x

Tawa dan Keseriusan dalam Misteri Ilahi: Sebuah Studi Alkitabiah

waktu baca 5 menit
Minggu, 31 Mar 2024 09:57 2002 Jandri Tumangger

Mungkinkah Tuhan tertawa?

Tawa adalah ekspresi suara keriangan atau kebahagiaan, itu bagian dari kelakuan manusia normal, hasil dari otak dan dapat menolong manusia dalam menjernihkan suasana dalam kehidupan sosial dan dapat mencerminkan emosi dalam percakapan (https://id.wikipedia.org/wiki/Tawa).

Coba Anda bayangkan, ada sekelompok orang berjumlah 10-15 orang, mereka semua saling mengenal dan sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat.

Menurut Anda bagaimana suasana perjalanan mereka? apakah mereka berdiam diri sepanjang perjalanan? Atau mereka membicarakan hal hal yang serius dan menegangkan?

Ataukah mereka melakukan perjalanan sambil berbincang dan sesekali perhatian mereka teralih kepada suatu hal yang mereka lihat dalam perjalanan dan membuat mereka tertawa, atau tawa mereka terdengar oleh karena senda gurau yang dilakukan oleh salah seorang dari rombongan itu.

Saya pernah berfikir tentang hal yang sama terhadap rombongan Yesus bersama murid murid.

Bagaimana suasana perjalanan yang mereka lakukan berkali kali dalam tiga setengah tahun kebersamaan mereka.

Baca juga: MENARA BABEL vs MENARA INJIL

Baca juga: 3 Cara Ampuh Mengatasi Rindu Menurut Alkitab.

Baca juga: Bahaya dan Cara Mengatasi Ketamakan

Baca juga: Hidup Untuk Makan Atau Makan Untuk Hidup?

Matthew Kelly dalam bukunya I heard God laugh “ A practical guide life’s essential daily habbit mengatakan, saya tidak dapat membayangkan jika perjalanan yang Yesus lakukan dengan murid murid tidak dihiasi dengan kegembiraaan.

Sebagian orang mungkin berkata, saat itu Yesus hadir sebagai manusia maka tidak ada yang salah jika Ia tertawa bersama murid, sama hal nya ketika Ia juga menangis dan merasakan lapar, tapi Tuhan tidak mungkin tertawa.

Perhatikan beberapa peristiwa berikut ini, gunakan daya imajinasi Anda dengan maksimal.

1. Menara Babel

Dalam Kejadian 11, rombongan di bawah kepemimpinan Nimrod dilaporkan telah membangun tangga ke surga.

Bahkan catatan taurat menuliskan respon Tuhan sebagai berikut “Dan Tuhan turun untuk melihat kota dan menara yang telah dibangun oleh anak-anak manusia.”

Tampaknya Tuhan sedang tertawa, di bumi manusia mengira mereka telah mencapai langit, tetapi bagi Tuhan bangunan itu sangat kecil, sangat mikroskopis bahkan Ia harus turun untuk melihatnya.

Kita dapat menyadarinya ketika melihat hanya dari ketinggian 30.000 kaki saat sedang melakukan perjalanan dengan pesawat udara.

Untuk mengakhiri keangkuhan mereka, Tuhan hanya “membingungkan bahasa mereka”. Mereka tidak lagi mengerti satu sama lain.

Seluruh proyek diubah menjadi lelucon, kita bisa memvisualisasikan pemandangannya. Seorang mandor meminta batu bata dan diberikan palu.

Seorang pekerja meminta pekerja lain untuk pergi ke kanan namun dia berbelok ke kiri. Proyek ini kandas karena ketidakpahaman.

Orang mengira mereka bisa naik ke surga tetapi pada akhirnya mereka bahkan tidak bisa mengerti apa yang dikatakan orang di sebelah mereka.

2. Air Menjadi Darah dan Katak

Di Mesir melalui Musa Tuhan mengubah air Sungai Nil menjadi darah dan juga mendatangkan katak.

Kita kemudian membaca bahwa para penyihir Mesir melakukan hal yang sama untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki kekuatan yang sama.

Begitu pedulinya mereka untuk menunjukkan bahwa mereka dapat melakukan apa yang dapat dilakukan oleh utusan Tuhan itu, sehingga mereka sama sekali tidak menyadari bahwa mereka memperburuk keadaan, bukan lebih baik.

Mereka seharusnya mengubah darah kembali menjadi air dan mengusir katak namun yang terjadi sebaliknya (Keluaran 7:22; 8:7).

Baca juga: TUHAN SEMBUNYI

8 Janji Tuhan yang Indah untuk Anda

TUHAN TERINGAT

SUARA TUHAN

Tuhan Mengangkat Dosa, Manusia Mengungkit.

3. Tulah Nyamuk

Tuhan mendatangkan tulah ketiga di Mesir, nyamuk (keluaran 8:16). Untuk pertama kalinya para penyihir mencoba namun gagal menirunya (Keluaran 8:18).

Merasa kalah, mereka menoleh ke Firaun dan berkata, “Itu tangan Tuhan” (Keluaran 8:19). Ini sesuatu yang lucu, kita mengingat bahwa bagi orang Mesir simbol kekuasaan adalah arsitektur monumental seperti piramida, kuil, istana, dan patung dalam skala besar.

Tuhan menunjukkan kepada mereka kuasa-Nya melalui serangga terkecil, hampir tidak terlihat oleh mata.

Ketika mereka mengira bahwa mereka besar, yang terjadi adalah sebaliknya, Tuhan menunjukkan kepada mereka bahwa mereka kecil, tidak mampu untuk membuat sesuatu yang sangat kecil seperti nyamuk.

4. Keledai dan Bileam

Tuhan menyuruh Bileam untuk tidak pergi mengutuk bangsa Israel. Bileam menurut namun Balak mengirimkan delegasi kedua dengan tawaran yang lebih menggiurkan (Bilangan 22:17).

Kali ini Tuhan menyuruh Bileam untuk pergi bersama mereka tetapi hanya mengatakan apa yang Ia perintahkan untuk dia katakan.

Ketika akan berangkat keledai Bileam melihat malaikat menghalangi jalannya. Keledai Itu berbelok ke ladang tapi Bilam memukulnya dan memaksanya kembali ke jalan setapak.

Malaikat masih menghalangi jalan dan keledai berbelok ke dinding sehingga menjepit kaki Bileam.

Bilam memukulnya lagi, tapi akhirnya keledai itu tiarap dan tidak mau bergerak. Saat itulah keledai mulai berbicara.

Tampaknya Tuhan tertawa dalam kisah tentang Bileam dan keledai yang bisa berbicara ini. Bileam adalah seorang pria yang terkenal sebagai maestro kekuatan supernatural, namun apa yang terjadi?

Tuhan memiliki pesan, Jika Anda pikir Anda dapat mengendalikan Tuhan, maka kata Tuhan, saya akan menunjukkan kepada Anda bahwa saya dapat mengubah seekor keledai menjadi seorang nabi dan seorang nabi menjadi seekor keledai. Keledai melihat malaikat, nabi tidak.

Tuhan, dalam sifat-Nya yang tak terbatas, meliputi keseriusan dan humor. Saya teringat dengan kata kata Barbara Jhonson dalam bukunya “Stick a Geranium in Your Hat and Be Happy”, tawa dan spiritualitas tidak harus saling eksklusif.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x