x

Apa Arti Ajarlah Kami Menghitung Hari Hari Kami dalam Mazmur 90?

waktu baca 9 menit
Selasa, 15 Feb 2022 03:50 1044 Jandri Tumangger

Pernahkah Anda mencoba menghitung hari hari yang Anda sudah lalui?

Seorang penulis Bernama Robert Louis Stevenson mengatakan, ” Aku hanya akan menjalani hidup di dunia ini hanya satu kali saja. Oleh karena itu setiap perbuatan baik yang bisa saya lakukan biarlah itu saya lakukan sekarang ini. Karena saya tidak akan pernah menjalani hidup di dunia ini sekali lagi.”

Ada frasa yang umum kita dengar sekarang ini, muda kaya raya, tua foya foya, setelah mati kelak masuk Sorga.

Tidak tahu siapa yang merangkai frasa ini pertama kali, namun sepertinya ini sudah akrab di pendengaran kita atau mungkin menjadi semboyan kebanyakan orang.

Apakah istilah ini muncul karena manusia menyadari keberadaan mereka seperti yang dikatakan oleh Robert Louis Stevenson bahwa hidup hanya satu kali sehingga harus benar benar dinikmati, dan cara menikmatinya adalah melalui memperoleh kekayaan?

Baca juga: 2 Cara Tuhan Memberi Tanda

Baca juga: Kemana Arwah Orang Mati?

Baca juga: 5 Ayat Alkitab Ketika Berjuang.

Dalam masyarakat modern, sebagian besar kehidupan dijalani dengan kecepatan yang luar biasa, perjuangan tanpa akhir untuk memenuhi banyak tuntutan.

Di tengah kesibukan, kita sesekali mengangkat kepala dan berhenti cukup lama untuk bertanya-tanya apa yang kita perjuangkan.

Apakah ada tujuan abadi dalam apa yang kita lakukan, atau apakah kita terjebak pada perputaran roda yang tak berakhir.

Sekilas keadaan mengingatkan kita bahwa nilai dan makna kita akan ditemukan begitu kita memperoleh, hadiah kekayaan, ketenaran, atau perolehan lainnya yang signifikan.

Kemudian berlomba lagi. Perlahan-lahan kekuatan kita surut dan kelelahan, kita runtuh.

Kemudian mulai menyadari bahwa dari debu kita datang akan kembali menjadi debu.

Lalu apa gunanya pencapaian kita ketika ingatan tentang-Nya telah lama memudar? Apa tujuan hidup kita ketika kita hanya mencari sorotan yang lain selain Dia?

Hati kita mulai putus asa pada kesusahan hidup, tidak berarti, dan mejadi sia-sia.

Tahukah kita bahwa manusia adalah mahluk yang terbatas. Umur, kesehatan, kekuatan, keadaan keuangan, kesempatan kita terbatas, satu hari hanya dapat dilalui satu kali, sangat terbatas bukan?

Lalu bagaimana sebaiknya kita menjalani kehidupan ini?

Mazmur 90 dengan jelas menggambarkan teka-teki kehidupan manusia ini dan dengan kuat memberikan kata harapan akan keberadaan dan tujuan manusia.

Mari kita menggali lebih dalam apa yang terkandung di dalamnya.

Berbagai sumber masih memiliki pendapat yang berbeda mengenai apakah memang Musa adalah penulis doa ini, sebagaimana di pembukaan pasal ini katakan bahwa ini adalah doa Musa, Abdi Allah.

Dick Harfield, seorang yang mempelajari Retorika Yunani Kuno, Kritik Tekstual Perjanjian Baru dan Papirologi mengatakan:

“Orang-orang Yahudi menghubungkan mazmur ini dengan Musa selama periode Bait Suci Kedua, tetapi mereka melakukannya bahkan tanpa membaca mazmur itu dengan benar. Ingatlah bahwa Musa seharusnya hidup sampai 120 tahun, setelah memimpin orang Israel keluar dari Mesir ketika dia sudah berusia 80 tahun, namun penulis Mazmur 90:10 mengatakan bahwa 80 tahun adalah batas atas umur kita:”

Leopold Sabouri dalam bukunya The Psalms: Their Origin and Meaning mengatakan:

“Judul tradisional, Sebuah Doa Musa abdi Allah, menghormati nabi besar Perjanjian Lama dengan tulisannya. Referensi untuk kejadian yang terkait dalam Kejadian 1-3 dan Ulangan 32-33 memberikan bobot kepada Musa sebagai penulisnya.”

