x

Penemuan Baru Pelajaran 4: Satu Rencana Bagi Kehidupan Anda

waktu baca 11 menit
Selasa, 1 Feb 2022 07:42 600 Jandri Tumangger

Setelah seorang pendeta berbicara mengenai pelajaran, “Mengapa Aku Percaya Kepada Yesus,” seorang pria muda berpakaian rapi menemuinya untuk belajar dan menyatakan, “Pembicaraan Anda malam ini sangat menarik, tetapi semua yang Anda katakan mengenai Yesus Kristus berasal dari Alkitab.

Katakan padaku, jika Yesus pernah hidup di bumi ini, mengapa sejarah tidak menceritakan tentang Dia? “Pertanyaan ini sangat baik,“ sahut pendeta sementara ia berbalik dan mengambil beberapa buku.

“Tetapi kenyataannya, sejarah menceritakan tentang Yesus Kristus.” “Itulah yang saya mau lihat sendiri,” ujar orang muda itu.

“Baik, di sini ada Surat 97 dari Buku 10 dari Surat-surat Pliny yang Lebih Muda, seorang prokonsul Roma di Bithynia, satu propinsi di Asia Kecil purba.

Pliny menulis kepada Penguasa Roma, Trajan, dan memberitahukan kepadanya mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi di provinsinya.

Lihat, di sini ia meminta nasihat bagaimana menangani satu sekte baru, orang Kristen.

Ia menceritakan mengenai pertumbuhan yang sangat cepat dan bagaimana mereka menyanyikan lagulagu rohani yang digubah untuk pemimpin mereka, Kristus. Pliny mengirim suratnya sekitar tahun 110 T.M.

Surat dari Pliny mengemukakan bukti sejarah mengenai seseorang, Kristus, dan penyebaran iman-Nya pada zaman rasul-rasul.

Tanpa disangka-sangka, orang muda itu berkata, “Ceritakan lebih banyak lagi!” Ketika pendeta itu mengambil buku lain, ia menambahkan, “Seorang sejarawan lain, yang sezaman dengan Pliny, adalah Tacitus.

Dalam bukunya Annal (Buku 15, pasal 44) Ia menceritakan mengenai Nero yang dibenci dan penganiayaan orang-orang Kristen pada waktu pembumihangusan Roma.

Tacitus menjelaskan bahwa istilah Kristen berasal dari nama “Kristus.” Ia menyebutkan bahwa Yesus Kristus, penganjur agama Kris ten, telah dibunuh oleh Pontius Pilatus, wali negeri Yudea, pada masa pemerintahan Tiberius.

Rincian yang Tacitus berikan kepada kita cocok sekali dengan perisitiwa-peristiwa, nama-nama dan tempat yang disebutkan dalam Alkitab.”

“Pendeta, saya tidak pernah tahu hal-hal seperti itu ada di sejarah dunia!” seru tamu itu.

Pendeta itu menambahkan, “Saya mau Anda memperhatikan bahwa sekitar tahun 180 T.M. Celsus menulis sebuah buku yang menyerang orang Kristen, yang menyatakan bahwa Kekristenan sejak saat itu telah menjadi satu kekuatan yang perlu diperhitungkan.

“Jika Anda masih meragukannya, ingat bahwa empat Injil adalah juga sejarah seperti buku-buku dunia ini.”

Ketika orang muda ini menyadari bahwa baik sejarah dunia dan juga sejarah agama sependapat bahwa Yesus benar hidup sebagai seorang manusia di atas bumi ini, ia pun pergi dengan yakin bahwa Yesus Kristus benar seorang yang ada dalam sejarah.

1. KRISTUS ADA SEJAK MASA KEKEKALAN

Yesus bukan sekadar seorang yang baik. Ia juga Allah. Apa yang diakui Yesus Sendiri mengenai

keilahianNya? “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.… Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah

melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami” Yohanes 14:7-9.

Jika Anda ingin mengetahui jawaban pertanyaan “Siapakah Allah? Seperti apakah Dia?” pandang sajalah kepada Yesus yang menyatakan, “Aku dan Bapa adalah satu” Yohanes 10:30.

