Ayat inti: GALATIA 5:22; Ayat bersahutan 2 Korintus 13:11-14
Lagu buka: Ls. No. 100; Lagu tutup: Ls. No. 495
Terlebih dahulu mari kita membaca Galatia 5:22 dalam terjemahan Bahasa Indonesia sehari hari.
Galatia 5:22 (BIS) “Sebaliknya, kalau orang-orang dipimpin oleh Roh Allah, hasilnya ialah:
Mereka saling mengasihi, mereka gembira, mereka mempunyai ketenangan hati, mereka sabar dan berbudi, mereka baik terhadap orang lain, mereka setia,
Sukacita berasal dari Bahasa Ibrani, Simkha yang artinya Gembira sekali
Dari Bahasa Yunani, Chara dari asal kata Charis (rahmat Tuhan), dan arti Chara adalah Kegembiraan yang besar.
Maka boleh dikatakan bahwa Chara (sukacita) dihasilkan oleh Charis (rahmat) Tuhan.
Menurut KBBI bahagia bisa didefenisikan sebagai keadaan atau perasaan senang dan tentram (bebas dari segala yang menyusahkan).
Mengapa Bersukacita?
Karena Tuhan memerintahkan nya (I Tesalonika 5:16).
Bersukacitalah senantiasa, rejoice evermore, tansah padha bungaha (jawa), toktong ma hamu marlas ni roha! (batak)
Kompas.com tanggal 13 agustus 2014 pernah memuat artikel berjudul, mengapa rasa bahagia membuat tubuh sehat?.
Artikel ini menjelaskan bahwa stress adalah sumber penyakit dan keuntungan yang di peroleh dari rasa senang.
Demikian di kutip dari kompas.com, “Para ilmuwan semakin memahami mengapa stres bisa membuat kita gampang sakit.
Studi PNI menunjukkan kondisi emosional seperti stres, takut, atau marah akan mengirimkan sinyal ke kelenjar utama dalam tubuh untuk memproduksi hormon seperti kortisol, adrenalin, dan epinefrin.
Hormon-hormon inilah yang memberitahu sel dalam tubuh kapan waktunya Anda untuk bekerja atau beristirahat, bahkan untuk berkelahi atau lari.
Hasilnya, tubuh akan ‘melupakan’ sejenak tugas untuk mencerna makanan atau melawan penyakit supaya tekanan darah Anda naik dan dapat terus berlari kencang.
Namun, berapa dari Anda yang perlu berlari menyelamatkan diri dalam kehidupan sehari-hari?
Kegiatan berat seperti itu kini tergantikan rasa takut yang tak ada habisnya seperti takut gagal, takut dipecat, dan lain sebagainya.
Tubuh kita terus-menerus bekerja dengan maksimal, hingga Anda akan jatuh sakit.
Mengapa demikian? Alasannya, di waktu Anda bekerja (baca: stres), tubuh Anda melupakan virus atau bakteri infeksi yang masuk ke dalam tubuh, agar Anda bisa tetap bekerja alias melawan stres.
Virus tersebut baru akan dibasmi ketika tubuh punya waktu untuk melambat, yaitu saat liburan.
Kabar baiknya, tubuh pun dapat memproduksi hormon yang menguatkan imun tubuh ketika Anda merasa gembira atau santai.
Contohnya adalah serotonin, dopamin, relaksin, atau oksitosin.
Ketika hormon-hormon ini masuk ke aliran darah, mereka akan mengirimkan sinyal agar tubuh menciptakan lebih banyak sel imun.
Bahkan tertawa selama lima menit akan secara signifikan meningkatkan jumlah sel darah putih yang berfungsi untuk membunuh sel penyakit.
https://health.kompas.com/read/2014/08/13/150547723/Mengapa.Rasa.Bahagia.Membuat.Tubuh.Sehat.?page=all.
Jauh sebelum para Ilmuan meneliti tentang hubungan gembira dengan kesehatan, Alkitab sudah lebih dahulu memberikan petunjuk dan nasehat agar seluruh manusia bergembira.
Di dalam Amsal 15:13, 15 “hati yang gembira membuat muka berseri seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.
Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.”
Amsal 17:22 “ Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”
Sukacita adalah resep paling mujarab, sukacita melebihi obat semahal apapun.
Dengan bersukacita berarti mengurangi ketegangan-ketegangan psikologis yang dialami oleh seseorang.
Seringkali kita kehilangan sukacita atau kegembiraan karena rasa bersalah yang tidak diselesaikan.
Dosa yang tidak diakui dan tidak ditinggalkan, perbuatan baik yang dilecehkan, keadaan tidak menyenangkan yang tidak dapat dikendalikan.
Harapan yang tidak terpuaskan, tidak ada waktu dengan keluarga terkasih, impian yang tidak tercapai, perlakuan yang tidak menyenangkan, sangkaan yang dituduhkan dan banyak hal lain.
Ketika kita mengalami hal itu maka menjadi sulit bagi kita untuk merasakan sukacita.
Lukas 6:23 “bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya upahmu besar di sorga…”
Lukas 10:20 ”…tetapi bersukacitalah karena namamu terdaftar di sorga
Roma 12:12 “bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa.”
I Petrus 4:13 : Bersukacitalah sesuai bagian yang kamu dapat dalam penderitaan kristus…
Filipi 4:4 “bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan, sekali lagi kukatakan bersukacitalah.”
1 Tesalonika 4:4 ”Bersukacitalah senantiasa.”
Mengapa kita harus dapat bersukacita dalam ketiga hal tersebut di atas?
“Karena Tuhan sedang mengerjakan hal yang tidak terlihat dengan cara yang tidak terlihat bagi kita, namun yang pasti dia bekerja mendatangkan kebaikan.
Dalam beberapa petunjuk Alkitab kita hanya di minta bersukacita saja, karena rancangan Tuhan pasti yang terbaik bagi kita.”
Sukacita yang diharapkan untuk kita miliki itu adalah pemberian TUHAN melalui kehadiran Roh Kudus
Hal itu timbul dari pengenalan dan mempercayai Dia, dari apa yang sudah diberikan dan apa yang dijanjikan-Nya kepada kita di masa masa yang akan datang.
Mari kita berupaya hidup dengan mempercayai Tuhan sepenuhnya, hanya dengan cara itu kita dapat merasakan sukacita, dan sukacita itu akan menambah kualitas hidup kita.
Tuhan memberkati
Salam Aman, Iman, Amin.
Tidak ada komentar