Alkitab memberi kita banyak nasihat untuk praktik hidup sehari hari. Firman Tuhan itu pelita bagi kaki-ku, dan terang bagi jalan-ku.
Nasihat itu bisa berupa anjuran yang baik untuk diikuti, maupun larangan yang harus dilepaskan.
Sebagian dapat dipahami dengan mudah, namun terkadang dibutuhkan waktu dan keseriusan untuk dapat memahami bagian tertentu yang terdapat di dalamnya.
Menurut Alkitab, berikut enam hal yang harus dilepaskan dari diri kita.
1 Korintus 1:27-29 “Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
Sikap memegahkan diri tidak memperoleh kesenangan dari memiliki sesuatu; memegahkan diri hanya memperoleh kesenangan dari memiliki lebih dari orang lain.
Memegahkan diri adalah perbandingan; itu memberi Anda kepuasan ketika dibandingkan dengan orang lain, dan Anda merasa lebih baik dari mereka.
Anda mungkin bangga dengan penampilan Anda, etos kerja yang luar biasa, pemahaman dan kemampuan yang baik dalam politik, kreatifitas, kemampuan Anda menyanyi dan bermain musik, keterbukaan pikiran Anda, atau mungkin juga bangga dengan kekayaan Anda.
Anda dengan mudah dapat menemukan bahwa Anda lebih unggul dari orang lain, namun ingatlah bahwa kita melayani Juruselamat, sang pemilik segala sesuatu yang rendah hati, maka hendaklah demikian pula yang tergambar dalam kehidupan kita.
Baca juga: 6 Alasan Kita Harus Mempercayai Tuhan.
Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda
Baca juga: Kemalangan Orang Benar Banyak.
Baca juga: 4 Cara Menyikapi Penolakan
Fil 4:6-7 “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”
Pepatah populer berbunyi, “kekhawatiran itu seperti kursi goyang; itu memberi Anda sesuatu untuk dilakukan tetapi tidak membawa Anda ke mana pun.”
Sebuah studi yang dilakukan oleh Robert Leahy. PhD, menemukan bahwa 85% dari apa yang dikhawatirkan orang tidak pernah menjadi kenyataan dan kekhawatiran yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai hasil negative dalam hidup.
Sekarang kita mengerti mengapa Yesus memberi nasihat agar kita jangan khawatir.
Psikiater Sigmund Freud pernah bertanya, “Kemana perginya sebuah pikiran jika sudah dilupakan?” Pertanyaan ini tampaknya tidak memiliki jawaban yang pasti, namun dapat saja pikiran meninggalkan jejak di benak kita dan terkadang itu bisa menjadi bagian dari identitas kita.
Baca juga: Yesus Berjanji Mendahului Kamu ke Galilea
Baca juga: Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan
Baca juga: Cinta Pada Pandangan Pertama
Baca juga: 5 Kisah Cinta Pada Pandangan Pertama di Alkitab
Mazmur 37:8 “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.”
Kemarahan adalah salah satu emosi yang ada dalam diri manusia, itu terjadi dari waktu ke waktu.
Dalam tingkat tertentu kemarahan mungkin dapat membantu dalam beberapa situasi, seperti ketika kita perlu membela diri sendiri atau melindungi orang lain.
Namun kemarahan yang berlebihan atau tidak terkendali akan berdampak negatif bagi kesehatan kita serta dapat merusak hubungan kita dengan orang lain.
Baca juga: 60 Nubuatan Mesias di Perjanjian Lama Secara Harfiah Digenapi oleh Yesus dari Nazaret
Baca juga: Saat Yesus Tidak Dapat Membuat Mukjizat
Baca juga: 10 Pengalaman Yusuf Menunjuk Kepada Yesus.
Baca juga: 6 Pengalaman Yunus Sama dengan Yesus
Yesaya 41:13 “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”
Ketakutan dialami dalam pikiran dan akan memicu reaksi fisik yang kuat dalam tubuh. Segera setelah Anda mengenali rasa takut, amigdala (organ kecil di tengah otak Anda) mulai bekerja.
Ini akan memberi sinyal kepada sistem saraf, yang membuat respons ketakutan tubuh menjadi bergerak lalu melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.
Tekanan darah dan detak jantung akan meningkat, Anda mulai bernapas lebih cepat darah benar-benar mengalir dari jantung Anda ke anggota tubuh Anda, sehingga lebih mudah bagi Anda untuk mulai melakukan reaksi (mungkin pukulan) atau berlari untuk keselamatan hidup Anda.
Dalam istilah bahasa inggris disebut “flight or fight response, atau “acute stress response”, istilah ini pertama kali dijelaskan oleh Walter Cannon pada tahun 1920-an.
Baca juga: SUARA TUHAN
Baca juga: TUHAN TERINGAT
Baca juga: TUHAN MENYESAL
I Samuel 2:3 “Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.”
Salah satu kata Ibrani untuk kesombongan diterjemahkan sebagai “Keagungan tertinggi”.
Namun, dalam kitab Amsal, itu diterapkan pada manusia karena pada dasarnya inti dari hati manusia yang sombong adalah keinginan untuk menjadi yang ter hebat, walau yang sebenarnya Tuhan lah yang harusnya memiliki keagungan tertinggi dan ter hebat.
Orang yang sombong akan merasa lebih baik dari orang lain, perlu membuktikan bahwa dia layak dihormati dan disembah, sehingga kesombongan membuat kita mengejek, mencemooh, membandingkan diri kita dengan orang yang kita pandang rendah.
Kebanggaan membuat kita perlu merasa lebih baik daripada orang lain dalam beberapa hal, Jika ada satu hal dalam hidup yang layak Anda sombong kan apakah itu?
Baca juga: Apakah Bait Suci Yahudi Masih Ada?
Baca juga: 5 Pengalaman Abraham Menunjuk Kepada Yesus
Baca juga: Alasan Mengapa Perpisahan Mengakibatkan Kesedihan dan Cara Agar Siap Menghadapi Perpisahan.
Imamat 19:18 “Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.”
Apakah Anda ingat kata-kata pertama yang diucapkan Yesus dari kayu salib? Kita bisa bayangkan, Dia melihat ke bawah, dadanya naik-turun, matahari menerpa dahinya yang lebam dan berdarah.
Wajah-Nya berlumuran darah dan air mata, tangan dan kaki-Nya meneteskan darah dari lubang paku.
Dia melihat mereka tertawa, mendengar ejekan, dan Dia tahu bahwa mereka menertawakan-Nya. Dia tidak melakukan kesalahan apa pun. Dia tidak pantas untuk semua ini.
Dia menutup mata-Nya, seolah sedang berdoa, kemudian Dia melihat lagi ke gerombolan liar itu, dan berucap “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).
2 tahun lalu
[…] 6 Hal yang Harus Dilepaskan Menurut Alkitab […]