Allah Bapa dan Yesus, Anak itu ada bersama-sama sejak masa kekekalan (Ibrani 1:8). Tidak ada waktu di mana Yesus tidak bersama Bapa. Bapa membagikan kasih dan pemeliharaan yang sama

kepada setiap orang, sama seperti yang Yesus tunjukan selama hidupnya sebagai manusia di atas bumi.

2. KRISTUS JANTUNG SEJARAH DAN NUBUATAN

Karena kisah hidup Kristus adalah penggenapan nubuatan maka kisah hidup-Nya ditulis sebelum Ia lahir.

Nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama telah lebih dulu menyatakan dengan jelas garis besar kehidupan Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya.

Perjanjian Baru adalah kisah hidup-Nya yang menceritakan kegenapan nubuatan itu.

Para nabi Perjanjian Lama yang hidup dari lima ratus sampai seribu tahun sebelum kelahiran Kristus, membuat banyak ramalan khusus tentang kehidupan Mesias.

Dan pada awal pelayanan Kristus di dunia, pada waktu orang membandingkan hidup-Nya dengan nubuatan Perjanjian Lama, apa kesimpulan mereka?

“Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret” Yohanes 1:45.

Juruselamat kita menggenapi nubuatan untuk meneguhkan jati diri-Nya:

“Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, (Perjanjian Lama) mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” Lukas 24:25-27.

Nubuatan yang digenapi memberikan bukti yang meyakinkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.

3. KEHIDUPAN KRISTUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUATAN

Perhatikanlah beberapa ayat nubuatan dari Perjanjian Lama— dan penggenapannya dalam catatan Perjanjian Baru.

TEMPAT KELAHIRANNYA

Nubuatan Perjanjian Lama: “Tetapi engkau, hai ETLEHEM Efrata, …dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaan-Nya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” Mikha 5:2. 

Penggenapan Perjanjian Baru: “Sesudah Yesus dilahirkan di BETLEHEM di tanah Yudea pada zaman raja Herodes,” Matius 2:1. KELAHIRANNYA DARI SEORANG DARA

Nubuatan Perjanjian Lama:

“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan ke padamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang PEREMPUAN MUDA mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” Yesaya 7:14.

Penggenapan Perjanjian Baru: “Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata:

‘Yusuf, anak Daud, ‘janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab ANAK YANG DI DALAM KANDUNGNYA ADALAH DARI ROH KUDUS.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.’ Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:

‘Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel’—yang berarti: Allah menyertai kita” Matius 1:20-23. KETURUNANNYA DARI SUKU YEHUDA

Nubuatan Perjanjian Lama: “TONGKAT KERAJAAN TIDAK AKAN BERANJAK DARI YEHUDA ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa” Kejadian 49:10.

Penggenapan Perjanjian Baru: “Sebab telah diketa hui semua orang, bahwa TUHAN KITA BERASAL DARI SUKU YEHUDA” Ibrani 7:14. PENOLAKAN TERHADAP YESUS

Nubuatan Perjanjian Lama: “Ia dihina dan DIHINDARI orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan” Yesaya 53:3.

Penggenapan Perjanjian Baru: “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orangorang KEPUNYAAN-NYA ITU TIDAK MENERIMA-NYA” Yohanes 1:11. PENGKHIANATAN TERHADAPNYA DAN UPAH YANG DIBAYAR KEPADA PENGKHIANAT TERHADAP DIA

Nubuatan Perjanjian Lama: “Bahkan SAHABAT KARIBKU yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku” Mazmur 41:9.

“Lalu aku berkata kepada mereka: ‘Jika itu kamu anggap baik, berikanlah upahku, dan jika tidak, biarkanlah!’ Maka mereka membayar upahku dengan menimbang TIGA PULUH UANG PERAK” Zakharia 11:12.

Penggenapan Perjanjian Baru: “Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.

Ia berkata: ‘Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?’ Mereka membayar TIGA PULUH UANG PERAK kepadanya” Matius 26:14, 15. KEMATIANNYA DI ATAS SALIB

Nubuatan Perjanjian Lama: “Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka MENUSUK TANGAN dan kakiku” Mazmur 22:16.

Penggenapan Perjanjian Baru: “Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka MENYALIBKAN Yesus di situ” Lukas 23:33 (Li hat juga Yohanes 20:25).

