x

Apakah Bait Suci Yahudi Masih Ada?

waktu baca 5 menit
Minggu, 18 Des 2022 14:44 481 Jandri Tumangger

Bait Suci adalah sebuah bangunan yang didirikan untuk dan secara eksklusif diabdikan untuk ritus-ritus dan upacara-upacara kudus.

Istilah Alkitab yang digunakan untuk Bait Allah adalah Beit Adonai atau Rumah Allah.

Karena orang Yahudi dilarang menyebutkan nama yang kudus, dalam bahasa Ibrani, tempat ini disebut Beit HaMikdasy atau Rumah Suci.

Tempat ini adalah peribadahan satu-satunya di Yerusalem yang disebut dengan nama Rumah Suci.

Bait suci tidak pernah dianggap sebagai tempat perhimpunan umum biasa melainkan sebagai bangunan kudus yang dikhususkan bagi upacara-upacara khusyuk.

Kemah Suci Israel Kuno

Sejarah Israel berdiri sebagai bangsa dimulai sejak Eksodus/keluaran.

Setelah mereka dilepaskan dari lingkungan pemujaan berhala orang-orang Mesir, bangsa itu diminta menyiapkan sebuah tempat kudus.

Tempat di mana Yehova akan menyatakan kehadiran-Nya dan memberitahukan kehendak-Nya (Keluaran 25:8).

Kemah suci itu harus dibangun menurut rencana dan spesifikasi yang diberikan oleh Tuhan (lihat Keluaran 26–27).

Itu merupakan bangunan yang ringkas dan dapat dibawa-bawa, dan, meski hanyalah sebuah tenda, dibuat dari bahan-bahan yang paling baik, paling mahal, dan paling berharga yang dimiliki bangsa itu.

Setelah pengembaraan empat dekade di padang belantara, umat perjanjian itu akhirnya menduduki Kanaan.

Kini bangsa Israel menetap di tanah perjanjian, Adapun Kemah Suci tersebut diberi sebuah tempat menetap di Silo.

Di Silo lah suku-suku bangsa datang untuk mempelajari kehendak dan firman Allah (lihat Yosua 18:1; 19:51; 21:2; Hakim-Hakim 18:31; 1 Samuel 1:3, 24; 4:3–4).

Setelahnya Kemah Suci itu dipindahkan ke Gibeon (lihat 1 Tawarikh 21:29; 2 Tawarikh 1:3) dan belakangan ke Kota Daud, atau Sion (lihat 2 Samuel 6:12; 2 Tawarikh 5:2).

Bait Suci Salomo

Ketika Daud menjadi raja menggantikan Saul, ia berhasrat untuk membangun sebuah rumah bagi Tuhan.

Daud berpendapat bahwa tidaklah pantas ketika sang raja tinggal dalam istana dari kayu aras, sementara rumah kudus Allah hanyalah sebuah tenda (lihat 2 Samuel 7:2).

Tetapi Tuhan berbicara melalui Nabi Natan, menolak persembahan yang ditawarkan Daud, raja Israel.

Daud, dalam banyak segi adalah seseorang yang berkenan di hati Allah, namun ia telah berdosa; dan Tuhan tidak mengijinkan dia untuk membangun bait suci (2 Samuel 7:9-13).

Meski demikian, Daud diizinkan untuk mengumpulkan bahan-bahan bagi rumah Tuhan, namun yang membangun bukanlah dia, melainkan Salomo, putranya yang harus mendirikannya.

Segera setelah penobatan Salomo ke takhtanya dia memulai pekerjaan itu.

Dia meletakkan dasar pada tahun keempat masa pemerintahannya, dan bangunan itu selesai dalam waktu tujuh setengah tahun.

Pembangunan Bait Suci Salomo merupakan peristiwa bersejarah, bukan saja dalam sejarah Israel, tetapi juga dalam sejarah dunia.

Menurut kronologi yang diterima secara umum, bait suci itu selesai kira-kira tahun 1005 SM.

Dari segi arsitektur dan konstruksi, dalam rancangan dan kemewahan nya, itu dikenal sebagai salah satu bangunan paling menakjubkan dalam sejarah.

Kemegahan agung dari bangunan yang indah ini memiliki masa singkat.

Tiga puluh empat tahun setelah penahbisan, tetapi lima tahun setelah kematian Salomo, kemerosotan nya dimulai.

Kemerosotan ini segera berkembang menjadi penjarahan habis-habisan dan akhirnya menjadi pencemaran yang nyata.

Salomo telah disesatkan oleh tipu daya wanita-wanita penyembah berhala, dan jalan-jalan sesatnya telah memupuk kejahatan di Israel.

Bait suci dengan segera kehilangan kekudusannya, dan Yehova menarik kehadiran perlindungan-Nya dari tempat yang tidak lagi kudus itu.

Bangsa Mesir, yang darinya orang Israel telah dibebaskan, dibiarkan kembali menekan bangsa Israel.