Dua sumber ini mewakili perbedaan pendapat apakah penulisnya adalah Musa atau bukan.

Saya yakin perbedaan pendapat ini tidak akan mengurangi keyakinan kita bahwa Mazmur 90 ini juga adalah berkat yang Tuhan berikan bagi kita semua.

Tulisan ini dibuat dengan melihat kesesuaian isi pasal ini dengan pengalaman Musa ketika dalam perjalanan memimpin bangsa Israel.

1. Mazmur 90:1,2 “Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.

Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.

Tuhan diperkenalkan sebagai tempat perlindungan dan pencipta, Tuhanlah yang membentuk bumi ini.

Musa menyadari bahwa bantuan Tuhan kepada umat-Nya tidak dimulai hanya ketika bangsa Israel keluar dari Mesir.

Sejak awal perjalanan Abraham hingga zaman Musa. Mereka memiliki Tuhan sebagai tempat tinggal dan perlindungan mereka.

Sebelum segala sesuatu ada, Tuhan ada. Dari kekekalan masa lalu hingga kekekalan masa depan (abadi ke keabadian), Dia ada.

Ini adalah gambaran tertinggi tentang kekekalan Tuhan yang dapat dijangkau oleh bahasa manusia.

Pikiran kita perlu dibangun untuk menyadari hal ini bahwa ada Tuhan sumber segala sesuatu dan mengatasi segala sesuatu. Pemahaman ini penting bagi kita dalam menjalani kehidupan ini.

Baca juga: Perumpamaan Anak yang Hilang.

Baca juga: Mengarang Lagu Bersama Tuhan, Kisah Nyata Di Balik Lagu Yesus Sahabat Terindah

Baca juga: 5 Praktek suap di dalam Alkitab dan 3 cara ampuh menghindarinya.

2. Mazmur 90:3 “Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!

Musa telah melihat penghakiman Allah mengubah manusia menjadi kehancuran. Dia melihat Mesir yang jahat dan Israel yang tidak taat.

Tuhan menaruh perhatian pada urusan manusia dan menjalankan penghakiman-Nya yang kudus.

Semua orang, bahkan raja dan pangeran yang paling bijaksana, terbesar dan terkuat di dunia, hanyalah orang-orang yang menyedihkan, terbuat dari tanah, dan dengan cepat berubah lagi menjadi tanah.

Kita akan menyadari betapa lemahnya manusia, bahkan untuk mempertahankan keberadaan diri pun tidak mampu.

Baca juga: Pelajaran penting dari garam menjadi Tawar.

Baca juga: 4 Cara Menyikapi Penolakan

Baca juga: 6 Alasan Mengapa Orang Kristen Harus Melayani Di Luar Gereja

3. Mazmur 90:4-6 “Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin,

Apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam, Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.

Ayat ini menampilkan perbedaan persepsi Tuhan tentang waktu dan persepsi kita tentang waktu.

Tuhan diperkenalkan dengan kontras, hidup di luar waktu tanpa awal atau akhir, manusia hanya sementara.

Musa menggunakan banyak gambar puitis untuk menggambarkan Tuhan dan waktu.

Di mata Tuhan seribu tahun seperti kemarin, seperti jaga malam, seperti mimpi di tidur malam kita.

Seribu tahun seperti rumput yang tumbuh di pagi hari dan layu di waktu petang.

Baca juga: Ilustrasi Khotbah, Ingat Bebek?

Baca juga: Pengangkatan Rahasia

Baca juga: 6 Fakta Tentang Harun yang Harus Diketahui

4. Mazmur 90:7-9 “Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut.

Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.

Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.”

Di ayat ini Musa membandingkan sifat kekal Allah yang kudus dengan sifat manusia berdosa yang lemah dan sementara.

Musa menggambarkan keadaan selama di padang gurun, orang Israel merasa diliputi oleh murka Allah dan ketakutan karenanya.

Sangat menyedihkan bagi Musa untuk melihat seluruh generasi menerima akibat kegagalan di padang gurun, mereka sekarat di bawah penghakiman Tuhan.

Ketika Tuhan yang kudus dan abadi melihat dan mempertimbangkan mereka, tanggapan-Nya adalah kemarahan dan murka.

Musa mengerti bahwa murka Allah terhadap umat-Nya bukannya tidak masuk akal atau tidak dapat diterima.

5. Mazmur 90:10-11 “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun,

Dan kebanggaan nya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu?

Musa tidak mengatakan tujuh puluh tahun adalah batas usia, karena ia sendiri berusia 120 tahun (Ulangan 31:2) dan bahkan banyak yang tidak mencapai usia tujuh puluh tahun.

