Mazmur 34:20 menulis kemalangan orang benar banyak, Bagaimana memahami hal ini?
Perjanjian Baru
Alkitab berbicara mengenai dua kisah yang berbeda mengenai pengalaman Yesus dengan murid murid.
Walau berbeda, kisah ini memiliki pesan yang saling melengkapi satu dengan yang lain.
Kisah Pertama terdapat di dalam Matius 8:23-27 (Mark 4:35-4; Luk 8:22-25), yaitu ketika Yesus meredakan angin ribut.
Kisah kedua terdapat di dalam Matius 14:22-33 (Mat 14:22-33; Mark 6:45-52; Yoh 6:16-21) yaitu ketika Yesus berjalan di atas air.
Perbedaan
Perbedaan yang paling jelas dalam kedua kisah ini adalah:
Dalam Matius 8:23-27 Yesus berada bersama dengan murid murid di dalam perahu,
Dalam Matius 14:22-33 Yesus tidak berada bersama dengan murid murid di dalam perahu.
Persamaan
Di dalam kedua kisah ini para murid menghadapi badai dalam pelayaran mereka, dan yang paling penting, pelayaran ini dilakukan atas perintah Yesus.
Dapatkah Anda mengerti situasi ini? Murid murid berhadapan dengan badai ketika mereka melakukan perjalanan bersama dan atas perintah Yesus.
Pelajaran apa yang kita dapat dari kisah ini yang akan menolong kita dalam menghadapi segala situasi dalam kehidupan kita?
Sekarang kita mengetahui lebih jelas bahwa sekalipun yang kita lakukan adalah hidup menurut perintah Tuhan, itu tidak serta merta menghindarkan kita dari kesulitan hidup.
Bahkan sekalipun kita menjalani hidup bersama dengan Tuhan, itu tidak menjamin kita terhindar dari badai yang dapat menyulitkan keadaan kita.
Namun ini belum akhir dari pesan yang kita dapat dari kedua kisah ini. Kita perlu melihat kisah di dalam Perjanjian Lama.
Baca juga: Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.
SEBERAPA BESAR TUHAN ITU?
60 Nubuatan Mesias di Perjanjian Lama Secara Harfiah Digenapi oleh Yesus dari Nazaret
Yesus Berjanji Mendahului Kamu ke Galilea
Saat Yesus Tidak Dapat Membuat Mukjizat
SORGA DAN PEREMPUAN
5 Cara Agar Mampu Mengatasi Patah Hati
4 Cara Menyikapi Penolakan
Perjanjian Lama
Beberapa kisah perjanjian lama akan menolong kita lebih memahami pesan penting ini:
1. Sadrakh, Mesakh dan Abednego, karena kesetiaan mereka kepada Tuhan, mereka tidak bersedia menyembah patung Nebukadnezar akibatnya mereka dilemparkan ke dalam perapian yang menyala-nyala.
2. Daniel, oleh karena imannya sehingga ia tetap setia memohon kepada Tuhan bukan kepada Darius berdasarkan ketetapan yang dibuatnya, hingga akhirnya ia dilemparkan agar menjadi santapan singa.
3. Yusuf, ia sedang menjalani hidup dalam rencana Tuhan yang diberitakan melalui mimpinya, namun ia dijual oleh saudara saudaranya.
4. Ayub dalam imannya yang teguh kepada Tuhan, ia tetap setia menyembah Tuhan sekalipun mengalami penyakit yang sangat menyiksa dirinya.
Dalam semua kisah ini kita melihat bahwa Tuhan tidak merancang agar orang orang yang setia ini tidak menghadapi kesulitan, namun Tuhan menolong dan menyertai mereka di dalam kesulitan yang terjadi.
Bagaimana pengalaman hidup Anda?
Boleh jadi ada diantara Anda yang karena belas kasihan (menuruti perintah Tuhan) memberikan pertolongan dengan tulus kepada seseorang yang meminta bantuan, namun yang ia lakukan adalah menipu dan merugikan Anda.
Atau mungkin ada diantara Anda yang dengan setia mencintai seseorang dengan cinta yang tulus dan kudus (karena kasih Tuhan) ternyata menyakiti dan mempermainkan Anda.
Mungkin juga ada diantara Anda yang dengan setia menuruti Tuhan dan kebenaran-Nya dalam hal kejujuran dan kesetiaan, namun harus berhadapan dengan sikap sinis dari orang orang disekitar tempat kerja Anda.
Ingatlah, cara Tuhan menyertai bukan dengan cara menghindarkan Anda dari kesulitan yang akan Anda hadapi, namun Ia akan menolong dan menguatkan Anda di dalam kesulitan yang terjadi.
Anda mungkin tidak dihindarkan dari seorang penipu, namun Tuhan akan memberi berkat atas apa yang Anda alami.
Anda tidak dihindarkan dari orang yang akan menyakiti Anda, namun Tuhan akan menghibur dan memberikan kekuatan serta pemulihan atas rasa sakit yang Anda alami karena orang lain.
Sekarang kita semakin memahami apa yang Tuhan sampaikan di dalam Mazmur 34:19 “Kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semua itu.”
Tidak ada komentar