x

Perumpamaan Anak yang Hilang: Cerita Cinta sang Bapa

waktu baca 5 menit
Senin, 2 Agu 2021 00:59 711 Jandri Tumangger

Sebuah pandangan dari perumpamaan anak yang hilang.

Suatu kali melalui postingan di akun Instagram @jandritumangger, saya meminta teman teman untuk berpartisipasi menuliskan sebuah kalimat yang memiliki makna yang kuat bagi mereka.

Berikut kalimat yang mereka tuliskan (diawali inisial nama):

ES: ” menjadi saluran berkat bagi semua orang”,
SS: “berbuat baiklah terus walaupun tidak dihargai dan tidak
dilihat…”

TS: “do the best, God will do the rest”.
BY: “jika ingin mengatasi trauma, hadapi bukan dihindari”
EM: “inspirasi”

DS: “Jangan lupa besyukur atas apapun yang Tuhan berikan”.
DP: “classic is the best”
AA: “kekwatiran menandakan bahwa kita belum bersyukur kepada
Allah”

TS “makan nggak makan asal kumpul”
KNS : “God’s time is always be right and perfect time”

MS: “hidup ini penuh dengan pilihan, tinggalkan yang membuat mu sedih
dan pertahankan yang membuat mu bahagia, karena masa depan sungguh ada dan
harapan mu tidak akan hilang”.

Baca Juga:

4 Keistimewaan Kejadian Pasal 1

Makna Yesus Duduk di Sebelah Kanan Allah dalam Markus 16:19

Alkitab Menyebut Mereka Jahat

Memaknai Mazmur 34:9, Kecaplah dan Lihatlah…

Saya yakin anda yang sedang membaca ini pun memiliki minimal sebuah kalimat, apapun itu, yang positif,

yang berkesan atau dapat memotivasi dalam melakukan sesuatu dan menguatkan anda ketika sedang menghadapi saat saat yang sulit.

Mungkin itu kalimat dari seorang tokoh terkenal, atau hasil dari observasi anda atas pengalaman, atau mungkin dari kitab suci yang anda percayai sebagai kebenaran.

Mengapa anda memiliki kalimat seperti itu? ada saat di mana Anda dan saya sedang mengalami situasi yang buruk,

dan kalimat kalimat ini akan terlintas di pikiran dan seolah olah kita berbicara/mengulang kalimat itu kepada diri sendiri,

dan melalui itu kita berupaya untuk melihat sesuatu yang baik dibalik keadaan yang tidak baik yang sedang terjadi, ini membuat kita seolah mendapat kekuatan extra.

Pernahkah anda mendengar istilah Jouska? bagi sebagian orang istilah ini
mungkin masih asing, tetapi tidak bagi orang lain.

Ternyata istilah ini juga sudah digunakan oleh sebuah perusahaan di bidang finansial sebagai merk dagangnya.

Jouska adalah sebuah istilah dalam dunia psikologi yang artinya
adalah kondisi di mana Anda melakukan percakapan terhadap diri Anda sendiri di dalam pikiran, dan tentu, hanya anda sendiri yang tahu tentang ini.

Mari kita melihat dua cerita di Alkitab yang menuliskan mengenai praktek Jouska.

Baca Juga:

10 Ayat Alkitab, ketika hidup anda terasa berat.

JADILAH SEMPURNA: Sebuah Panggilan dalam Kejadian 17:1.

8 Janji Tuhan yang Indah untuk Anda

Kemalangan Orang Benar Banyak menurut Mazmur 34:20?

Kisah Pertama.

Injil Sinoptik mencatat peristiwa ketika Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun (Matius 9:18-26, Markus 5:21-43; Lukas 8:40-56).

Menurut informasi di dalam Alkitab, ia sudah berulang kali diobati oleh tabib hingga menghabiskan semua hartanya, tetapi tidak juga sembuh bahkan semakin memburuk.

Sampai suatu kali, ia mendengar bahwa Yesus akan lewat di tempatnya. Ketika saat itu tiba, Alkitab menuliskan dalam Matius 9:21: karena katanya dalam hatinya:” Asal ku jamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh”.

