x

Apakah Yesus Pernah Berkata, “Aku adalah Tuhan, Sembahlah Aku”?

waktu baca 4 menit
Senin, 28 Apr 2025 08:07 1274 Jandri Tumangger

Pertanyaan ini sering muncul baik dalam diskusi antaragama maupun dalam perenungan pribadi. Ada yang berkata, “Kalau Yesus memang Tuhan, mengapa Ia tidak secara eksplisit berkata, ‘Aku adalah Tuhan, sembahlah Aku’?” Untuk menjawab pertanyaan ini dengan benar, kita perlu melihat Alkitab dengan hati-hati, memahami konteks budaya Yahudi abad pertama, dan melihat cara Yesus menyatakan identitas-Nya.

Apakah Ada Pernyataan Langsung?

Secara tekstual, Alkitab memang tidak mencatat Yesus berkata persis dengan kalimat “Aku adalah Tuhan, sembahlah Aku.” Namun, banyak sekali pernyataan Yesus yang dalam konteks budaya dan teologi Yahudi pada waktu itu bermakna jauh lebih dalam bahwa Dia menyatakan diri-Nya setara dengan Allah, dan layak menerima penyembahan.

Jika Yesus benar-benar berkata langsung seperti itu dalam budaya Yahudi, Ia akan segera dituduh menghujat dan dihukum mati, yang pada akhirnya memang terjadi, bukan karena kata-kata “Aku Tuhan” secara eksplisit, tetapi karena klaim ilahi yang jelas dalam tindakan dan perkataan-Nya.

Pernyataan Yesus yang Menyatakan Keilahian-Nya

Berikut ini beberapa pernyataan penting:

  1. Yohanes 8:58 — “Aku telah ada”

“Kata Yesus kepada mereka: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.’” (Yohanes 8:58, TB)

Di sini Yesus memakai istilah “Aku telah ada” (“Ego Eimi” dalam bahasa Yunani), yang sama dengan nama Allah yang diwahyukan kepada Musa dalam Keluaran 3:14 “AKU ADALAH AKU”. Orang Yahudi langsung mengerti bahwa Yesus sedang menyatakan diri-Nya sebagai Allah, karena sesudah itu mereka mengambil batu untuk melempari-Nya (Yohanes 8:59).

  1. Yohanes 10:30 — “Aku dan Bapa adalah satu”

“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30, TB)
Reaksi orang Yahudi? Mereka hendak merajam Yesus karena, menurut mereka, Yesus membuat diri-Nya sama dengan Allah:
“Bukan karena suatu perbuatan baik kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” (Yohanes 10:33, TB) Ini adalah pengakuan keilahian yang sangat kuat.

  1. Yohanes 14:9 — “Melihat Aku, melihat Bapa”

“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” (Yohanes 14:9, TB)
Yesus mengidentifikasikan diri-Nya dengan Bapa di surga. Dalam pandangan Yahudi, Allah adalah roh yang tidak kelihatan. Maka ketika Yesus berkata bahwa siapa yang melihat Dia berarti melihat Bapa, itu adalah klaim keilahian.

  1. Yohanes 5:23 — Disembah sama seperti Bapa

“…supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.” (Yohanes 5:23, TB)

Yesus menuntut penghormatan yang setara dengan Bapa, sesuatu yang tidak akan mungkin dikatakan oleh nabi biasa.

Baca juga: Buah Roh ialah Sukacita.

Mengungkap Fakta Perubahan Hari Ibadah dari Sabtu ke Minggu

Sebuah Pandangan mengenai Tanda Binatang: Membuka Kedok 666

6 Alasan Mengapa Berdoa Dalam Nama Yesus.

Makna Tirai Bait Suci yang Terkoyak Saat Yesus Mati

Inilah Alasan Mengapa Yesus Tidak Dapat Melakukan Mujizat

5 Pelajaran Dari Bekas Luka Di Tangan Yesus

Ksatria yang terlupakan, Tuhan yang Menang

Apakah Yesus Menerima Penyembahan?

Jawaban singkat: Ya.

Dalam budaya Yahudi, penyembahan hanya boleh diberikan kepada Allah. Namun, sepanjang Injil, kita menemukan banyak orang yang menyembah Yesus, dan Yesus menerima penyembahan itu tanpa menolak.

Contoh Penyembahan:

  1. Matius 14:33 — Setelah Yesus meredakan angin ribut:
    “Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: ‘Sesungguhnya Engkau Anak Allah.’”
  2. Matius 28:9 — Sesudah kebangkitan-Nya:
    “Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: ‘Salam bagimu.’ Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.”
  3. Matius 28:17 — Saat Yesus akan naik ke surga:
    “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.”
  4. Yohanes 9:38 — Orang buta yang disembuhkan:
    “Katanya: ‘Aku percaya, Tuhan!’ Lalu ia sujud menyembah-Nya.”

Yesus tidak pernah melarang mereka untuk menyembah Dia. Ini kontras dengan para malaikat (Wahyu 22:8-9) atau para rasul (Kisah Para Rasul 10:25-26) yang langsung menolak disembah, mengarahkan penyembahan hanya kepada Allah.

Mengapa Yesus Tidak Mengatakan Secara Eksplisit?

Beberapa alasan yang sering diajukan adalah:

  1. Konteks budaya Yahudi: Jika Yesus berkata “Aku adalah Tuhan” secara langsung, dalam pemahaman orang Yahudi, itu berarti secara mutlak mengklaim sebagai YHWH (Tuhan yang Esa) tanpa nuansa Trinitas. Ini akan mengaburkan pengajaran Yesus tentang hubungan-Nya dengan Bapa dan Roh Kudus.
  2. Rencana progresif penyataan: Yesus mengungkapkan identitas-Nya secara bertahap. Banyak hal yang baru dipahami penuh setelah kematian, kebangkitan, dan pencurahan Roh Kudus (Yohanes 16:12-14).
  3. Menghindari kesalahpahaman politis: Orang-orang Yahudi menantikan Mesias politis untuk membebaskan mereka dari Roma. Jika Yesus terlalu eksplisit tentang keilahian-Nya, itu bisa dipelintir menjadi ambisi politis, bukan misi penebusan dosa.

Yesus memang tidak pernah berkata dengan kalimat yang persis “Aku adalah Tuhan, sembahlah Aku.” Namun dalam perkataan, tindakan, dan penerimaan penyembahan, Yesus dengan sangat jelas menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan.

Ayat-ayat yang mendukung keilahian-Nya antara lain:

Yohanes 8:58; Yohanes 10:30; Yohanes 14:9; Yohanes 5:23; Matius 14:33; Matius 28:9, 17; Yohanes 9:38
Orang Yahudi pada masa itu cukup mengerti klaim Yesus, itulah sebabnya mereka menuduh-Nya menghujat dan menuntut hukuman mati.

Jadi, berdasarkan bukti Alkitab, Yesus memang menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan dan menerima penyembahan sebagai Tuhan.

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x