x

Sebuah Pandangan mengenai Tanda Binatang: Membuka Kedok 666

waktu baca 5 menit
Rabu, 30 Des 2020 18:28 1034 Jandri Tumangger

Bilangan manusia itu adalah enam ratus enam puluh enam (Wahyu 13:18).

Apa yang akan Anda baca ini tidak normal, Anda diperbolehkan untuk tidak melanjutkan membaca.

Apa yang pertama kali ada dalam pikiran Anda ketika melihat angka 6 ditulis sebanyak tiga buah berdampingan? ya, 666.

Mengapa angka ini menjadi sangat terkenal? Bagaimana Anda menilainya? Apakah sebagai sebuah ancaman? Kengerian? Keanehan? Kegelisahan? Kejijikan? Kegelian? Kejanggalan? kegalauan? Atau mungkin kegeeran? Hufftt…

Entah mengapa, sejauh ini saya menilai berdasarkan apa yang saya amati, angka ini sepertinya justru menjadi sumber inspirasi.

Mengapa tidak, ini menjadi bahan dalam  menulis sebuah buku kemudian diperbanyak dan dijual.

Bagi sebagian orang angka ini menjadi sebuah model tatoo yang disukai untuk diukir dipermukaan tubuh mereka dan tentu seniman tatoo akan diuntungkan.

Bayangkan, berapa biaya membuat sebuah tatoo, harga tatoo diukur dari ukuran besar/kecilnya, tebal tipis, warna, karakter pembuatan nya (termasuk detailnya), bahkan tempatnya pembuatan nya apakah dibuat di home studio atau studio tatoo, jadi cuan.

Bukan hanya itu, 666 ini juga menjadi inspirasi bagi seorang sutradara dalam membuat sebuah film.

Sebut saja sebuah film berjudul “The Omen” (2006) yang di sutradari oleh John Moore, alur cerita dalam film ini mengandung banyak scene yang bertuliskan 666.

Film yang pengambilan gambarnya kebanyakan dilakukan di Prague ini berisikan cerita tentang keanehan keanehan yang terjadi.

Seorang anak dilahirkan oleh seekor serigala pada tanggal 6 bulan 6 pukul 6 (disebut sebagai anak iblis), seorang pejabat negara mengalami kematian pada pukul 6, lebih 6 menit dan 6 detik, dan kejadian kejadian lainnya.

Bahkan menariknya ternyata film ini di rilis pada tanggal 6, bulan 6, tahun 2006, pada pukul 06, lebih 6 menit 6 detik (2006;06;06;06;06;06).

Aneh bercampur lucu, scene terakhir film ini menampilkan si anak iblis yang tetap hidup sambil menatap ke arah penonton, sementara mereka yang berusaha menyingkirkannya dalam film itu harus mati.

Saya tidak tahu berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat film ini, namun saya yakin tetap cuan, apalagi masih akan terus ditonton mungkin setelah Anda membaca tulisan ini.

Rangkuman alur cerita The Omen yang di upload di salah satu kanal Youtube saja sudah ditonton lebih dari 2 juta kali sejak di upload bulan Juli 2020 (https://youtu.be/8L-1Qk_MQQs?si=26GeGBUaHqgw1o5R).

Kembali, mengapa angka ini sering menjadi pembahasan sehingga menjadi sangat terkenal?

Saya belum menemukan alasan lain selain karena angka 666 ini disebutkan dalam kitab apokaliptik, yaitu Wahyu 13:18:

“Yang penting di sini ialah hikmat, barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan  itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”

Dalam pemahaman kita, kitab Apokaliptik itu berbicara tentang Eskatologi, sesuatu yang ada di depan.

Boleh jadi atas dasar itu orang sering dan senang membahas 666 ini, karena jika sudah mampu menerangkan dan menafsirkannya itu akan membuat seseorang merasa hebat karena mampu bercerita tentang sesuatu yang akan terjadi dimasa mendatang.

Sampai saat ini ada banyak komentar atau penjelasan tentang apa atau bahkan siapa 666 ini, sehingga mengakibatkan kebingungan.

Supaya bertambah banyak (tambah bingung) saya ingin menambahkan penjelasan yang lain lagi.

Baca juga: Gambar Tuhan dalam Perumpamaan Anak yang Hilang di Lukas 15.

8 Janji Tuhan yang Indah untuk Anda

Penuntun Belajar Alkitab dalam Kelompok Kecil

Coba perhatikan!!!

Sesungguhnya rangkaian kisah atau nuansa angka 666 dapat ditemukan mulai dari kitab Kejadian sampai Wahyu.

Di dalam kitab Kejadian, manusia yang diciptakan di hari ke-enam (6) pada saat penciptaan itu akhirnya memilih (membuat tindakan) untuk memakan buah pohon yang dilarang untuk dimakan, akibatnya mereka dinyatakan melanggar, bersalah, dan dihukum.

Dalam kitab Kejadian angka 6 masih ada satu (manusia diciptakan pada hari ke-6). Waktu berjalan terus, manusia lahir dan mati.

Hingga tiba dalam kitab Daniel 3:1, seorang manusia melakukan tindakan yang semestinya tidak dilakukan. Ia membuat patung dirinya dengan tinggi 60 hasta dan lebar 6 hasta dan mengharuskan sesamanya untuk menyembah patung dirinya itu.

Dalam kitab Daniel angka 6 nya sudah menjadi dua (60 x 6 hasta). Sejarah manusia berjalan terus, hingga tiba dalam kitab Wahyu (13:18) kita menemukan angka 6 itu sudah menjadi tiga (666).

Baca juga: 3 Cara Ampuh Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.

Simon, Pelayan yang Dipaksa.

Dapatkah kita rangkumkan seperti berikut ini?

Dari waktu ke waktu manusia (yang diciptakan dihari ke-6 itu) semakin bertambah jahat, di awali dengan melanggar perintah, kemudian kejahatan manusia itu meningkat dengan memaksa manusia lain untuk menyembahnya (dengan membuat patung dirinya berukuran 60×6).

Hingga akhirnya kejahatan manusia memuncak (dengan identitas 666) dan berharap akan menguasai dan mengendalikan seluruh dunia ini dengan menggantikan peran sang Pencipta.

Dalam pemahaman kita hanya Tuhan lah yang patut disembah, dan kalau memang kita menerima kitab Wahyu sebagai kita Apokaliptik, maka di waktu waktu yang akan datang pemikiran kita seharusnya adalah, kejahatan seperti apalagi yang akan dilakukan oleh manusia sehingga digambarkan dengan angka 666?

Atas pengertian itu, mungkin kita dapat melihat 666 ini sebagai sebuah kalimat, bukan sekedar angka,  ketika diketik dalam pencarian di google, mesin pencari akan menghubungkannya dengan berbagai jenis simbol.

Mari memperhitungkan 666, bukan sekedar menghitung. Jika menghitung, kita hanya akan menambahkan daftar nama nama ke dalam list penghakiman kita mengenai siapa 666 itu, tetapi jika “memperhitungkan” kita akan meminta hikmat dari Tuhan untuk memahaminya.

Memperhitungkan bisa berarti mempertimbangkan, menganalisa, memeriksa, mengevaluasi, mengamati dengan bijaksana dan menggumulkan, apakah Anda dan saya memiliki karakter yang semakin bertambah jahat atau sebaliknya.

Tulisan ini hanya salah satu pandangan, bukan satu satunya.

Salam Aman, Iman, Amin.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x