Teks: Filipi 4:6, 7
Sekarang kita lihat satu aspek lain yang penting:
Pada waktu permohonan kita telah dikabulkan pada saat kita menyampaikannya, maka adalah baik untuk berterimakasih kepada Tuhan untuk jawaban yang diberikan berikutnya.
Ucapan terimakasih kita pada saat ini menyatakan kepercayaan kita kepada Tuhan bahwa Dia telah menjawab doa kita.
Kita mengharapkan agar jawaban ini digenapi pada waktu kita sangat membutuhkannya.
Ada orang percaya yang memperhatikan sesuatu yang berbeda segera setelah mereka selesai berdoa.
Tetapi untuk kebanyakan orang percaya, hal ini mirip dengan pengalaman Elia:
Tuhan tidak berada di dalam angin topan, dalam gempa bumi atau di dalam api, tetapi dalam suara ditengah keheningan (1 Raja 19:11-12).
Ini juga menjadi pengalaman saya. Setelah waktu yang lama saya kira tidak terjadi apa-apa.
Kemudian tiba-tiba saya perhatikan bahwa banyak hal telah terjadi dalam diri saya tanpa saya sadari
Ini berarti: Perlu untuk merubah cara berpikir saya sekarang ini: “…berubahlah oleh pembaharuan budimu…” (Roma 12:2)
Maka benarlah jika kita berkata: Terimakasih Tuhan Engkau telah menjawab doa saya.
Terimakasih karena telah mengabulkan permohonan saya.
Terimakasih karena saya akan mengalaminya pada waktu yang tepat.
Ini bukanlah menipu diri sendiri (bersugesti). Jika saya menipu diri sendiri, maka saya akan berusaha membujuk diri saya sendiri.
Akan tetapi pada waktu saya berdoa dengan janji, saya memiliki dasar ilahi untuk pikiran yang diubahkan karena saya telah dijawab melalui iman.
Dalam hal ini, jika saya tidak merubah pikiran saya, berarti saya menyatakan kepada Tuhan bahwa saya tidak percaya kepadaNya, tetapi saya merasa terorientasi.
Dengan sikap seperti ini saya sedang membuat Tuhan menjadi oknum pembohong dan tidak akan menerima apapun.
Penting juga untuk saya bertindak selaras dengan doa saya, meskipun saya tidak melihat suatu perubahan.
Tuhan selalu melibatkan kebutuhan untuk percaya. Dia ingin kita untuk percaya kepadaNya.
Coba pikirkan: menyeberangi sungai Yordan. Para imam harus terlebih dahulu menapakkan kaki kedalam air dan kemudian sungai itu terbelah.
Naaman harus mencelupkan tubuhnya kedalam air tujuh kali sebelum penyakitnya hilang.
Mungkin Anda berkata: “Saya tidak dapat melakukan ini. Saya bahkan tidak dapat membayangkan hal ini.”
Jangan lupa, ada banyak hal yang tidak dapat kita jelaskan. Sampai sekarang ini, kita tidak tahu apa listrik itu, meskipun kita semua menggunakannya.
Sampai sekarang kita tidak tahu bagaimana anak-anak belajar untuk berbicara. Tetapi semua anak-anak dapat belajar bicara.
“Dalam dunia ini kita terus menerus kelilingi oleh berbagai keajaiban di luar pengertian kita.
Apakah kita juga akan terheran-heran menemukan dalam dunia spiritual berbagai misteri yang tidak dapat kita pahami?”
Mari kita pikirkan Amzal 3:5-6:
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Disini kita melihat persyaratan yang jelas dari Tuhan untuk janji dimana Dia akan meluruskan jalan kita.
Setiap persyaratan juga adalah sebuah perintah. Jika kita tidak yakin bahwa kita telah memenuhi persyaratan ini, maka sebaiknya kita berdoa untuk memperoleh kemauan dengan kepastian bahwa Tuhan akan segera menjawab kita.
” …Tetapi jika anda memang ‘ingin untuk menginginkan nya’, Tuhan akan melakukan pekerjaan ini bagi anda…”
Satu hal kecil yang dapat membantu: Apakah kita tahu bahwa apa yang sedang kita lakukan, jikalau setelah kita berdoa dengan janji Tuhan, dan telah memenuhi persyaratan akan tetapi kita meragukan jawaban Tuhan?
Kita sedang membuat Tuhan menjadi pendusta. Kita tidak pernah mau melakukan hal ini.
Dalam hal ini berdoalah: Tuhan, aku percaya, tolonglah atasi ketidakpercayaan saya. Kemudian percayalah!
Kutipan Membina keluarga sehat hal 206.
Kita semua menginginkan jawaban yang segera dan langsung ke-pada doa kita, dan tergoda untuk kecewa bilamana jawaban itu tertunda atau datang dalam bentuk yang tidak diharapkan.
Tetapi Allah terlalu bijaksana dan baik untuk selalu menjawab doa kita pada waktunya dan sesuai dengan yang kita inginkan.
Ia akan berbuat lebih banyak dan lebih baik bagi kita daripada memenuhi segala yang kita inginkan.
Iman adalah unsur penting dari doa yang terkabul.
“Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang kita minta kepada-Nya.” Ibrani 11:6; 1 Yohanes 5:14, 15.
Selanjutnya dikatakan,
“Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, teta-pi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Tuhan.” Filipi 4:6, 7
Tuhan memberkati
Tidak ada komentar