Wanita itu sesungguhnya takut, tetapi keinginannya untuk sembuh sangat kuat.

Hal baik lagi di dalam dirinya adalah, dia berkata sesuatu yang baik, bernuansa positif kepada diri nya sendiri, akibatnya ia memperoleh apa yang dia butuhkan.

Kisah kedua.

Kitab Lukas 15 mencatat perumpamaan seorang anak bungsu yang lebih memilih pergi meninggalkan ayah, saudara, dan rumahnya.

Tidak ada yang melarangnya, bahkan sang ayah terkesan membiarkan tanpa berucap sedikit saja nasehat atau larangan untuk tidak pergi.

Sampai akhirnya segala sesuatu menjadi lebih buruk, dan ia memutuskan untuk pulang ke rumah ayah nya. Tahukah anda apa yang dapat membuatnya pulang?

ayat 17 katakan “Lalu ia menyadari keadaannya, katanya:

“Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang melimpah -limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya…”

Kepada siapa ia berkata “katanya”? jawabnya ialah, ia berkata kepadanya dirinya sendiri.

Hanya itu yang dapat membuatnya pulang. Dia berkata kepada dirinya sendiri, ia menasihati dirinya sendiri.

Baca Juga: Sisi baik dari kematian?

Akan ada saatnya Anda tidak mau, tidak senang, merasa tidak butuh mendengarkan nasehat orang lain, dalam keadaan itu, Anda hanya perlu berbicara kepada diri Anda sendiri.

Alasan mengapa sang ayah tidak melarang ketika anak bungsunya tersebut akan meninggalkan rumah adalah karena anak itu sedang dalam keadaan tidak sadar, dan tidak akan menanggapi siapa pun yang akan menasihatinya.

Berulang kali Alkitab mencatat praktik yang kita kenal dengan Jouska (keadaan ketika seseorang berbicara dengan dirinya dalam pikirannya) sendiri.

Berulang kali pula tindakan seperti ini ditegur oleh Yesus, mengapa? karena mereka berbicara yang buruk di dalam pikirannya, artinya mereka sedang berbicara yang buruk kepada dirinya sendiri.

Yesus tahu ini akan membahayakan (Matius 24:48; Markus 2:8; Lukas 5:21,22; Lukas 7:24).

Sekarang kita mengerti mengapa kitab Amsal 4:23 menuliskan, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Kita harus menjaga pikiran kita, berbicara yang baik dari dan kepada diri sendiri. Jangan bicarakan hal jahat di dalam pikiran Anda.

Pikiran itu akan tertuang melalui kata kata dan sikap Anda, itu akan menyakiti dan merugikan orang lain, dan pasti akan menambah kesusahan bagi diri sendiri.

Markus 7:21-23 “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan, Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Jagalah hati, jaga pikiran dengan kewaspadaan, itu baik bagi Anda dan bagi orang lain.

Salam Aman, Iman, Amin.

Bagikan Postingan ini agar semakin banyak yang terberkati.

6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Erizal
    4 tahun  lalu

    Inspiring

    Balas
    Desmaria Natalia Sembiring
    4 tahun  lalu

    Luar biasa Pdt. Tetap semangat, tetap berkarya. Tuhan bersamamu Selalu

    Balas
      Jandri Tumangger
      4 tahun  lalu

      Puji Tuhan, semoga sukses pelayanan di sana. Tuhan memberi keberhasilan.

      Balas
    Gerry Takaria
    4 tahun  lalu

    Mantap Pdt Jandri. Blog membuat kita akan terus berpikir dan menulis. Dan yang pasti karya tulis kita akan dibaca. Terus berkarya dan menjadi berkat.

    Balas
      Jandri Tumangger
      4 tahun  lalu

      salam hormat saya untuk Pdt.Gery Takaria. mohon bimbingannya sir.Tuhan memberkati dalam masa perkuliahannya.

      Balas

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x