Dari BETEL ke BETEL
Kejadian 28:10-22; 35:1-15.
Setelah Yakub menipu kakak dan ayahnya untuk mendapatkan hak kesulungan, maka ia sangat ketakutan terhadap kakaknya Esau yang berencana untuk membunuhnya.
Atas saran ibunya, maka ia melarikan diri ke paman nya Laban di Haran. Di tengah perjalanan inilah ia berjumpa dengan sebuah pengalaman yang sempat membuatnya terpesona,
di dalam tidurnya ia bermimpi tentang tangga yang ujungnya sampai ke langit, dan para malaikat turun naik di atas tangga itu.
Dalam mimpi itu Allah menyatakan diri kepadanya, dan dua hal yang terjadi di sana adalah ada janji berkat dan penyertaan dari Allah (Kej 28:13-14), dan ada nazar dan janji setia dari Yakub (Kej 28:20-22).
Setelah selesai semuanya itu, maka Yakub melanjutkan perjalanannya ke Haran.
Ia tiba di sana dan bekerja pada Laban, dan setelah ia berhasil dan menjadi kaya (kita sebut saja minimal 15 tahun, karena dua kali tujuh tahun ia untuk mendapatkan Rahel)
maka Allah memerintahkannya untuk kembali ke Betel (Kej 35:1) dan mendirikan mezbah bagi-Nya, dan Yakub mentaati perintah Allah itu.
Peristiwa kembalinya Yakub ke Betel (Kej 35:1-15) untuk mendirikan mezbah bagi Tuhan menunjukkan 3 hal positif tentangnya yang dapat menjadi pelajaran rohani bagi kita.
1. Ia tidak melupakan Betel (Allah yang ia temui di Betel) disaat ia telah menjadi seorang yang sukses.
Belasan tahun yang lalu di Betel ia berjumpa secara pribadi dengan Allah. Waktu itu ia hanya seorang diri, tidak mempunyai harta kekayaan dan bahkan adalah seorang pelarian.
Di sana Allah berjanji menyertainya, dan ia berjanji untuk setia kepada Allah. Belasan tahun sudah berlalu, dan sekarang ia bukan lagi Yakub yang miskin dan pelarian.
Sekarang ia telah memiliki harta kekayaan yang melimpah, isteri dan anak-anak serta budak-budak.
Sungguh ia adalah seorang yang sukses dalam hidupnya. Namun ketika Allah menyuruhnya ke Betel untuk menyembah Allah di sana, ia masih tetap taat.
Ternyata segala kekayaan, kejayaan dan kesuksesan nya tidak sempat menutup mata hatinya untuk dengar-dengaran kepada Allah.
Ia menghargai Allah bukan saja ketika ia susah, sedih, miskin dan ketakutan, tetapi juga ketika ia senang, sukses dan damai.
Adakah sikap ini juga menjadi sikap anda? Bayangkanlah 15-25 tahun yang lalu ketika anda mungkin berjuang untuk mencari pekerjaan.
Anda berdoa dan mengharapkan pertolongan Tuhan. Anda rajin ke gereja. Sekarang mungkin anda telah sukses dan jaya, adakah anda masih setia kepada Allah seperti dahulu?
2. Ia datang ke Betel bersama dengan seluruh anggota keluarganya bahkan budak-budaknya.
Kalau minimal belasan tahun yang lalu ia berjumpa dengan Allah seorang diri saja, maka saat ini ia datang menjumpai Allah di Betel dengan membawa seluruh orang-orang yang bersama dengannya.
Ia bisa saja meninggalkan keluarganya di suatu tempat agar ke Betel seorang diri, namun itu tidak dilakukannya.
Ia merasa bahwa keluarganya pun perlu mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah sama seperti yang dialaminya.
Ia mau agar pengaruh Betel yang dialaminya belasan tahun silam juga dialami oleh isteri dan anak-anaknya.
Adakah keluarga anda sudah berjumpa dengan Allah secara pribadi? Jika engkau seorang suami, adakah isteri dan anak-anakmu sudah percaya kepada Allah?
Jika engkau seorang isteri, adakah suami dan anak-anakmu sudah mengalami kuasa Betel itu? Jika seorang anak, adakah orang tuamu sudah dibawa kepada Allah Betel itu?
3. Ia kembali ke Betel dan memperoleh pembaharuan dari Allah.
Sewaktu hendak datang ke Betel, ia menyuruh semua keluarganya untuk menjauhkan dewa-dewa asing dari tengah-tengah mereka dan menguduskan diri mereka (Kej 35:2-4).
Dewa-dewa asing ini mungkin menunjuk kepada dewa keluarga dari Laban yang dicuri oleh Rahel sewaktu lari dari rumah Laban yang bernama “Terafim” (Kej 31:30-35).
Nama Yakub identik dengan penipuan, dan memang ia seorang yang jago dalam hal tipu menipu.
Dalam kehidupan seorang pria dewasa, ada 3 orang pria lain yang seharusnya menjadi dekat dengannya, yakni ayahnya, saudaranya, dan mertuanya.
Namun sayang, ketiga pria ini semuanya ditipu oleh Yakub. Ia menipu ayah dan kakaknya dalam kasus hak kesulungan.
Selanjutnya sepanjang di rumah Laban, tipu menipu sangat lekat dengan kehidupannya.
Pertama kali ia yang ditipu dalam kasus Rahel di mana pada hari pernikahannya, Rahel diganti dengan Lea (Kej 29:25), dan untuk mendapatkan Rahel, ia harus bekerja 7 tahun lagi (Kej 29:18).
Selanjutnya Yakublah yang menipu Laban dalam hal hewan (Kej 30:42). Lalu Laban yang menipu Yakub lagi dalam hal upah (Kej 31:7),
dan akhirnya Yakub lagi yang menipu Laban ketika ia melarikan diri dari rumah Laban (Kej 31:20).
Sungguh jalan hidup Yakub adalah jalan penipuan, namun dengan kedatangannya di Betel, Allah merubah dia.
Ia bukan lagi Yakub yang adalah penipu melainkan Israel yang artinya pejuang Allah (Kej 35:10). Ia telah mengalami perubahan ajaib.
Adakah sesuatu yang belum berubah dari hidupmu? Adakah cara hidup yang lama yang masih tetap engkau peluk?
Datanglah pada Allah sebagaimana Yakub, maka Tuhan akan memperbaharui mu dan menjadikan mu menjadi pribadi yang baru.
4 tahun lalu
[…] Baca juga: 3 Pelajaran perjalanan Yakub, dari Betel ke Betel […]
4 tahun lalu
[…] Baca juga: 3 Pelajaran perjalanan Yakub, dari Betel ke Betel […]