Adakalanya, di pagi hari, dunia seolah-olah bagaikan Taman Firdaus.
Anda bangun pagi, menarik nafas dalam-dalam di balik jendela dan memandang keluar kepada sinar matahari keemasan yang mewarnai pohon-pohon, daun demi daun.

Ada saat-saat yang membuat hidup itu tampaknya indah: wajah sahabat yang Anda kasihi pada waktu Anda mengucapkan selamat tinggal,
musik indah yang sangat serasi dengan perasaan Anda, dan kasih sayang yang tak terduga dari seorang anak kecil. Tetapi di pagi-pagi hari lainnya, dunia tampaknya merupakan tempat yang menakutkan.
Anda bangun pagi, terkejut membaca judul-judul utama surat kabar yang memberitakan mengenai pemboman seorang teroris yang melumpuhkan atau membutakan mata seorang anak,
kemudian pembunuh berantai yang mengaku korbannya itu adalah yang kesepuluh, lalu berita yang lainnya lagi kelaparan atau perang atau gempa bumi.
Ada saat-saat ketika tampaknya tidak ada yang masuk akal, tidak ada keadilan. Apakah arti semua ini? Bisakah kita memahami dunia kita yang indah tetapi juga mengerikan ini?
Mengapa kita berada di sini? Benarkah hidup saya berarti bagi Allah atau apakah saya hanyalah satu bagian kecil di mesin kosmos yang amat luas ini?
Enam hari menjadikan bumi ini
Marilah kita mulai dengan fakta bahwa Allah adalah Pencipta, Arsitek dan Perancang semua yang ada, dari bintang yang sangat besar (supernova) sampai sayap kupu- kupu.
Berapa lamakah Allah membentuk ciptaan-Nya yang Ajaib dan hebat ini?
“Oleh firman TUHAN langittelah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya. Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.
Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia! Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada” Mazmur 33:6-9.
Allah hanya bersabda, dan semua unsur di alam menurut kehendak- Nya.“Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya,
dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya” Keluaran 20:11.
Pencipta yang kekal dan mahakuasa bisa saja membentuk dunia ini dalam sesaat “oleh hembusan nafas-Nya.” Tetapi Ia memilih untuk mengerjakannya dalam enam hari.
Ia tidak membutuhkan enam hari—enam menit. Bahkan enam detik pun sudah cukup. Pasal pertama dalam Alkitab, Kejadian 1, menyatakan apa yang Allah ciptakan setiap hari pada minggu penciptaan.
Apakah karya agung yang Allah ciptakan pada hari keenam?
“MAKA ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA ITU MENURUT GAMBAR-NYA, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DICIPTAKAN-NYA MEREKA” Kejadian 1:27.
Allah memutuskan untuk menjadikan manusia seperti Diri- Nya, yang bisa berpikir, merasakan dan mengasihi.
Semua orang dijadikan sesuai “gambar” Allah. Pada hari keenam, dunia dipenuhi dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan, kemudian Allah memperkenalkan ciptaan-Nya yang agung itu.
Menurut Kejadian 2:7, Yang Mahakuasa membentuk tubuh Adam dari debu tanah.
Jadi ketika Allah, menghembuskan “nafas hidup” ke dalam lubang hidungnya, manusia menjadi makhluk yang hidup”—artinya, ia hidup.
Allah menamakan manusia pertama yang diciptakan sesuai dengan gambar-Nya itu Adam, kata yang artinya “manusia,” dan perempuan pertama, Hawa, yang berarti “hidup” (2:20; 3:20).
Pencipta yang mahakasih melihat kebutuhan seorang teman manusia. Dalam keadaan segar dari tangan Allah, Adam dan Hawa memantulkan gambar-Nya.
Yang Mahakuasa bisa saja memprogram manusia seperti robot yang berjalan-jalan sepuasnya di Taman Eden dan menaikkan suara memuja Dia.
Tetapi Allah menghendaki lebih dari itu: hubungan yang nyata. Robot bisa tersenyum, berbicara, bahkan mencuci piring, tetapi tidak bisa mengasihi.
Allah menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir dan memutuskan, memilih dan mengingat, mengerti dan mengasihi. Adam dan Hawa adalah anakanak Allah, dan sangat berharga bagi-Nya.
Minggu Penciptaan
Hari Pertama: Terang memisahkan siang dan malam
Hari Kedua: Cakrawala
Hari Ketiga: Tanah yang kering dan tumbuh-tumbuhan
Hari Keempat: Matahari dan Bulan
Hari Kelima: Burung dan Ikan
Hari Keenam: Hewan dan Manusia
Hari Ketujuh: Hari Sabat
kejahatan masuk ke dunia yang sempurna
Adam dan Hawa memiliki segala sesuatu untuk membuat mereka bahagia. Mereka menikmati kesehatan tubuh dan pikiran yang sempurna, tinggal di rumah taman yang indah di dunia yang tak bercela (Kejadian 2:8; 1:28- 31).
