Kitab kejadian memberikan informasi tentang keturunan Abraham, Ia memiliki anak dari Sara bernama Ishak, anak dari Hagar bernama Ismael dan dari Ketura ia memiliki anak bernama Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah.
Keturunan Ishak dan Ismael dinyatakan akan menjadi bangsa yang besar, Mengapa Allah melakukan itu? Tidak ada jawaban lain selain karena Allah mengasihi keturunan Ismail juga, sama seperti Allah mengasihi keturunan Ishak.
Kejadian 17:18. Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”
(19) Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadiperjanjian yang kekal untuk keturunannya.
(20) tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu, ia akan kuberkati, kubuat beranak banyak, ia akan memperanakkan dua belas raja, dan aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
(21) Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”
Tuhan memberkati Ismael dan Ishak. Pembedanya hanya satu, yaitu melalui jalur keturunan siapa Yesus akan lahir.
lalu siapakah anak Abraham yang hilang? pernahkah anda mendengar kisah bahwa Abraham pernah kehilangan seorang anak? untuk menjawab pertanyaan ini kita akan membahas Lukas 19:1-10
Kalimat berjalan terus melintasi Yerikho yang terdapat di awal Lukas 19 ini menggambarkan bahwa Yesus tidak bermaksud untuk tinggal di Yerikho dan Dia hanya melewati, tetapi ini memberi kesempatan bagi seseorang bernama Zakheus untuk melihat-Nya.
Entah apa yang menjadi alasan bagi Zakheus sampai sampai ia sangat ngotot hanya sekedar “melihat” seperti apa Yesus itu, pernahkah ada seseorang yang penasaran ingin melihat atau bertemu dengan anda?.
Hal ini Mungkin disebabkan karena nama Yesus yang sudah tenar waktu itu (Lukas 18), pada waktu Yesus lewat, orang langsung berbondong bondong mengikuti.
Dari awal saja Kisah Zakheus untuk melihat Yesus ini sudah dimulai dengan kesulitan, badannya yang pendek membuat ia harus mencari cara supaya tetap bisa melihat Yesus.
Melihat dari kenekatan Zakheus ini ketika memanjat pohon, menunjukkan “baginya Yesus itu menjadi daya tarik yang kuat”¹ , sehingga ia ingin melihat dan bertemu Yesus,
bagaimana dengan kita apakah Yesus menjadi daya tarik yang kuat bagi kita yang bisa membuat kita bertindak nekad asal boleh bertemu dan bersama dengan Dia?
Sedikit informasi tentang Zakheus, Pemungut-pemungut cukai ini apalagi kepala pemungut cukai digolongkan sebagai orang berdosa.
Hal ini dapat dikaitkan dengan kekayaannya yang mungkin didapat dengan cara yang tidak bersih.
Pemungut cukai adalah orang yang tidak menerima gaji apapun untuk pekerjaannya, tetapi ia boleh memungut sebanyak mungkin uang, sehingga ia mempunyai sisa yang agak banyak setelah membayar kepada pemerintah jumlah yang ditentukan itu
Hal ini membuat dia sulit diterima oleh lingkungan, dibenci karena kelakuannya. Tapi walau ia ditolak masyarakat, satu hal yang penting dari zakheus “ia rindu bertemu Yesus” (ayat 3)
Ayat 4 dan 5 menjelaskan ketika Zakheus memanjat pohon Yesus memanggil nama-Nya, Lukas 19 tidak memberitahukan bagaimana Yesus bisa tau nama Zakheus.
Ketika Yesus mengatakan segeralah turun karena aku harus menginap di rumahmu menandakan, bahwa Yesus memiliki maksud dan tujuan terhadap Zakheus,
namun keinginan Yesus ini membuat orang banyak menjadi resah karena penilaian mereka tidak pantas Yesus menginap di rumah orang berdosa.
Biarkan Yesus ada di rumah anda saudara2 sekalian, Dia memiliki maksud dan tujuan terhadap keluarga anda.
Dengan kehadiran Yesus dalam keluarga anda, pergumulan anda akan teratasi, pertengkaran dalam rumah tangga anda akan berkurang.
Yang terpenting jika Yesus ada dalam rumah anda, komitmen rumah tangga anda akan selalu diperbaharui dan janji pernikahan anda akan selalu diingatkan.
Bagaimana caranya? Lakukan ibadah rumah tangga setiap hari dalam rumah anda.
Ayat 8, lagi lagi ayat ini tidak memberikan perbincangan awal sampai2 reaksi Zakheus yang mengejutkan, ia justru berkata,
“Tuhan, setengah harta ku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada yang kuperas akan kukembalikan empat kali lipat”.
