Infant nestled in the bullrushes Alkitab bukanlah serangkaian cerita yang terputus, melainkan Alkitab berisikan narasi tunggal di mana setiap cerita,
setiap karakter menunjuk di luar dirinya sendiri kepada seorang yang lebih besar yaitu Yesus. (part 2)
Pada bagian ini kita akan melihat Musa yang benar dan lebih baik dari Musa yang kita lihat di dalam kitab Keluaran.
Apakah pengalaman yang dialami oleh Musa dan kemudian tergambar kembali dalam pengalaman Yesus yang lahir jauh setelah zaman Musa?
Berikut ini beberapa kesamaan pengalaman Musa dan Yesus.
Kesamaan pengalaman Musa dan Yesus yang pertama adalah, mereka direncanakan dibunuh ketika bayi.
Musa lahir pada waktu situasi yang sulit terjadi bagi orang Israel ketika mereka masih berada di Mesir, Firaun khawatir dengan jumlah bangsa Israel yang semakin banyak,
ia takut mereka akan memberontak, oleh sebab itu ia membuat kebijakan untuk menekan pertambahan jumlah orang Israel,
ia memerintahkan agar seluruh bayi laki laki yang lahir bagi orang Ibrani dibunuh (Keluaran 1:16).
Demikian pula pada saat kelahiran Yesus, Herodes mendengar informasi melalui orang orang Majus yang datang dari timur yang hendak menemui raja orang Yahudi yang baru lahir,
Herodes merasa bahwa posisinya sebagai Raja akan terancam oleh sebab itu ia segera memerintahkan agar seluruh bayi laki laki di Betlehem yang berusia di bawah dua tahun harus dibunuh (Matius 2: 16).
Baca Juga: 4 Pengalaman Daud Sama Dengan Yesus.
Kesamaan pengalaman Musa dan Yesus yang kedua adalah, Bayi Musa dan Yesus diselamatkan.
Untuk memudahkan dan memaksimalkan rencananya, Firaun meminta para bidan yang jelas secara langsung menangani persalinan untuk membunuh setiap bayi laki laki yang lahir dengan pertolongan mereka.
Tetapi mereka tidak melakukannya karena mereka takut akan Allah (Keluaran 1:17).
Firaun meminta agar orang Majus memberitahukan kepadanya di mana bayi itu berada jika mereka sudah menemukan bayi yang lahir itu (Yesus), dengan alasan agar ia juga datang menyembah-Nya.
Akan tetapi, karena orang orang Majus itu sudah diperingatkan oleh Tuhan melalui mimpi dan mereka takut akan Allah sehingga mereka tidak kembali menemui Herodes, dan memilih jalan lain untuk kembali ke negeri mereka.
Akibatnya Herodes tidak dapat mengetahui dimana bayi Yesus itu sehingga ia tidak berhasil membunuh-Nya (Matius 2:12).
Baca Juga: 15 Pengalaman Ishak Sama Dengan Yesus
Kesamaan pengalaman Musa dan Yesus yang ketiga adalah, Mereka menjadi pembebas.
Tuhan mendengar seruan orang Israel yang ditindas dengan keras di Mesir, kemudian Tuhan mengutus Musa untuk membawa mereka keluar dari Mesir (Keluaran 3:10).
Yesus adalah Juruselamat dunia, yang membebaskan umat-Nya (Israel rohani) dari perhambaan dosa (Yohanes 1:29).
Baca Juga: 7 Pengalaman Sama Yakub dan Yesus
Kesamaan pengalaman Musa dan Yesus yang keempat adalah, kehadiran mereka ditolak.
Apa yang dikhawatirkan oleh Musa terjadi, ia ditolak oleh Israel sebagai seorang pemimpin (Keluaran 2:14, Kisah 7:35).
Demikian juga Yesus, dengan terang terangan Ia ditolak oleh tua tua, imam imam dan para ahli Taurat, bahkan Ia disalibkan (Mark 8:31, Yoh 10:25).
Baca Juga: 5 Pengalaman Abraham Sama dengan Yesus
Kesamaan pengalaman Musa dan Yesus yang kelima adalah, Musa dan Yesus berdoa bagi yang menyakiti mereka.
Bilangan 12:3 menyebutkan bahwa Musa adalah orang yang lembut hatinya, lebih dari setiap manusia di atas bumi.
Tentunya hal inilah yang membuatnya mampu memohonkan pengampunan dari Tuhan terhadap mereka yang menyakitinya (Keluaran 32:11,12).
Yesus berdoa kepada Bapa, memohonkan pemeliharaan bagi murid murid dan berdoa bagi mereka yang percaya kepada-Nya (Yohanes 17:9,20, Lukas 23:34).
Baca Juga: 10 Pengalaman Sama Yusuf dan Yesus.
Kesamaan pengalaman Musa dan Yesus yang keenam adalah, Musa dan Yesus melakukan mujizat.
Ketika Musa mendengar bahwa Tuhan mengutusnya membebaskan bangsa Israel dari Mesir dan harus menemui Firaun, Musa berusaha menghindar.
Ia khawatir bahwa tujuan kedatangannya akan di tolak oleh Firaun sebagaimana bangsa Israel menolaknya. Untuk meneguhkan hati Musa,
Tuhan menyertai dia dengan perbuatan perbuatan ajaib (Mukjizat), mengubah tongkat menjadi ular dan kembali menjadi tongkat (Keluaran 7:9).
Yesus hadir menjawab kebutuhan mereka yang mengharapkan mujizat dari-Nya.
dengan kuasa dari Bapa Ia menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, yang lumpuh dibuat berjalan, dan yang buta melihat (Yohanes 10:25).
Kesamaan pengalaman Musa dan Yesus yang ketujuh adalah, mereka bertemu dengan Allah di gunung.
Setelah Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan mereka tiba di padang gurun Sinai, Lalu Musa naik ke Gunung Sinai untuk bertemu dengan Tuhan (Keluaran 19:3).
Kebiasaan Yesus yang sering kita temui di dalam Alkitab adalah bertemu dengan Bapa melalui doa, dan ada saat di mana Yesus berdoa di gunung (Lukas 9:28).
Kesamaan pengalaman Musa dan Yesus yang kedelapan adalah, mereka berpuasa.
Musa naik ke gunung 40 hari 40 malam menghadap Tuhan dan Ia berpuasa (Keluaran 32:28).
Yesus mengetahui bahwa Ia akan mengalami situasi yang berat dalam misi penyelamatan,
oleh sebab itu Ia harus sepenuhnya bergantung kepada Bapa, Ia berpuasa dan berdoa untuk dapat selalu terhubung dengan-Nya.
Sebelum memulai pelayanan-Nya, Yesus berpuasa selama 40 hari 40 malam (Matius 4:2).
Adakah diantara pengalaman ini yang juga menjadi pengalaman kita?
Jangan lupa untuk membagikan artikel ini agar semakin banyak yang terberkati.
Tidak ada komentar