Kepada mereka Allah menjanjikan anak-anak dan kemampuan berpikir kreatif dan mendapatkan kepuasan dari pekerjaan tangannya (Kejadian 1:28; 2:15) .
Mereka mengalami persekutuan muka dengan muka dengan Pencipta mereka (Kejadian 3:8).
Tidak ada jejak kekhawatiran, takut, atau sakit merusak hari-hari mereka yang penuh bahagia.
Bagaimanakah sampai dunia ini berubah secara drasti smenjadi tempat derita dan tragedi? Pasal tiga buku Kejadian menceritakan kisah bagaimana dosa masuk ke dunia kita ini.
Bacalah di waktu luang Anda. Berikut ini ringkasan isi cerita itu. Beberapa waktu setelah Allah membentuk satu dunia yang sempurna, Iblis
Allah membatasi ruang pengaruh Iblis hanya pada satu pohon di taman itu, “pohon pengetahuan baik dan jahat.”
Dan Ia memperingatkan pasangan manusia pertama itu untuk tetap menjauhi pohon tersebut dan jangan pernah memakan buahnya, karena akan mengakibatkan kematian.
Tetapi pada suatu hari Hawa berjalan-jalan dekat pohon larangan itu. Dengan cepat Iblis menyodorkan kata-kata bualannya.
Ia mengatakan Allah telah berdusta kepadanya dan jika ia memakan buah pohon itu ia tidak akan mati tetapi akan menjadi bijak seperti Allah sendiri, mengetahui yang baik dan yang jahat.
Tragisnya, Hawa dan kemudian Adam, yang hanya mengetahui yang baik saja, membiarkan kejahatan menipu mereka dan mereka mencicipi buah larangan itu—sehingga melanggar ikatan kepercayaan dan penurutan mereka kepada Allah.
Allah merencanakan Adam dan Hawa memerintah seluruh dunia ini sebagai pemelihara hasil pekerjaan yang diciptakan Allah (Kejadian 1:26).
Tetapi oleh karena mereka melanggar iman mereka kepada Allah dan memilih Iblis sebagai pemimpin mereka yang baru, pasangan tersebut kehilangan kekuasaan.
Sekarang Iblis mengaku bahwa dunia ini sebagai miliknya dan berusaha sekuat tenaga untuk memperbudak orang-orang di dalamnya.
Seringkali kita menemukan diri kita melakukan sesuatu yang mementingkan diri bahkan kejam padahal kita sebenarnya ingin berbuat sebaliknya.
Mengapa? Karena musuh yang tidak kelihatan, si Iblis, bekerja untuk membuat moral kita jatuh. Bila Anda membaca pasal tiga buku Kejadian,
Anda akan menemukan bahwa dosa yang menyebabkan Adam dan Hawa takut dan bersembunyi dari Allah.
Dosa telah berdampak pada semua ciptaan. Duri-duri bermunculan bersama-sama dengan aneka bunga. Tanah mengalami kekeringan dan bekerja itu menjadi beban.
Penyakit mulai menyerang tanpa pandang bulu. Kecemburuan dan kebencian, curiga dan kerakusan melipatgandakan kesengsaraan manusia. Yang paling mengerikan ialah karena dosa datang kematian.
siapakah iblis yang menularkan dosa ke dalam dunia ini?
“Ia adalah PEMBUNUH MANUSIA SEJAK SEMULA dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.
Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan BAPA SEGALA DUSTA” Yohanes 8:44.
Menurut Yesus, Iblis adalah asal mula dosa di semesta alam ini, “bapa” dosa dan juga “bapa” pembunuhan dan dusta.
Thomas Carlyle, seorang ahli filsafat Inggris yang terkenal, pada suatu kali membawa Ralph Waldo Emerson ke beberapa jalan yang paling buruk di ujung timur London.
Sementara mereka berjalan, sambil diam-diam memperhatikan keburukan dan kejahatan sekitar mereka, Carlyle akhirnya bertanya, “Sekarang apakah Anda percaya kepada Iblis?”
Apakah Allah yang menciptakan iblis?
Tidak! Allah yang baik tidak akan menciptakan Iblis. Namun Alkitab menyatakan bahwa Iblis, bersama para malaikat yang telah ditipunya, kehilangan tempat mereka di surga dan datang ke dunia ini.
“Maka timbullah PEPERANGAN DI SORGA. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat- malaikatnya, TETAPI MEREKA TIDAK DAPAT BERTAHAN; MEREKA TIDAK MENDAPAT TEMPAT LAGI DI SORGA.
Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersamasama dengan malaikat-malaikatnya” Wahyu 12:7-9.
