Secara umum kita mengetahui bahwa Alkitab adalah buku tentang Tuhan yang menyatakan diri-Nya.
Berulang kali Tuhan ditampilkan berbicara atau berkomunikasi dengan manusia, bahkan terlibat dengan aktifitas yang bersinggungan dengan kehidupan manusia.
Di dalam kitab Kejadian konsep Tuhan berbicara sangat jelas. Tuhan berfirman dan kehidupanpun dimulai.
Di dalam kitab Wahyu juga demikian, Tuhan berbicara dan hidup kekal dimulai.
Akan tetapi Alkitab juga berbicara tentang Tuhan yang sembunyi.
Yesaya 45:15 “Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel, Juruselamat”.
Ada beberapa kisah di dalam Alkitab yang menimbulkan kesan bahwa Tuhan absen, Ia tidak berfirman atau tidak hadir dalam cerita.
Diantaranya, Tuhan sembunyi ketika Sarai meminta Abram untuk memperistri Hagar. Sarai berbicara tentang Tuhan saat itu, namun tidak berbicara dengan Tuhan mengenai rencanan tersebut (Kel 16:2).
Tuhan sembunyi ketika bangsa Israel berada di Mesir (Kel 12:40), Tuhan sembunyi ketika bangsa Israel berada di Babel (Yes 45:13, 2 Taw 36:20,21)
Seorang penulis bernama Pete Greig dalam bukunya God On Mute berkata:
‘‘Bahkan Tuhan pernah sembunyi dalam satu hari yang sangat penting, ketika Tuhan membiarkan seluruh ciptaan hidup tanpa jawaban. Ini adalah hari kebingungan dan keheningan, Yaitu hari setelah penyaliban Yesus.’’
Sejalan dengan itu, sang tokoh reformator Marthin Luther memberi komentar tentang Yesus yang ditinggalkan, dengan menyebut Tuhan sebagai “abscon-ditus Deus”— “Tuhan yang hilang.”
Memahami bahwa Tuhan sembunyi sering kali menimbulkan masalah dalam pikiran kita, mengapa? Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Hadir itu sembunyi dari manusia.
Sering kali kita bertemu dengan pertanyaan klasik ini, Jika Tuhan ada, dan Ia maha kuasa, mengapa masih ada kejahatan dan penderitaan? Mengapa Ia tidak melindungi umat-Nya dari kejahatan dan penderitaan?
Sesungguhnya pertanyaan ini bukan sesuatu yang baru, karena sejak tahun 1710 ini sudah menjadi pembahasan diantara para Filsuf, diantaranya seorang filsuf asal Jerman yang bernama Gottfried Leibniz
Diskusi mengenai hal ini selalu menghubungkan apakah Tuhan sebagai penyebab atau yang menciptakan kejahatan atau bukan.
Dan itu menjadi berkembang dengan pemikiran, Jika ya, mengapa Tuhan menciptakan-nya, dan jika tidak mengapa Tuhan tidak segera menghentikannya?
Tampaknya bagi seorang kristen mudah menjawab hal ini dalam teori namun menjadi masalah dalam praktik, mengapa?
Kita akan dengan mudah mengatakan bahwa Tuhan bukanlah penyebab kejahatan, penderitaan dan tidak bertanggung jawab atas semua itu.
Namun dalam praktiknya ketika kita mengalami tindak kejahatan atau penderitaan, kita sering mempersalahkan Tuhan atas keadaan itu.
Kita merasa bahwa ketika mengalami penderitaan dan tindak kejahatan itu karena Tuhan tidak dengan segera mengatasinya. Tuhan menyembunyikan diri dari kita, seolah Ia tidak mau terlibat.
Kita berdoa tidak didengar, berseru namun tidak ada pertolongan, suasana ini membuat kita yakin bahwa Tuhan benar benar menyembunyikan diri-Nya dari kita.
6 Hal yang Harus Dilepaskan Menurut Alkitab
Makna ‘Kemalangan Orang Benar Banyak’ Berdasarkan Mazmur 34:20?
4 Cara Agar Siap Menghadapi Perpisahan.
5 Perpisahan Paling Menyedihkan dalam Kitab Perjanjian Lama
Bahaya dan Cara Mengatasi Ketamakan
Sebelum kita melangkah lebih jauh, apa yang membuat seseorang (manusia) bersembunyi?
Beberapa ayat di dalam Alkitab menuliskan tentang manusia yang sembunyi.
Kejadian 3:8 ‘’Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, BERSEMBUNYILAH manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman”.
Keluaran 2:2 ‘‘lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik (Musa), DISEMBUNYIKANNYA tiga bulan lamanya.‘‘
Ketika jumlah orang Israel di Mesir semakin bertambah banyak dan Yusuf sudah mati, mereka dianggap sebagai ancaman, maka Firaun membuat peraturan agar setiap bayi laki laki yang lahir bagi orang Israel, harus di bunuh.