KELEPASANNYA DARI KUBUR

Nubuatan Perjanjian Lama: “Sebab ENGKAU TIDAK MENYERAHKAN AKU KE DUNIA ORANG MATI, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan” Mazmur 16:10.

Penggenapan Perjanjian Baru: “Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa DIA TIDAK DITINGGALKAN DI DALAM DUNIA ORANG MATI, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.

Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi” Kisah 2:31, 32.

Bukti cukup kuat bahwa Yesus bukan hanya secara kebetulan cocok dengan beberapa ramalan. Riwayat hidup- Nya sesungguhnya ditulis sebelumnya melalui cara yang adikodrati (supernatural). Sesungguhnya, Yesus adalah Mesias, Anak Allah.

Setelah memperhatikan bukti ini, kita perlu membuat satu keputusan dengan penuh doa mengenai siapakah yang akan menjadi Tuhan dalam kehidupan kita. Jika Anda belum siap melakukannya, maukah Anda menaruh kehidupan Anda ke tangan Kristus?

4. HIDUP YANG DIRANCANG ALLAH

Yesus hidup selaras dengan yang dirancang Allah, sesuatu yang sudah disusun beratus-ratus tahun sebelum kelahiran- Nya.

Selalu menyadari kenyataan ini, Ia tetap peka kepada tuntunan Allah.

Kristus berkata: “Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada- Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku.

Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada- Nya” Yohanes 8:28, 29.

Allah merancang kehidupan manusiawi Yesus sebelum kelahiran- Nya, demikian juga, Allah mempunyai rencana bagi setiap manusia.

Ia tahu bagaimana masing-masing kita bisa memenuhi kerinduan kita yang paling dalam dan mendapatkan kehidupan yang berlimpah.

Ray tidak yakin bahwa ia selalu mau tunduk kepada rencana Allah. Tetapi ketika Ray menghadapi keputusan yang besar tentang ke perguruan tinggi mana yang ia harus pergi, ia memutuskan untuk pertama kali dalam hidupnya untuk mencari tuntunan Ilahi atas persoalan ini. Ia berdoa beberapa hari dan mencoba mendengar jawaban.

Beberapa saat kemudian tampaknya ia mendapatkan alasan yang paling jelas mengapa ia harus memilih pilihan B: tidak terlalu mahal, tetapi universitas yang besar dan umum.

Tidak lama setelah kelas mulai ia berkenalan dengan beberapa orang Kristen yang baik dari Kampus Kebangunan Rohani untuk Kristus.

Pengalamannya bersama mereka selama dua tahun berikut mengubah seluruh kehidupannya. Ketika Ray menengok ke belakang sekarang ini, ia memperhatikan bahwa setiap kali ia menghadapi keputusan yang besar dan mencari tuntunan Ilahi, Allah “membuka lebar seluruh era baru dalam hidupku.” Bagaimana Anda mengetahui rencana Allah bagi kehidupan mu? Allah menuntun dalam tiga cara:

(1) ALKITAB

Menurut penulis Mazmur, apakah buku pedoman kehidupan? “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” Mazmur 119:105. Firman Allah membarui pikiran kita dan memberikan kita pandangan yang baik (Roma 12:2; Mazmur 119:19) Waktu yang teratur untuk belajar Alkitab dengan penuh doa adalah cara terbaik untuk meluruskan hal-hal yang terutama dalam diri kita.

(2) LINGKUNGAN YANG DITUNTUN ILAHI

Allah juga menuntun kita melalui lingkungan yang dituntun Ilahi. Mazmur 23 menggambarkan Dia sebagai Gembala yang baik. Seorang gembala menuntun domba-dombanya melalui lembah yang subur dan juga jurang yang berbatu.

Ia sanggup menolong gembalaannya untuk men dapatkan manfaat dan belajar dari setiap pengalaman. Kita mempunyai Seorang Gembala yang selalu tetap dekat di samping kita.

(3) KOMUNIKASI LANG SUNG DARI ALLAH KE HATI SEORANG

Allah juga menuntun kita melalui berbicara ke hati Nurani kita. Roh dapat menerangi “mata hati kita” (Epesus 1:18).