Pada mulanya bagaimanakah ia bisa masuk ke surga? “Kuberikan TEMPATMU DEKAT KERUB YANG BERJAGA, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
ENGKAU TAK BERCELA DI DALAM TINGKAH LAKUMU sejak hari PENCIPTAANMU sampai TERDAPAT KECURANGAN PADAMU” Yehezkiel 28:14,15.
Allah tidak menjadikan Iblis, Ia menjadikan Lusifer, seorang malaikat yang sempurna, seorang dari pimpinan malaikat di surga, yang berdiri di sisi takhta Allah.
Tetapi kemudian ia berdosa—“ terdapat kecurangan” di dalam dia. Dibuang dari surga, dan berlaku seperti sahabat Adam dan Hawa, ia menjadi musuh kemanusiaan yang paling mematikan.
Mengapa Lusifer, malaikat yang sempurna ini berdosa?
“Wah, ENGKAU SUDAH JATUH DARI LANGIT, hai Bintang Timur, putera Fajar, ENGKAU SUDAH DIPECAHKAN DAN JATUH KE BUMI, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintangbintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, HENDAK MENYAMAI YANG MAHA TINGGI.” Yesaya14:12-14.
Penciptaan yang menjadi Iblis pada mulanya disebut Lusifer, yang berarti “bintang pagi” atau “yang bersinar.”
Di hati malaikat ini, kesombongan dan ambisi mulai mengganti pengabdian.
Benih kesombongan bertumbuh menjadi niat kuat untuk mengambil tempat Allah. Lusifer pasti bekerja keras membujuk makhlukmakhluk surga lainnya.
Mudah membayangkan bahwa Setan menuduh Allah menyembunyikan sesuatu dari mereka, bahwa hukum Ilahi itu terlalu ketat dan bahwa Allah adalah penguasa yang tidak memperhatikan.
Ia memfitnah nama Seorang yang tabiatnya menjelaskan apa kasih itu.
Bagaimanakah pertentangan di surga ini diselesaikan? “Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu.
Ke bumi kau Kulempar, kepada rajaraja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya” Yehezkiel 28:17. Kesombongan mengubah pemimpin malaikat ini menjadi Iblis atau Setan.
Dan untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan surga, ia bersama sepertiga malaikat surga yang bergabung dengannya dalam pemberontakan, harus dibuang (Wahyu 12:7-9).
Siapakah yang bertanggung jawab atas dosa? Mengapa Allah tidak menjadikan ciptaan yang tidak bisa berdosa.
Jika Ia berbuat demikian, maka tidak akan ada persoalan kejahatan di dunia kita ini. Tetapi Allah menginginkan orang yang dapat memiliki hubungan yang penuh arti.
Itu sebabnya “Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya” (Kejadian 1:27). Ini berarti kita bebas dan bertanggung jawab.
Kita bisa memutuskan untuk mengasihi Allah atau mengkhianati-Nya Allah memberikan kepada malaikat dan manusia di semua generasi suatu sifat rohani dan kemampuan untuk memilih dengan benar.
“Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah” Yosua 24:15.
Ia menantang ciptaan yang dijadikan- Nya itu untuk memilih yang benar karena kuasa berpikir mereka mengatakan kepada mereka “jalan Allah itulah yang terbaik.”
Dan berbalik dari kesalahan, karena kuasa berpikir mereka memperingatkan akibat dari ketidakpatuhan dan dosa.
Hanya manusia yang dipenuhi dengan kuasa untuk berpikir dan memilihlah yang dapat mengalami kasih yang sejati.
Allah rindu menjadikan orang-orang yang dapat memahami dan menghargai tabiat-Nya, bebas menyambut Dia dengan kasih dan dipenuhi dengan kasih kepada yang lain.
Allah ingin membagikan kasih-Nya yang begitu limpah sehingga Ia mau mengambil risiko yang luar biasa untuk menciptakan malaikat dan manusia yang disertai kuasa memilih.
Ia tahu bhwa mungkin sekali kelak satu dari ciptaan-Nya akan memilih untuk tidak berbakti kepada-Nya.
Iblis adalah ciptaan pertama di semesta alam yang telah membuat pilihan yang sangat berbahaya itu. Tragedi dosa mulai dari dia (Yohanes 8:44, 1 Yohanes 3:8).
salib memungkinkan kebinasaan dosa Mengapa Allah tidak membinasakan Lusifer sebelum penyakit dosanya itu menyebar? Lusifer telah menantang keadilan pemerintahan Allah.
Ia telah berdusta tentang Allah. Jika Allah membinasakan Lusifer dengan segera, para malaikat akan mulai menyembah Dia karena takut bukannya karena kasih.
Ini akan mengalahkan tujuan utama Dia menjadikan manusia dengan kuasa memilih. Bagaimanakah seseorang yakin bahwa jalan Allah itulah yang terbaik? Allah memberikan Setan kesempatan untuk menunjukkan cara yang lain.