Keluaran 2:12 ‘‘Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan DISEMBUNYIKANNYA mayatnya dalam pasir. Ketika Musa melihat teman sebangsanya dipukul, ia membunuh orang Mesir kemudian MENYEMBUNYIKAN mayatnya dan karena itu ia lari meninggalkan Mesir.
Yosua 8,10 ‘‘Ketika Yosua akan merebut kota AI, Gibeon dan Kanaan, raja raja negeri itu BERSEMBUNYI ketika diserang dan mulai mengalami kekalahan.‘‘
Jika kita melihat konteks sembunyi di dalam Alkitab maka kita akan menemukan bawah tindakan bersembunyi selalu berkaitan dengan kesalahan, pelanggaran, ancaman, ketakutan atau perang.
Jika sederhananya, ini semua adalah akibat yang ditimbulkan oleh dosa.
Tidak Heran mengapa Yesaya 59:2 menulis:
“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”
Berdasarkan ayat ini, mengapa Tuhan sembunyi?
Ya! Tuhan sembunyi karena Dosa, namun tentu saja bukan karena Tuhan yang berdosa, namun karena dosa kita.
Jika kita mengalami penderitaan adalah tidak bijaksana jika kita dengan mudah mempersalahkan Tuhan, coba kita evaluasi, ataukah itu terjadi karena kesalahan yang kita perbuat.
Jika tidak ada biaya untuk pendidikan, jangan dengan mudah mempersalahkan Tuhan, coba diperiksa apakah saya yang memang tidak mau, tidak serius bekerja dan berusaha, atau saya lalai dalam mengelola uang di rumah?
Jika dipecat dari pekerjaan, jangan dengan mudah mempersalahkan Tuhan, coba diperiksa mungkin kita yang tidak disiplin dalam bekerja, atau tidak mampu menampilkan performa terbaik dalam bekerja, atau mungkin tidak jujur dalam bekerja.
Jika seorang muda/mudi dilukai hatinya, dikecewakan dan ditinggalkan, jangan dengan mudah mempersalahkan Tuhan dan meninggalkan gereja, coba diperiksa mungkin Anda yang memang tidak menunjukkan sikap baik, atau mungkin memang sejak awal Anda memaksakan diri terhadap seseorang yang tidak baik untuk Anda.
Cerita Cinta di Tengah Permainan Politik dan Kekuasaan
Gambar Tuhan dalam Perumpamaan Anak yang Hilang di Lukas 15.
8 Janji Tuhan yang Indah untuk Anda
Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.
Kabar baiknya terdapat di dalam Yesaya 54:7,8
“Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.”
Ketika Sarah meminta Abraham menikahi Hagar, Tuhan sembunyi kurang lebih selama 13 tahun, namun kemudian Tuhan hadir dan mengaruniakan Ishak bagi Sarah dan Abraham.
Pada waktu bangsa Israel berada di Mesir, Tuhan sembunyi 430 tahun, namun kemudian mengirim Musa untuk pembebasan.
Pada peristiwa penawanan Israel di Babel Tuhan sembunyi 70 tahun, namun kemudian menggunakan Koresh untuk langkah awal kelepasan mereka.
Jika kita tidak dapat melihat Tuhan dalam situasi kita saat ini dan tidak dapat merasakan tangan-Nya dalam hidup kita, kita mungkin merasa takut, khawatir, marah, bahkan merasa tidak berdaya, sehingga kita mungkin ingin berhenti.
Dahulu kita bisa bersandar pada Tuhan dan hidup tampak mudah diatur dengan bantuan-Nya, sekarang tampaknya Ia telah meninggalkan kita.
Ingatlah, Alkitab meyakinkan kita bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Dia telah berjanji, “Aku menyertai kamu senantiasa, sampai akhir zaman” (Mat. 28:20).
Yang terpenting sekarang adalah, jika terhadap doa-doa kita tampaknya Tuhan menolak mengabulkan permintaan kita dan bahkan kita merasa Ia sembunyi dari kita, sehingga kita tidak dapat melihat Tuhan bekerja, kita harus memilih untuk tetap percaya dan melayani Tuhan, ini akan membuat Iman kita semakin matang
Kita harus menyadari posisi kita sebagai pengikut Kristus, kita harus dengan teguh mempercayai Tuhan sekalipun ia tidak terlihat dan langkah langkahnya tidak terselami.
2 Korintus 5:7 “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.”
Percayalah, sungguh Tuhan tidak meninggalkan Anda.
1 tahun lalu
[…] Baca juga: TUHAN SEMBUNYI […]
1 tahun lalu
[…] TUHAN SEMBUNYI […]