Teks: 1 Yohanes 5:14-15
Pertama, mari kita lihat satu contoh: Katakanlah bahwa anak saya tidak mahir dalam bahasa Perancis di sekolah.
Saya mau mendorong anak saya untuk rajin belajar bahasa Perancis. Saya berjanji kepadanya bahwa kalau dia mendapat nilai yang baik pada buku raport nya, saya akan berikan dia uang Rp50,000.
Anak ini mulai belajar keras. Saya juga membantu dia dengan pelajaran bahasa Perancis dan dia benar-benar mendapat nilai baik. Apa yang terjadi sekarang?
Pada waktu anak ini kembali kerumah dari sekolah dan masuk melalui pintu depan, dia berkata dengan nyaring: “Papa, 50 ribu!”
Mengapa dia begitu yakin bahwa dia akan mendapatkan uang Rp 50 ribu?
Karena janji telah dibuat dan dia telah memenuhi persyaratan untuk janji itu. Kenyataannya, hal ini normal untuk sebagian besar orang sekarang.
Tetapi bisa jadi pada saat itu saya tidak mempunyai uang Rp 50 ribu. Apakah mungkin Tuhan tidak memiliki sesuatu yang Dia telah janjikan? Tidak mungkin!
Atau bisa jadi saya membatalkan janji saya yang berkata: “Saya baca dari buku pendidikan bahwa orangtua tidak boleh memotivasi anak-anak untuk belajar dengan memberikan uang.
Jadi saya tidak bisa berikan Rp 50 ribu.” Apakah Tuhan bisa berubah pikiran seperti manusia?
Tidak mungkin! Kita dapat melihat bahwa jika kita memiliki janji dari Tuhan dan telah memenuhi persyaratan untuk janji itu, maka hanya ada satu kemungkinan – kita menerima janji itu.
Melalui janji Tuhan Dia ingin mendorong kita untuk berjalan pada satu arah – misalnya menerima Roh Kudus, yang akan memberikan kita kuasa Tuhan dalam kehidupan kita.
Dia ingin mempermudah kita untuk percaya kepadaNya. Kepercayaan adalah pusat dari iman.
Sekarang mari kita baca beberapa ayat kunci dalam 1 Yohanes 5:14-15 untuk berdoa dengan janji:
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.”
Tuhan memberikan satu janji umum bahwa Dia menjawab doa-doa yang sesuai dengan kehendak-Nya.
Kehendak Tuhan dinyatakan dalam perintah-perintah dan janji-janji dalam Alkitab.
Kita dapat mengandalkan ini dalam doa kita. Kemudian ayat 15 mengatakan:
“Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”
Apa artinya ini? Doa kita yang sesuai dengan kehendak Tuhan dijawab pada saat yang sama kita berdoa kepada Tuhan.
Tetapi secara perasaan, biasanya kita tidak merasakan apa-apa. Doa kita terjawab oleh iman, bukan dengan perasaan kita. Perasaan akan mengikuti nantinya.
Dalam berdoa untuk orang-orang yang kecanduan nikotin dan alkohol saya pelajari bahwa: pada saat mereka berdoa meminta kelepasan mereka tidak merasakan apa-apa.
Mereka menerima jawabannya dengan iman. Tetapi beberapa jam kemudian mereka perhatikan bahwa mereka tidak merasakan keinginan untuk merokok atau minum alkohol lagi.
Pada saat ini mereka telah menerima jawaban praktis dari doa mereka. Yesus berkata dalam Markus 11:24:
“Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.”
E.G. White berkata:
“Kita tidak perlu melihat bagian luar dari berkat. Pemberian ini telah dijanjikan, dan kita dapat pergi melakukan pekerjaan kita dengan keyakinan bahwa apa yang Tuhan telah janjikan, Dia sanggup laksanakan, dan bahwa pemberian itu, yang telah kita miliki, akan dinyatakan pada saat kita benar-benar membutuhkannya.”
Jadi kita seharusnya tidak melihat bukti eksternal. Disini jelas dimaksudkan mencari pengalaman emosional.
Roger J. Morneau berkata: “Roh [jahat] akan membujuk orang untuk mendengarkan perasaan mereka gantinya Firman Tuhan dan perkataan nabi-nabi-Nya.
Tidak ada cara yang lebih pasti dari ini dimana roh jahat dapat menguasai kehidupan orang-orang tanpa individu menyadari apa yang sedang terjadi.”
Berdoa dengan janji-janji Alkitab membuka perbendaharaan Tuhan bagi kita. Bapa kita yang penuh kasih yang berada di surga membuka ‘rekening’ surga untuk kita.
“Mereka (para murid) mungkin akan mengharapkan hal-hal yang lebih besar jika mereka memiliki iman pada janji-janji-Nya.”
Pada saat yang sama, penting bagi kita untuk dengan seksama membedakan antara janji-janji dalam Alkitab:
“Janji-janji rohani – untuk pengampunan dosa, untuk kecurahan Roh Kudus, kuasa untuk melakukan pekerjaan-Nya – tersedia selalu untuk semua orang yang percaya (baca Kisah 2:38-39).
Tetapi janji untuk berkat-berkat sementara, bahkan untuk kehidupan itu sendiri, diberikan pada kesempatan tertentu dan ditahan untuk kesempatan tertentu, pada waktu yang tepat menurut Tuhan.”
Satu contoh: Yesaya 43:2 “…apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”
Tuhan menepati janji ini dengan cara yang begitu indah untuk ketiga teman yang dimasukkan kedalam perapian yang menyala (Daniel 3).
Tetapi pada sisi lain, reformator Hus dan Jerome dibakar diatas panggung di Constance. Kita mungkin berkata bahwa doa mereka tidak dijawab.
Tetapi, bukanlah doa-doa mereka dijawab dengan cara yang tidak kita ketahui? Mengapa?
Seorang penulis kepausan menggambarkan kematian dari para martir ini sebagai berikut: “Kedua mereka memiliki pikiran yang tidak tergoyah kan ketika jam terakhir hidup mereka mendekat.
Mereka telah siap untuk api itu seakan-akan mereka akan menghadiri pesta pernikahan. Sedikitpun mereka tidak menangis atau mengeluh.
Pada waktu api mulai membakar, mereka mulai menyanyikan lagu hymnal; dan hampir tidak pernah keganasan api yang menyala itu menghentikan nyanyian mereka.”
Jika seseorang terbakar, yang pasti dia lakukan adalah berteriak.
Sikap mereka menunjukkan bahwa Tuhan benar-benar ikut campur, hanya saja dengan cara yang tidak terlihat oleh mata kita.
Ini membuktikan kepada saya bahwa janji janji untuk berkat temporer masih berlaku bagi kita.
Tidak ada komentar