Saudara, dalam peraturan di Perjanjian Lama, seseorang yang mengambil milik orang lain,
Hukum Taurat menuntut untuk mengembalikannya sejumlah yang diambil ditambah seperlima dari nilai yang hilang seperti dalam (Imamat 6:5). Artinya harus mengembalikan 120%.
Namun Zakheus mengembalikan bukan 120%, tetapi 400%. Bukan hanya itu, setengah hartanya pribadi juga diberikan kepada orang miskin.
Ada perbedaan yang drastis dan kontras dari Zakheus. Sebelumnya Zakheus adalah orang yang hanya tertarik untuk mengambil namun sekarang ia mengalami perubahan yang radikal yaitu tertarik untuk memberi.
Sebelumnya, uanglah yang menjadi segala-galanya dan nomor 1 dalam hati Zakheus, namun setelah perjumpaan itu, Kristus lah yang menjadi no.1 dan segala-galanya bagi Zakheus.
Hal itulah yang membuat ia rela melepaskan sesuatu yang dulunya berarti yaitu uang. Hatinya telah diperbaharui oleh Tuhan Inilah makna pertobatan yang sesungguhnya.
Ayat 9, hari ini telah terjadi keselamatan di rumah ini, “karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Apa maksud kalimat ini, apa hubungan antara zakheus dengan Abraham?
Alkitab PB berulang kali menuliskan ungkapan “kami adalah keturunan Abraham (Yoh 8:33), Bapa kami adalah Abraham (ayat 39), mereka adalah anak-anak Abraham (Gal 3:6), Bapa leluhur kita Abraham (Kis 7:2),
sebenarnya apa yang ingin disampaikan setiap kali nama Abraham diucapkan? Mengapa orang2 pada saat itu bangga menyebutkan bahwa mereka adalah keturunan Abraham?
Intinya, Yesus ingin mengatakan siapapun yang melakukan kebenaran berarti ia termasuk keturunan Abraham yang menerima janji keselamatan.
Ayat 9, 10 (FAYH)’ pada hari ini keselamatan telah datang ke dalam rumah ini, orang ini adalah salah seorang anak Abraham yang telah hilang, dan aku Mesias telah datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Saudara, ada kemiripan antara hidup Zakheus dengan hidup Paulus. Mereka dulunya sama-sama hidup dalam dosa.
Paulus dulunya menganiaya orang percaya, sedangkan Zakheus cinta uang. Namun satu hal yang membuat mereka sama:
setelah berjumpa dengan Kristus, Yesus lah yang menjadi kecintaan mereka dan terjadi perubahan hidup.
Dari mengambil menjadi Pemberi, dari yang kasar menjadi yang lembut, dari yang sombong menjadi yang rendah hati, dari yang tamak menjadi yang suka memberi, dari pembohong menjadi yang jujur.
Dan seluruh orang yang melihat kejadian tersebut menjadi saksi mata, sehingga Zakheus dengan statusnya yang baru ini tidak boleh main-main lagi dengan hidupnya.
Saudara, masih ingatkah setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan dengan Proklamasi,
supaya rakyat sendiri dan bangsa-bangsa lain tahu bahwa Indonesia bukan bangsa yang dijajah lagi, tetapi memiliki status baru: Merdeka.
Indonesia sendiri juga harus membuktikan statusnya yang baru sebagai bangsa yang merdeka, dengan memilih Presiden, menyusun kabinet, menetapkan ideologi, menyusun undang undang, dan lain lain.
Saudara-saudara, bukankah Tuhan juga telah mendeklarasikan keselamatan yang Ia berikan melalui status kekristenan yang melekat pada kita?
Kalau demikian apakah kita boleh bermain-main lagi dengan hidup kita? Bukankah kita juga harus membuktikan status kita sebagai anak Tuhan di hadapan orang lain? Saudara-saudara, Kekristenan kita ini dilihat oleh dunia. Kalau demikian, kita pun harus mempertanggungjawabkan status kita itu dengan perubahan hidup.
Tentunya perubahan hidup yang benar-benar dari hati. Supaya setiap orang yang melihat diri kita juga dapat melihat Yesus hidup dalam kita.
Bukan dosa lagi yang seharusnya mereka lihat, bukan karakter/kebiasaan buruk, namun yang seharusnya kita tunjukkan adalah perubahan hidup sesuai dengan firman Allah baik itu melalui pikiran,
perkataan dan perbuatan kita termasuk motivasi, cara dan tujuan kita dalam melakukan sesuatu, semuanya ditujukan sebagai bukti perubahan hidup karena Kristus.
Apakah kita anak Abraham yang hilang namun telah ditemukan? Atau kita masih akan tetap hilang sampai seterusnya?
Jika kita telah ditemukan, dan kembali bertobat maka “hari ini telah terjadi keselamatan kepada seisi rumah kita”. Karena kita semua adalah keturunan Abraham.
Pertanyaan:
Tidak ada komentar