Itu sebabnya ia diberikan kesempatan untuk mencobai Adam dan Hawa. Planet ini menjadi wilayah uji coba, di mana tabiat Setan dan sifat kerajaannya diadu dengan tabiat Allah dan sifat kerajaan-Nya.
Siapakah yang benar? Siapakah yang akhirnya kita percayai? Demikian hebatnya tipu daya Setan itu, sehingga memerlukan waktu bagi ciptaan-Nya di semesta alam untuk yakin sepenuhnya, betapa pilihan Setan itu benar-benar membinasakan.
Tetapi akhirnya semua orang akan melihat bahwa, “upah dosa ialah maut” dan bahwa “karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).
Semua orang di semesta alam akhirnya akan mengatakan:“Besar dan ajaib segala pekerjaan- Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!
Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau,
sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu” Wahyu 15:3,4. Setelah setiap orang mengerti sifat dosa yang mematikan itu dan falsafah Setan itu sebenarnya membinasakan, maka Allah dapat membinasakan Setan dan dosa.
Ia juga akan membinasakan mereka yang dengan keras kepala menolak kasih karunia-Nya dan bergantung pada pilihan Setan. Kerinduan Allah untuk menyelesaikan masalah dosa dan penderitaan ini sama seperti kita.
Dia ingin melakukannya, tetapi Ia menunggu sampai Ia bisa buat itu dengan dasar yang kokoh dan sampai Ia bisa melindungi kebebasan kita dan mencegah kejahatan agar tidak timbul kembali.
Allah akan membinasakan dosa selama-lamanya dengan menyucikan langit dan bumi ini dengan api. “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri.
Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran” 2 Petrus 3:10,13.
Dosa tidak lagi menjangkiti semesta alam. Akibat dosa yang tragis akan hilang lenyap sehingga ketidakpatuhan kepada kehendak Allah akan lenyap selama- lamanya.
iapakah yang memungkinkan kebinasaan akhir dari Iblis dan dosa? “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging,
maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian- Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut” Ibrani.
Di atas salib seluruh jagad alam melihat Setan dengan sebenarnya— seorang penipu, pendusta dan pembunuh.
Di sana ia menyatakan tabiatnya yang sebenarnya dengan memaksa manusia untuk membunuh Putra Allah yang tak berdosa.
Penghuni seluruh jagad alam melihat betapa dosa itu tidak berbelaskasihan dan jahat. Salib sepenuhnya mengungkapkan motif Setan dan bila Allah membinasakan Iblis dan mereka yang bertahan dalam dosa,
semua akan mengakui bahwa Allah itu adil. Kematian Yesus di atas salib mengungkapkan niat Setan yang sebenarnya di hadapan semua makhluk ciptaan (Yohanes 12:31, 32).
Salib juga menyatakan siapakah Kristus itu sebenarnya—Juruselamat dunia. Di Golgota kuasa kasih menang melawan cinta akan kekuasaan.
Tanpa diragukan, salib menyatakan bahwa kasih yang penuh pengorbanan diri yang memotivasi Allah dalam menangani semua masalah Setan, dosa dan orang-orang berdosa.
Di salib peragaan yang agung dari Kristus tentang kasih Allah yang tanpa syarat itu telah mengalahkan Iblis.
Peperangan itu adalah mengenai siapa yang akan menguasai dunia, Kristus atau Setan. Salib telah mengatasi itu untuk selamanya.
Kristus haruslah di atas semuanya! Apakah Anda telah temukan hubungan dengan Juruselamat yang mati untuk mengungkapkan kasih-Nya yang tak terhingga dan tak berubah itu?
Bagaimanakah perasaan Anda terhadap seorang yang datang ke dunia kita ini sebagai manusia biasa dan mati menggantikan Anda untuk menyelamatkan Anda dari akibat dosa?
Maukah Anda menundukkan kepala sekarang ini dan berterima kasih kepada Yesus, lalu memohon Dia untuk masuk dan menguasai hidup Anda?
Bapa yang penuh kasih, di surga: Aku bersyukur kepada-Mu karena kemenangan Yesus atas Setan di dunia ini.
Terima kasih atas tawaran keampunan yang penuh kemurahan dari salib itu. Masuklah kiranya ke dalam hatiku sekarang ini, berkuasalah atas seluruh hidupku.
Tolonglah aku untuk tetap dekat kepada Yesus setiap hari. Terima kasih karena mendengar doaku, dalam nama Yesus. Amin
Note:
Berikut ini kami sediakan pertanyaan sehubungan dengan pelajaran ini. Akan sangat membantu anda dalam mengingat poin penting dalam pelajaran ini.
https://forms.gle/jcYHboLXrCvknYKXA
Hak Cipta 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053

Tidak ada komentar