Sisak, Raja Mesir, menguasai Yerusalem “dan dia merampas barang-barang perbendaharaan rumah Tuhan” (1 Raja-Raja 14:25–26).

Pekerjaan pencemaran tersebut terus berlanjut hingga berabad-abad.

Dua ratus enam belas tahun setelah penjarahan oleh orang Mesir, Ahas, raja Yehuda, menyingkirkan mezbah dan bejana pembasuhan [kolam] serta meninggalkan hanya sebuah rumah dimana pernah berdiri sebuah bait suci (lihat 2 Raja-Raja 16:7–9, 17–18).

Belakangan, Nebukadnezar, Raja Babel, melengkapi penodaan terhadap bait suci serta menghancurkan bangunan itu (Bait Suci) dengan api pada tahun 586 SM (lihat 2 Tawarikh 36:18–19).

Bait Suci Zerubabel

Kira-kira 600 tahun sebelum kelahiran Tuhan kita ke bumi, Israel ditinggalkan tanpa bait suci.

Rakyat telah menjadi penyembah berhala dan benar-benar jahat, dan Tuhan telah menolak mereka serta tempat kudus mereka.

Kerajaan Israel, yang terdiri dari kira-kira 10 dari ke-12 suku itu, telah dikuasai oleh Asyur sekitar 721 SM, dan satu abad kemudian kerajaan Yehuda ditaklukkan oleh bangsa Babel.

Selama 70 tahun bangsa Yehuda—sesudah itu dikenal sebagai bangsa Yahudi—tetap berada dalam penawanan, bahkan sebagaimana telah diramalkan (lihat Yeremia 25:11–12; 29:10).

Kemudian, di bawah pemerintahan yang bersahabat dari Koresy (lihat Ezra 1,2) dan Darius (lihat Ezra 6), mereka diizinkan untuk kembali ke Yerusalem dan sekali lagi membangun bait suci sesuai dengan keyakinan mereka.

Dalam mengenang pemimpin pekerjaan tersebut, bait suci yang dipulihkan itu dikenal dalam sejarah sebagai Bait Suci Zerubabel.

Sementara bait suci ini sangatlah kurang dalam kemegahan hiasan dan perabotannya dibandingkan dengan Bait Suci Salomo yang menawan.

Walaupun kondisinya jauh berbeda dengan bait suci Salomo, namun Bait Suci merupakan yang terbaik yang dapat dibangun bangsa itu, dan Tuhan menerimanya.

Bait Suci Herodes

Kira-kira 16 tahun sebelum kelahiran Kristus, Herodes I, Raja Yehuda, memulai pembangunan kembali Bait Suci Zerubabel yang ketika itu sudah lapuk dan umumnya nyaris runtuh.

Selama lima abad bangunan itu telah berdiri, dan tanpa diragukan itu telah menjadi puing yang termakan waktu.

Kehancuran mutlak dari bait suci tersebut telah diramalkan sebelumnya oleh Tuhan kita, ketika Dia masih hidup di dalam daging (lihat Matius 24:1–2; Markus 13:1–2; Lukas 21:6).

Pada masa pemerintahan Herodes Agung, Bait suci Kedua telah sepenuhnya diperbarui, dan struktur aslinya benar-benar dirombak menjadi bangunan-bangunan besar dan megah serta fasad (muka bangunan) yang lebih mudah dikenali.

Sama seperti orang Babilonia menghancurkan Bait Suci pertama, orang-orang Romawi juga menghancurkan Bait suci Kedua dan Yerusalem pada 70 M sebagai pembalasan atas pemberontakan Yahudi yang sedang berlangsung.

Bait suci kedua berlangsung total selama 585 tahun (516 SM hingga 70 M).

Keyakinan orang Yahudi bahwa Bait suci kedua akan digantikan oleh Bait suci ketiga ketika Mesias datang di masa depan.

Secara ringkas begini perjalanan Bait Suci:

Ada dua Bait Suci yang berdiri berturut-turut di Bukit Bait Suci di Yerusalem: Bait Salomo atau Bait Suci Pertama yang dibangun sekitar abad ke-10 SM untuk menggantikan Kemah Suci. Bangunan ini dihancurkan oleh bangsa Babel di bawah Nebukadnezar pada tahun 586 SM. Bait Suci Kedua dibangun setelah bangsa Yehuda kembali dari pembuangan di Babel, sekitar tahun 536 SM (selesai pada 12 Maret 515 SM).Bait Suci Herodes adalah perluasan dari Bait Suci Kedua termasuk renovasi atas seluruh Bukit Bait Suci. (Bangunan ini tidak disebut “Bait Suci Ketiga”.) Herodes Agung memulai proyek perluasannya sekitar tahun 19 SM. Bangunan ini dihancurkan oleh pasukan-pasukan Romawi di bawah Kaisar Titus pada tahun 70 M.

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ikuti Saya

Vlog

LAINNYA
x