Penekanan nya adalah pada singkat dan beratnya hidup; bahkan jika seseorang harus hidup melewati tujuh puluh tahun dan hidup delapan puluh tahun, akhir dari semuanya hanyalah kesedihan.

Musa menghubungkan gagasan tentang kehidupan yang relatif singkat dan membuat frustrasi dengan fakta penghakiman Allah yang adil. Ini mereka alami ketika di padang gurun.

Baca juga: 2 Jenis Penyesalan di Alkitab

Baca juga: Bagaimana Merayakan Ulang Tahun? 2 Perayaan Ulang Tahun Yang berujung Malapetaka di Dalam Alkitab.

Baca juga: 5 Cara Agar Mampu Mengatasi Patah Hati

6. Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Musa sudah melihat dan mempertimbangkan sifat manusia yang lemah dan penghakiman Tuhan yang adil, itu membuatnya meminta hikmat kepada Tuhan untuk memahami singkatnya hidup.

Dalam pelajaran matematika kita mengenal aritmetika sosial, berbicara tentang perdagangan, anda dapat menghitung laba rugi, diskon dan lain sebagainya.

Namun dalam Ilmu aritmatika, mungkin Mazmur 90 :12 ini akan jadi yang paling sulit untuk dihitung.

Kita dapat menghitung penghasilan, harta kekayaan, modal usaha atau pendapatan, tetapi kita tidak dapat menghitung hari hari kita.

Ini bukan sekedar menghitung jumlah hari, tetapi tentang memperhitungkan, memanfaatkan kesempatan yang ada, mengenai kata kata sia sia yang terucap selama hidup, sikap yang tampak dan pemikiran terlintas, mengenai perlakuan terhadap diri sendiri dan orang lain, ini tentang jiwa yang akan hilang atau selamat, tentang menjadi orang yang disukai atau orang yang dihindari.

Musa sebenarnya sedang berkata “Tuhan, ajari kami untuk menjadikan setiap hari berarti, untuk merenungkan fakta bahwa waktu kami singkat, kami segera akan mati, dan dengan kesadaran demikian kami dapat menjadi bijaksana.

7. Mamur 90:13-15 “Kembalilah, ya TUHAN – berapa lama lagi? – dan sayangilah hamba-hamba-Mu!

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.

Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.”

Dengan bertanya berapa lama lagi? Musa seolah menuduh Tuhan terlambat dalam pertolongan-Nya.

Namun apakah benar Tuhan terlambat , bukankah Tuhan yang mengatasi segala sesuatu, tidak mungkin Tuhan terlambat.

Ketika Musa katakan kenyangkanlah kami dengan belas kasihan-Mu:

Musa mengerti bahwa kepuasan sejati tidak berakar pada uang, ketenaran, kesenangan, atau kesuksesan.

Kita dipuaskan dengan belas kasihan Tuhan, kebaikan perjanjian-Nya yang setia kepada umat-Nya.

Satu-satunya hal yang akan menjamin kebahagiaan seumur hidup adalah hati yang puas dengan pengalaman kasih Tuhan.

Ini berarti bahwa tidak ada yang akan memuaskan hati manusia pada akhirnya kecuali Tuhan

Dalam doa nya Musa mengerti mengenai keadaan hidup di dunia ini, hidup di dunia tidak mungkin akan terhindar dari kesusahan, kecelakaan atau penindasan, itu sebabnya ia memohon kalaupun kami harus mengalami kesusahan dan penindasan, biarkanlah kami juga dapat menikmati kesenangan atau sukacita.

8. Mazmur 90:16-17 “Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu, dan semarak-Mu kepada anak-anak mereka.

Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, Ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Aspek terakhir dari berkat yang didoakan Musa adalah kelancaran dan keberhasilan para pekerjaan umat umat Tuhan.

Musa mengetahui bahwa Tanpa berkat  Tuhan dalam hidup kita, pekerjaan kita dan hasil yang kita peroleh hanya akan berdampak kecil bagi kehidupan rohani kita dan akan berlalu begitu saja.

Musa ingin memberitahu kita bahwa cara paling bijaksana dalam menjalani kehidupan yang singkat ini adalah:

Menjalaninya dengan penuh kesadaran bahwa makna hidup tidak datang melalui apa yang kita lakukan, tetapi melalui Dia yang kita kenal. Kepuasan, kegembiraan, keberhasilan dalam pekerjaan semuanya harus datang dari hubungan yang benar antara manusia dalam kelemahannya dengan Tuhan dalam Kemahakuasaan-Nya.”

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x