan menyebut-Nya Bapa, penyebutan yang sama juga dilakukan oleh anak-anaknya.
Garis keturunan tidak membuat seorang anak memanggil Tuhan dengan sebutan mbah, atau opung.
Ini menandakan status kita sama di hadapan Bapa, yaitu sebagai anak. Memahami kitab kejadian dengan benar akan membantu kita menghindari berbagai bentuk diskriminasi.
Keistimewaan keempat kitab Kejadian 1 ini adalah, menjadi obat penawar bagi perasaan kesepian, pesimisme dan kesia-siaan.
Kitab kejadian menyadarkan kita bahwa keberadaan kita adalah untuk suatu tujuan, yaitu untuk menjalin satu hubungan yang abadi dengan Tuhan.
Ketika kita menyadari bahwa kita dijadikan untuk satu tujuan tertentu maka akan membantu kita untuk tidak merasa kesepian di tengah dunia yang ramai ini.
Membantu kita menjadi optimis walau merasa memiliki kelemahan tapi Tuhan yang akan memampukan, dan menyadarkan bahwa keberadaan kita tidak sia-sia.
Tuhan menghendaki dan akan bisa menggunakan kita untuk satu pekerjaan besar bila kita bersedia.
Inilah empat alasan yang membuat kitab pertama ini menjadi Istimewa dan memiliki makna lebih dari sekedar kata sambutan ketika akan masuk kepada lembaran lembaran berikutnya.
Jangan lupa untuk membagikan Postingan ini sehingga lebih banyak yang terberkati.
5 tahun lalu
[…] Baca juga: 4 Keistimewaan Kejadian 1 […]
5 tahun lalu
[…] 4 Keistimewaan Kejadian 1 […]
5 tahun lalu
Mantap pastor.
Ga pernah kepikiran sebelumnya utk hal sedalam itu.
Semoga sukses selalu dlm pelayanan.
5 tahun lalu
mauliate, semoga menjadi berkat, inspirasi dan dapat menguatkan.
5 tahun lalu
Mantap…ternyata ada bakat jd penulis. Goresan penanya sudah mengalir bagus dri awal smpai akhir. Lanjutken pk pdt..
5 tahun lalu
ai sona pakke pena iba, pitolot do. semoga menginspirasi