Makin teguh kita berkomunikasi dengan Allah, makin besar kesanggupan Allah menuntun kita.

Ia membentuk kesan dalam hati, daya pikir dana pertimbangan kita sehingga kita dapat melihat dengan jelas langkah berikut yang perlu kita ambil.

5. TUNTUTAN ITU HARUSLAH SELARAS

Tentu saja ada kemungkinan menganggap bahwa Anda menghidupkan suatu kehidupan yang dituntun Allah padahal Anda hanya mengikuti kehendak hati dan gerakan hati Anda (Amsal 16:25). Perasaan kita harus selaras dengan ajaran Alkitab.

Tidak aman untuk menyimpulkan bahwa Allah menuntun kita kecuali ke semua tiga pedoman yang diperbincangkan di atas selaras. Misalnya, Jake.

Ia mempunyai seorang istri yang dikasihi dan dua anak, tetapi ia berselingkuh dengan wanita lain. Ia katakan kepada sahabat-sahabatnya: “Saya sudah doakan itu dan saya merasa itu adalah kehendak Allah.”

Emosi Jake dan “kesan hati kecilnya” jelas membawa dia ke jalan yang salah. Ia memba yangkan bahwa tampaknya itu adalah “tuntunan Ilahi” sehingga ia bertemu wanita lain dan tidak mau berbalik untuk melihat ajaran Alkitab mengenai perzinahan.

Dan Alkitab, “hukuman kesaksian,” adalah buku pedoman yang sah, dasar pertimbangan akhir untuk menentukan suatu tindakan yang benar (Yesaya 8:20). Kita jangan pernah membiarkan satu tuntunan yang menuntun kita jauh dari prinsip-prinsip Alkitab.

6. TUNDUK KEPADA RENCANA ALLAH

Ketika Iblis datang mencobai Yesus di padang belantara, ia membujuk, “Jika kamu membatalkan pengorbanan yang sangat menyakitkan yang Bapa- Mu rencanakan bagi-Mu, aku akan memberikan dunia ini di telapak tangan-Mu—dengan ke masyhuran, keberuntungan dan gaya hidup yang menyenangkan.”

Setan bahkan mengutip Alkitab dalam usaha menuntun Yesus jauh. Tetapi Yesus selalu melawan dia dengan kata-kata, “Ada tertulis” (Matius 4:1-11).

Pelajaran yang paling berharga yang kita pelajari dari kehidupan Yesus ialah, Ia tunduk kepada kehendak Bapa-Nya.

Bahkan di tengah- tengah penderitaan Getsemani yang luar biasa itu, Ia berseru, “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39).

Setelah tiga tahun pelayanan-Nya, hari demi hari hidup selaras dengan rencana Bapa-Nya, kata-kata Yesus sebelum mati ialah, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30).

Sebenarnya Yesus mengatakan, “Kehidupan yang direncanakan Allah-Ku sekarang sudah rampung dan digenapi.”

Pada saat Anda mulai mendengar suara Allah berbicara hal yang sama melalui Firman-Nya melalui keadaan yang dituntun Ilahi dan kesan yang langsung, Anda dapat belajar menerima tuntunan-Nya sepenuh hati.

Anda juga dapat menemukan sukacita dalam rencana Allah dan kehidupan yang dituntun Allah.

Ya Bapa: Terima kasih kepada-Mu karena mengutus Yesus ke dunia ini untuk mengalahkan Setan. Terima kasih Yesus karena mau datang menyelamatkan saya dari dosaku dan menunjukkan kehidupan dengan segala kelimpahannya.

Hatiku dihangatkan dan digerakkan oleh kasih seperti itu. Bapa, saya mau Engkau menuntun hidupku seperti Engkau menuntun hidup Yesus. Kiranya masuklah menjadi Tuhan di dalam hati dan pikiran ku. Dalam nama Yesus, Amin.

Note:

Berikut ini kami sediakan pertanyaan sehubungan dengan pelajaran ini. Akan sangat membantu anda dalam mengingat poin penting dalam pelajaran ini.

https://forms.gle/TmJ9ToAzhC4Wrhct8

Hak Cipta 2000 oleh The Voice of Prophecy
Box 53055, Los Angeles, CA 90053

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x